Kamis, 14 Juli 2016

Ukhti, Stop Selfie!

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Hm... bingung mulai dari mana :v

Beberapa tahun belakangan ini ada kebiasaan baru di dunia ini. Ntah kapan bermula, sepertinya sih sejak teknologi semakin maju. Adanya sosial media ditambah dengannya fitur kamera depan hampir di setiap handphone. Selfie.

Stop!
Stop upload foto kalian di sosial media! 


(kenapaaa?) (kok ngelarang-larang sih?)

Buat kalian yang masih suka mengupload foto, yuk kita berpikir dan merenung sejenak, persiapakan hati dan rendahkan hati agar mungkin tulisan ini dapat masuk ke hati. 


Duhai muslimah, coba mari kita berfikir untuk apa harus mengupload foto di sosial media? 
Pamer? Biar diliatin orang-orang? biar diliatin doi? 


  


Laki-laki yang beriman ga ada yang mau ngeliatin foto lu, yang suka ngeliatin foto lu paling terong-terongan sama bocah kem-keman :v 

Ngupload ke sosmed semua orang jadi lebih mudah ngeliat, dilike dishare makin luas tuh yang ngeliat. Dosanya itung aja berapa banyak orang yang ngeliatin foto lu :v 




Waw dosanya serem...
Mau lebih yang serem lagi....?



Banyak akun akun sosmed yang suka ngambilin foto akhwat.. Bahkan captionnya nyeremin. -_-

Ga percaya? coba buka akun..... eeiits sebentar. Ikhwan ga usah buka kalo ga mau kena dosa. yang ngebuka ane ga nanggung dosanya. Ini buat nakut nakutin akhwat :v

Instagram @Promotion_111

Cukup sampe disitu, ane nemu kaya gitu karna ada yang ngeshare. Jangan su'udzon :v

Jadilah mutiara di dasar laut daripada emas di toko pinggir jalan~







Selasa, 12 Juli 2016

Muslim dan Pokemon GO



Assalamu'alaikum ^^

Setelah kemarin kita ngeshare tentang game super mario yang tempoe doeloe banget, kali ini kita beralih ke game yang terkini banget! Yak kalian pasti udah pada denger, tau atau mungkin kalian juga udah mainin nih. Namanya Pokemon GO. (Apatuh Pokemon?) (Tontonan gua pas kecil tuh). 



Dulu pas kecil pada suka nonton pokemon kan? kali ini ada gamenya nih. Tapi... ini beda sama game yang biasanya. (Apa bedanya?).  Ini merupakan game berbasis augmented-reality yang dikembangkan oleh Pokemon Company bekerja sama dengan Nintendo dan Niantic. Lebih simplenya game ini dibuat berdasarkan kehidupan nyata. (Maksudnya?). Jadi kalo kalian bisa main game gerakin karakternya tinggal pencet tombol atas kanan kiri bawah, digame ini karakternya adalah diri kita sendiri. Dengan bantuan GPS kalian akan dipaksa untuk bergerak pergi dari rumah hanya untuk mencari POKEMON! (Waaw).  




 Di game ini kalian menjadi Pokemon Trainer. Kalian akan berkeliling dunia hanya untuk mengumpulkan pokemon dan bertarung dengan para player lainnya. 

Ada beberapa dampak nih dari adanya game ini, dari yang baik sampai buruk. 


1. Kecanduan

Ini mah pasti kayaknya ga perlu dijelasin :v 

2. Terlihat Aneh 

Karena adanya game ini, orang yang memainkannya akan terlihat aneh. Coba saja mereka berjalan kesana kemari celingak celinguk liat kiri kanan sambil megangin smartphone. Bahkan polisi jadi was-was karena ngeliat orang kaya gitu

3. Beresiko

(wah kenapa?) Yak game ini beresiko. Macem macem penyebabnya, ada yang karena jalan jalan megang handphone di jalanan jadi rawan pencopetan. Ada yang menyetir mobil sambil mencari pokemon yang bisa ngebahayain orang lain. Di game ini jadi ada yang namanya Pokestop disini kita bisa dapet item kaya Pokeball (Bola Pokemon) dan tempatnya ini macem macem contoh kantor polisi. Dalam aplikasi Pokemon GO kantor polisi tersebut ternyata adalah stasiun Pokestop. Tidak ingin ada gamer yang sembarang masuk, kepolisian Darwin langsung mengumumkan himbauan dengan cara yang unik: 
Pokemon GO Kepolisian Darwin

Selain pokestop. Ada beberapa pokemon legendaris di Indonesia. Gregetnya! Tempat pokemon tersebut sangat sulit  didatangi yaitu dari Gunung merapi sampai di kuburan! Tepatnya di TPU Jeruk Purut ada pokemon legendaris bertipe ghost bernama Giratina. Gregetnya lagi pokemon itu hanya akan muncul di malam hari :v  
4. Rajin Berolahrga

Seorang gamer yang biasanya kerjaannya cuma depan pc atau smartphone di rumah terus kini jadi suka berolahraga. 

"Ini adalah pertama kalinya saya berjalan kaki jauh selama berjam-jam dari rumah," kata Joshua Loughren, remaja 16 tahun yang menghabiskan akhir pekan menangkap Pokemon di mall NorthPark Center, Dallas, Amerika Serikat.

5. Rajin Traveling


Gamer yang biasanya kerjaan cuma di atas kasur kini disuruh menjelajah ke alam bro! Pokemon Legendaris yang ada di Indonesia banyak ditaruh di tempat tempat wisata. kaya Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Bunaken, Danau Toba sampai Raja Ampat! Karena lumayan banyak pokemon legendaris di Indonesia pastinya bakal banyak para wisatawan asing yang dateng ke Indonesia. Nambah devisa negara lagi tuh ^^


6. Rajin ke Masjid (?)
Ini nih kenapa ane tulis judulnya "Muslim dan Pokemon GO" . Kalo di luar negri pokestop biasanya terdapat di taman, monumen, lapangan bahkan sampai kantor polisi. Di Indonesia pokestop banyak berada di Masjid bahkan Musholla kecil!
 

Keren bukan? Walau ga semuanya masjid tapi lumayan banyak. Dan pastinya para pemain game ini dia harus pergi ke masjid nih buat dapetin item. Dan kalo ke masjid kemungkinan dia bakalan sholat, malu lah sama tetangga dateng ke masjid malah maen hp doang :v 

Kalau main game ini yang pasti jangan sampe males ke masjid yah. Masa pokemon jauh jauh dicariin giliran ke masjid males-,- 


fyi : gamenya belom resmi rilis di Indonesia, jadi kalo cari di Playstore ga bakal nemu, cari .apknya digoogle aja yang mau main ^^ 

Senin, 11 Juli 2016

Super Mario Bros 3 : Mario Forever

Assalamu'alaikum teman teman ^^

Cie yang pada liburan~ Liburan pada kemana nih? Jangan jangan kamu cuma tiduran di atas kasur 2 minggu  (O,O)?

Yang gak ada kerjaan yuk bernostalgia dengan game lama. Siapa sih yang ga tau super mario :v ? Mungkin anak kecil jaman sekarang pada ga tau game ini nih.

Super Mario Bros 3 : Mario Forever !





Downloadnya klik disini yah ^^

Yang kangen main yuk, cuma sekitar 20 MB doang kok ^^

Yang penting main gamenya jangan sampai lupa sholat yah~

Yak, Selamat menikