Minggu, 26 Februari 2017

Azab Kubur




“Aisyah Ra bertanya mengenai azab kubur, Rasulullah SAW menjawab: Iya, azab kubur pasti ada. ” (HR. Bukhari – Dalam Kitab Al-Janaiz).
“Aisyah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalatnya, “Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari azab kubur.” (HR. Mutafaqun Alaih).
“Ketika orang-orang yang durhaka kepada Allah tak mampu menjawab pertanyaan malaikat, ia akan dipukul dengan besi, hingga ia menjerit dengan teriakan yang amat keras, didengar oleh seluruh makhluk Allah, kecuali Jin dan Manusia, ” (HR. Bukhari dan juga Muslim).

Berikut kisah peristiwa nyata mengenai siksa kubur yang berlaku di Jazirah Arab.
Seorang pemuda dikeluarkan dari kuburnya setelah beberapa jam ia dikuburkan. Akibat mengalami azab kubur, pemuda tersebut telah berubah wajah dan juga jasadnya. Pemuda tersebut adalah remaja muslim yang meninggal pada usia 18 tahun. Seorang pemuda yang rusak akhlaknya, agamanya, dan juga sering melalaikan solat, hampir 3 jam pemuda tersebut dikuburkan, pihak keluarganya meminta kubur tersebut digali semula untuk keperluan tertentu.
Dan apa yang terjadi setelah mayat tersebut dikeluarkan, pandangan yang amat meng-aibkan. Rambut yang dulunya hitam berubah menjadi putih, dari mulut dan hidung keluar darah yang masih merah pekat, seperti baru mengalami siksaan kubur yang amat keras, seperti ada yang memukul dibagian belakang kepalanya, dengan wajah seperti diremas dan juga membeku.
Bagi seorang muslim ini merupakan pelajaran yang sangat bernilai agar segera memperbaiki hidupnya dengan bertaubat dari dosa-dosa yang telah dilakukan.

Sebab-Sebab Siksa Kubur
Ibnu Qoyyim Rahimahullah, dalam kitab Ar-Ruh menyebutkan ada sejumlah dosa dan juga maksiat yang dapat menyebabkan kita disiksa di alam kubur, diantaranya:
1. Melalaikan Solat
2. Membaca al-Quran lalu melupakannya
3. Tak bersuci sesudah membuang hadas kecil
4. Berbohong
5. Tak membayar zakat
6. kehidupan yang berlebih-lebihan
7. Memfitnah sesama saudara muslim
8. Khianat terhadap amanah
9. Tidak mau menolong sesama muslim
10. Meminum arak
11. Berzina

Waktu Siksa Kubur
Mengenai waktu siksa kubur, apa-kah seterusnya hingga hari kiamat ataukah hanya sementara?
Jawabannya: Bagi manusia kafir, maka siksaannya kekal hingga hari kiamat, seperti kaum Nuh dan juga pengikut Fir’aun, mereka tetap disiksa hingga kiamat tiba. Adapun bagi manusia mukmin yang bermaksiat, maka siksaan mereka tak kekal, bisa lama ataupun bisa juga sebentar sesuai dengan dosa dan juga ampunan Allah SWT.

Mengapa Siksa Kubur Tak Dinampakkan?
Adapun hikmah mengapa Allah SWT tak menampakkan siksa kubur bagi manusia ialah:
1. Untuk menutupi aib mayit.
2. Untuk menenangkan keluarga mayit.
3. Selaku kasih sayang kepada manusia.
Sebab Allah SWT mengetahui bahwa memang manusia tak kuat melihatnya. Bisa jadi kita senantiasa dibayangi dengan ketakutan manakala adzab tersebut ditampakkan.
4. Untuk menguji keimanan seorang terhadap masalah ghaib.
Seandainya dinampakkan berarti apa faedahnya ujian, sebab manusia hendak beriman kepada suatu yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka. Lain halnya bila tak nampak maka cuma hendak diimani oleh manusia yang beriman saja.

Jenis-Jenis Siksa Azab Kubur
Siksa Kubur memiliki sejumlah jenis siksaan:

1. Dipukul dengan palu besi
عَنْ أََنََسٍ عَنِ النَّبِىِّ قَالَ « الْعَبْدُ إِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ ، وَتُوُلِّىَ وَذَهَبَ أَصْحَابُهُ حَتَّى إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ ، أَتَاهُ مَلَكَانِ فَأَقْعَدَاهُ فَيَقُولاَنِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِى هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ ؟ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ. فَيُقَالُ: انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ ، أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ الْجَنَّةِ. قَالَ النَّبِىُّ: فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا. وَأَمَّا الْكَافِرُ أَوِ الْمُنَافِقُ فَيَقُولُ: لاَ أَدْرِى، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيُقَالُ: لاَ دَرَيْتَ وَلاَ تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ ، فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ.

“Dari Anas Ra, beliau bersabda: “Seorang hamba apabila di telah dikubur, dan orang-orang yang mengantarnya telah berlangkah pergi meninggalkannya, maka ia mendengar suara sandal mereka. Lalu datanglah dua malaikat lalu menyuruhnya duduk seraya bertanya padanya: Apa yang kamu ketahui mengenai Muhammad? Lalu ia menjawab: Saya bersaksi bahwa ia ialah hamba Allah dan juga Rasul-Nya, maka dikatakan padanya: Lihatlah calon tempat mu di neraka telah diganti oleh Allah berupa tempat di surga. Nabi bersabda: Maka dia menatap keduanya. Adapun manusia kafir ataupun munafik maka mereka menjawab: Saya tidak mengerti, saya menyatakan apa yang diucapkan manusia. Lalu ia dipukul dengan palu dari besi, satu pukulan di antara kedua telinganya, sehingga ia berteriak dengan teriakan yang dapat didengar oleh semua makhluk hidup disekitarnya kecuali jin dan manusia. ”
(HR. Bukhori 1273, 1308 dan juga Muslim 2870. )

2. Dihimpitkan kuburnya
عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: قَالَ رسول الله: … « وَإِنَّ الْكَافِرَ ». فَذَكَرَ مَوْتَهُ قَالَ: « وَتُعَادُ رُوحُهُ فِى جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولاَنِ: مَنْ رَبُّكَ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِى. فَيَقُولاَنِ لَهُ: مَا دِينُكَ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِى. فَيَقُولاَنِ: مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِى بُعِثَ فِيكُمْ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِى. فَيُنَادِى مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: أَنْ كَذَبَ فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ وَأَلْبِسُوهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ ». قَالَ: « فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا ». قَالَ: « وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ ». زَادَ فِى حَدِيثِ جَرِيرٍ قَالَ: « ثُمَّ يُقَيَّضُ لَهُ أَعْمَى أَبْكَمُ مَعَهُ مِرْزَبَّةٌ مِنْ حَدِيدٍ لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا ». قَالَ: « فَيَضْرِبُهُ بِهَا ضَرْبَةً يَسْمَعُهَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ فَيَصِيرُ تُرَابًا

“Dari Bara’ bin Azib, Rasulullah bersabda: 'Adapun manusia kafir, maka dia dikembalikan ruhnya dan juga didatangi dua malaikat dan menyuruhnya duduk seraya bertanya: Siapa Rabbmu? Dia menjawab: Ha, ha, ha, saya tidak mengerti. Malaikat bertanya: Apa agamamu? Dia menjawab: Ha, ha saya tidak mengerti. Malaikat bertanya lagi: Siapakah lelaki yang diutus kepadamu? Dia menjawab: Ha, ha saya tidak mengerti. Maka ada seruan dari langit: Hamba ini berdusta, maka bentangkan tempat untuknya dari neraka dan juga pakaikan pakaian untuknya dari neraka dan bukakan untuknya pintu menuju neraka. Akhirnya, datanglah kepadanya udara panas lagi beracun dan juga ia dihimpitkan kuburannya hingga bengkok seluruh tulangnya. Dalam hadits Jarir ada tambahan: “Kemudian diutus kepadanya seorang yang buta dan juga tuli dengan membawa alat pukul dari besi yang seandainya dipukul kan menuju gunung maka dia menjadi tanah. Lalu orang tersebut dipukul sehingga ia berteriak dan ia menjadi tanah.”
(HR. Abu Dawud 2/281)

3. Digigit ular berbisa
Dari Abu Hurairah, beliau bersabda “Adzab manusia kafir di kuburnya. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, mereka akan diserang oleh sembilan puluh sembilan tinnin, tahukah kalian apa itu tinnin? Tujuh puluh ular, tiap ular memiliki tujuh kepala yang menggitnya hingga hari kiamat. ”

Sebab-sebab yang akan Menyelamatkan Dari Azab Kubur
Al-Imam Ibnul Qayyim berkata: “Sebab-sebab yang akan menyelamatkan seseorang dari azab kubur terbagi menjadi dua:
1. Dengan cara menjauhi seluruh sebab yang akan menjerumuskan manusia kedalam azab kubur seperti yang telah disebutkan di atas.
2. Sebab-sebab terperinci
Di antaranya:

A. Ribath siang & petang
Dari Fadhalah bin Ubaid, Rasulullah bersabda:
كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ
“Setiap manusia yang mati akan diputus amalannya, kecuali manusia yang mati dalam keadaan ribath (berjaga di perbatasan wilayah kaum muslimin) di jalan Allah. Amalannya hendak dikembangkan hingga datang hari kiamat & hendak diselamatkan dari fitnah kubur. ” (HR. At-Tirmidzi & Abu Dawud)

B.  Mati syahid
Dari Ubadah bin Ash-Shamit, Nabi SAW bersabda:
لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ
“Orang yang mati syahid hendak memperoleh enam keutamaan di sisi Allah: seperti diampuni dosa-dosanya dari awal pertumpahan darahnya, hendak menatap calon rumahnya di surga, hendak diselamatkan dari azab kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang amat besar, diberi hiasan dengan iman, dinikahkan dengan bidadari surga, dan diberi kemampuan untuk memberi syafaat kepada 70 manusia kerabatnya. ” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah )

C. Wafat pada malam jumat ataupun siang harinya.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash c, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يـَمُوتُ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari jumat ataupun malamnya, kecuali Allah hendak melindunginya dari fitnah kubur. ” (HR. Ahmad & Al-Fasawi )

D. Membaca surat Al-Mulk
Dari Ibnu Abbas, Nabi SAW bersabda:
هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Dia (surat Al-Mulk) ialah penghalang, ia adalah penyelamat yang hendak menyelamatkan pembacanya dari azab kubur. ” (HR. At-Tirmidzi, lihat Ash-Shahihah no. 1140) [dinukil dari Ar-Ruh dgn sedikit perubahan])


Semoga bermanfaat ...... :) :) :)“Aisyah Ra bertanya mengenai azab kubur, Rasulullah SAW menjawab: Iya, azab kubur pasti ada. ” (HR. Bukhari – Dalam Kitab Al-Janaiz).
“Aisyah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalatnya, “Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari azab kubur.” (HR. Mutafaqun Alaih).
“Ketika orang-orang yang durhaka kepada Allah tak mampu menjawab pertanyaan malaikat, ia akan dipukul dengan besi, hingga ia menjerit dengan teriakan yang amat keras, didengar oleh seluruh makhluk Allah, kecuali Jin dan Manusia, ” (HR. Bukhari dan juga Muslim).

Berikut kisah peristiwa nyata mengenai siksa kubur yang berlaku di Jazirah Arab.
Seorang pemuda dikeluarkan dari kuburnya setelah beberapa jam ia dikuburkan. Akibat mengalami azab kubur, pemuda tersebut telah berubah wajah dan juga jasadnya. Pemuda tersebut adalah remaja muslim yang meninggal pada usia 18 tahun. Seorang pemuda yang rusak akhlaknya, agamanya, dan juga sering melalaikan solat, hampir 3 jam pemuda tersebut dikuburkan, pihak keluarganya meminta kubur tersebut digali semula untuk keperluan tertentu.
Dan apa yang terjadi setelah mayat tersebut dikeluarkan, pandangan yang amat meng-aibkan. Rambut yang dulunya hitam berubah menjadi putih, dari mulut dan hidung keluar darah yang masih merah pekat, seperti baru mengalami siksaan kubur yang amat keras, seperti ada yang memukul dibagian belakang kepalanya, dengan wajah seperti diremas dan juga membeku.
Bagi seorang muslim ini merupakan pelajaran yang sangat bernilai agar segera memperbaiki hidupnya dengan bertaubat dari dosa-dosa yang telah dilakukan.

Sebab-Sebab Siksa Kubur
Ibnu Qoyyim Rahimahullah, dalam kitab Ar-Ruh menyebutkan ada sejumlah dosa dan juga maksiat yang dapat menyebabkan kita disiksa di alam kubur, diantaranya:
1. Melalaikan Solat
2. Membaca al-Quran lalu melupakannya
3. Tak bersuci sesudah membuang hadas kecil
4. Berbohong
5. Tak membayar zakat
6. kehidupan yang berlebih-lebihan
7. Memfitnah sesama saudara muslim
8. Khianat terhadap amanah
9. Tidak mau menolong sesama muslim
10. Meminum arak
11. Berzina

Waktu Siksa Kubur
Mengenai waktu siksa kubur, apa-kah seterusnya hingga hari kiamat ataukah hanya sementara?
Jawabannya: Bagi manusia kafir, maka siksaannya kekal hingga hari kiamat, seperti kaum Nuh dan juga pengikut Fir’aun, mereka tetap disiksa hingga kiamat tiba. Adapun bagi manusia mukmin yang bermaksiat, maka siksaan mereka tak kekal, bisa lama ataupun bisa juga sebentar sesuai dengan dosa dan juga ampunan Allah SWT.

Mengapa Siksa Kubur Tak Dinampakkan?
Adapun hikmah mengapa Allah SWT tak menampakkan siksa kubur bagi manusia ialah:
1. Untuk menutupi aib mayit.
2. Untuk menenangkan keluarga mayit.
3. Selaku kasih sayang kepada manusia.
Sebab Allah SWT mengetahui bahwa memang manusia tak kuat melihatnya. Bisa jadi kita senantiasa dibayangi dengan ketakutan manakala adzab tersebut ditampakkan.
4. Untuk menguji keimanan seorang terhadap masalah ghaib.
Seandainya dinampakkan berarti apa faedahnya ujian, sebab manusia hendak beriman kepada suatu yang mereka saksikan dengan mata kepala mereka. Lain halnya bila tak nampak maka cuma hendak diimani oleh manusia yang beriman saja.

Jenis-Jenis Siksa Azab Kubur
Siksa Kubur memiliki sejumlah jenis siksaan:

1. Dipukul dengan palu besi
عَنْ أََنََسٍ عَنِ النَّبِىِّ قَالَ « الْعَبْدُ إِذَا وُضِعَ فِى قَبْرِهِ ، وَتُوُلِّىَ وَذَهَبَ أَصْحَابُهُ حَتَّى إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ ، أَتَاهُ مَلَكَانِ فَأَقْعَدَاهُ فَيَقُولاَنِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِى هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ ؟ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ. فَيُقَالُ: انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنَ النَّارِ ، أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنَ الْجَنَّةِ. قَالَ النَّبِىُّ: فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا. وَأَمَّا الْكَافِرُ أَوِ الْمُنَافِقُ فَيَقُولُ: لاَ أَدْرِى، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيُقَالُ: لاَ دَرَيْتَ وَلاَ تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً بَيْنَ أُذُنَيْهِ ، فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ.

“Dari Anas Ra, beliau bersabda: “Seorang hamba apabila di telah dikubur, dan orang-orang yang mengantarnya telah berlangkah pergi meninggalkannya, maka ia mendengar suara sandal mereka. Lalu datanglah dua malaikat lalu menyuruhnya duduk seraya bertanya padanya: Apa yang kamu ketahui mengenai Muhammad? Lalu ia menjawab: Saya bersaksi bahwa ia ialah hamba Allah dan juga Rasul-Nya, maka dikatakan padanya: Lihatlah calon tempat mu di neraka telah diganti oleh Allah berupa tempat di surga. Nabi bersabda: Maka dia menatap keduanya. Adapun manusia kafir ataupun munafik maka mereka menjawab: Saya tidak mengerti, saya menyatakan apa yang diucapkan manusia. Lalu ia dipukul dengan palu dari besi, satu pukulan di antara kedua telinganya, sehingga ia berteriak dengan teriakan yang dapat didengar oleh semua makhluk hidup disekitarnya kecuali jin dan manusia. ”
(HR. Bukhori 1273, 1308 dan juga Muslim 2870. )

2. Dihimpitkan kuburnya
عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: قَالَ رسول الله: … « وَإِنَّ الْكَافِرَ ». فَذَكَرَ مَوْتَهُ قَالَ: « وَتُعَادُ رُوحُهُ فِى جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولاَنِ: مَنْ رَبُّكَ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِى. فَيَقُولاَنِ لَهُ: مَا دِينُكَ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِى. فَيَقُولاَنِ: مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِى بُعِثَ فِيكُمْ؟ فَيَقُولُ: هَاهْ هَاهْ لاَ أَدْرِى. فَيُنَادِى مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: أَنْ كَذَبَ فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ وَأَلْبِسُوهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ ». قَالَ: « فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا ». قَالَ: « وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ ». زَادَ فِى حَدِيثِ جَرِيرٍ قَالَ: « ثُمَّ يُقَيَّضُ لَهُ أَعْمَى أَبْكَمُ مَعَهُ مِرْزَبَّةٌ مِنْ حَدِيدٍ لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا ». قَالَ: « فَيَضْرِبُهُ بِهَا ضَرْبَةً يَسْمَعُهَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ فَيَصِيرُ تُرَابًا

“Dari Bara’ bin Azib, Rasulullah bersabda: 'Adapun manusia kafir, maka dia dikembalikan ruhnya dan juga didatangi dua malaikat dan menyuruhnya duduk seraya bertanya: Siapa Rabbmu? Dia menjawab: Ha, ha, ha, saya tidak mengerti. Malaikat bertanya: Apa agamamu? Dia menjawab: Ha, ha saya tidak mengerti. Malaikat bertanya lagi: Siapakah lelaki yang diutus kepadamu? Dia menjawab: Ha, ha saya tidak mengerti. Maka ada seruan dari langit: Hamba ini berdusta, maka bentangkan tempat untuknya dari neraka dan juga pakaikan pakaian untuknya dari neraka dan bukakan untuknya pintu menuju neraka. Akhirnya, datanglah kepadanya udara panas lagi beracun dan juga ia dihimpitkan kuburannya hingga bengkok seluruh tulangnya. Dalam hadits Jarir ada tambahan: “Kemudian diutus kepadanya seorang yang buta dan juga tuli dengan membawa alat pukul dari besi yang seandainya dipukul kan menuju gunung maka dia menjadi tanah. Lalu orang tersebut dipukul sehingga ia berteriak dan ia menjadi tanah.”
(HR. Abu Dawud 2/281)

3. Digigit ular berbisa
Dari Abu Hurairah, beliau bersabda “Adzab manusia kafir di kuburnya. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, mereka akan diserang oleh sembilan puluh sembilan tinnin, tahukah kalian apa itu tinnin? Tujuh puluh ular, tiap ular memiliki tujuh kepala yang menggitnya hingga hari kiamat. ”

Sebab-sebab yang akan Menyelamatkan Dari Azab Kubur
Al-Imam Ibnul Qayyim berkata: “Sebab-sebab yang akan menyelamatkan seseorang dari azab kubur terbagi menjadi dua:
1. Dengan cara menjauhi seluruh sebab yang akan menjerumuskan manusia kedalam azab kubur seperti yang telah disebutkan di atas.
2. Sebab-sebab terperinci
Di antaranya:

A. Ribath siang & petang
Dari Fadhalah bin Ubaid, Rasulullah bersabda:
كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ
“Setiap manusia yang mati akan diputus amalannya, kecuali manusia yang mati dalam keadaan ribath (berjaga di perbatasan wilayah kaum muslimin) di jalan Allah. Amalannya hendak dikembangkan hingga datang hari kiamat & hendak diselamatkan dari fitnah kubur. ” (HR. At-Tirmidzi & Abu Dawud)

B.  Mati syahid
Dari Ubadah bin Ash-Shamit, Nabi SAW bersabda:
لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ
“Orang yang mati syahid hendak memperoleh enam keutamaan di sisi Allah: seperti diampuni dosa-dosanya dari awal pertumpahan darahnya, hendak menatap calon rumahnya di surga, hendak diselamatkan dari azab kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang amat besar, diberi hiasan dengan iman, dinikahkan dengan bidadari surga, dan diberi kemampuan untuk memberi syafaat kepada 70 manusia kerabatnya. ” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah )

C. Wafat pada malam jumat ataupun siang harinya.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash c, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يـَمُوتُ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari jumat ataupun malamnya, kecuali Allah hendak melindunginya dari fitnah kubur. ” (HR. Ahmad & Al-Fasawi )

D. Membaca surat Al-Mulk
Dari Ibnu Abbas, Nabi SAW bersabda:
هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Dia (surat Al-Mulk) ialah penghalang, ia adalah penyelamat yang hendak menyelamatkan pembacanya dari azab kubur. ” (HR. At-Tirmidzi, lihat Ash-Shahihah no. 1140) [dinukil dari Ar-Ruh dgn sedikit perubahan])

Semoga bermanfaat ...... :) :) :)

Selasa, 14 Februari 2017

SEJARAH HARI VALENTINE DAN HUKUM MERAYAKANNYA DALAM ISLAM


Apasih Hari Valentine itu? Kok rame banget orang yang menyambut Hari Valentine?

Hari Valentine atau Valentine’s Day dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Sejumlah orang memaknainya sebagai perayaan kasih sayang, lainnya menuding sebagai 'peringatan yang sengaja diadakan' untuk mendongkrak penjualan kartu, cokelat, bunga, dan barang-barang lain yang dianggap mewakili ungkapan cinta.

Lalu apa asal usulnya tanggal 14 Februari bisa disebut Hari Kasih Sayang?

Dari asal usul namanya, Gereja Katolik mengakui ada 3 santo atau orang suci bernama Valentine atau Valentinus. "Dan ketiganya adalah martir," dikutip dari situs Guardian, Jumat 13 Februari 2015. Ketiga pria dari masa 200-an Masehi tersebut tewas secara mengenaskan.

Salah satu kisah menyebut, alkisah Kaisar Romawi Claudius II melarang para tentara muda menikah, agar mereka tak 'melempem' di medan tempur.
Namun,"Uskup Valentine melanggar perintah itu dan menikahkan salah satu pasangan secara diam-diam. Ia dieksekusi mati saat sang penguasa mengetahui pernikahan rahasia itu."

Saat ia dipenjara, legenda menyebut bahwa pria asal Genoa itu lantas jatuh cinta dengan putri orang yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi secara sadis, ia membuat surat cinta pada sang kekasih. Yang ditutup dengan kata, 'Dari Valentine-mu'.

Valentine yang lain adalah seorang pemuka agama di Kekaisaran Romawi yang membantu orang-orang Kristen yang dianiaya pada masa pemerintahan Claudius II. Saat dipenjara, ia mengembalikan penglihatan seorang gadis yang buta -- yang kemudian jatuh cinta padanya. Valentine yang itu dieksekusi penggal pada 14 Februari.

Yang ketiga adalah uskup yang saleh dari Terni, yang juga disiksa dan diekselusi selama pemerintahan Claudius II, juga tanggal 14 Februari -- di tahun yang berbeda.
Lepas dari legenda, keterkaitan Santo Valentine dan cinta baru muncul lama kemudian. Dalam puisi Geoffrey Chaucer, penyair Inggris dan penulis buku terkenal, 'The Canterbury Tales'.  Demikian menurut Andy Kelly, seorang ahli bahasa Inggris  dari University of California, Los Angeles, yang menulis buku 'Chaucer dan Cult of St Valentine'.

Chaucer, menulis sebuah puisi berjudul Parliament of Fowls (1382), untuk merayakan pertunangan Raja Richard II.

Dalam puisi itu, Hari Valentine dirayakan pada 3 Mei, bukan 14 Februari . "Itu adalah hari di mana semua burung memilih pasangannya dalam setahun," kata Kelly. "Tak lama setelahnya, dalam satu generasi, orang-orang mengambil ide untuk merayakan Valentine sebagai hari kasih sayang."

Valentine yang menjadi referensi Chaucer mungkin adalah Santo Valentine dari Genoa yang meninggal pada 3 Mei. Tetapi orang-orang pada saat itu tidak begitu akrab dengan sosok itu.
Mereka lebih akrab dengan kisah Valentine dari Roma dan Terni yang dieksekusi pada 14 Februari -- yang lantas dikaitkan dengan cinta.

Kisah Hari Valentine juga bisa ditelusuri dari era Romawi Kuno, terkait kepercayaan paganisme. Tiap tanggal 13-15 Februari, warga Romawi kuno merayakan Lupercalia. Upacara dimulai dengan pengorbanan dua ekor kambing jantan dan seekor anjing.

Kemudian, pria setengah telanjang berlarian di jalanan, mencambuk para gadis muda dengan tali yang terbuat dari kulit kambing yang baru dikorbankan. Walaupun mungkin terdengar seperti semacam ritual sesat sadomasokis, itu dilakukan orang-orang Romawi lakukan sampai tahun 496 Masehi. Sebagai ritus pemurnian dan kesuburan.

"Upacara diyakini bisa membuat perempuan lebih subur," kata  Noel Lenski, sejawaran dari University of Colorado, Boulder, seperti dimuat USA Today.

Puncak Lupercalia pada 15 Februari, di kaki Bukit Palatine, di samping gua -- yang diyakini menjadi tempat serigala betina menyusui Romulus and Remus -- pendiri kota Roma dalam mitologi Romawi.

Pada tahun 496, Paus Gelasius I melarang Lupercalia dan menyatakan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine.

Dari sejarahnya aja sadis ya, kok bisa disebut Hari Kasih Sayang? Lalu dalam Islam Hukum merayakannya gimana?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, ” Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ” (HR. At Tirmidzi) .

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, ” Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM “.
Mengapa ? karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata’ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata’ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.
Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan, ” Merayakan Hari Valentine itu tidak boleh ”, karena alasan berikut :
Pertama : Ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam. Kedua : Ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka.
Contoh kasus : ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
Menurut Ken Swiger dalam artikelnya "Should Biblical Christians Observe It?" mengatakan, "Kata 'Valentine' berasal dari bahasa Latin yang berarti, 'Yang Maha Kuat, Maha Perkasa dan Maha Kuasa' ". Sadar atau tidak ketika kita meminta menjadi "to be my Valetine", berarti sama dengan kita meminta orang menjadi "Sang Maha Kuasa". Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti percaya kepada hal-hal yang gaib dsb.
Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata’ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.
Di dalam ayat lainnya, artinya, ” Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22).

Berarti kesimpulannya?
Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.
Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.
Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang di luar Islam.
Valentine’s Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentine yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentine’s tersebut.






Sumber :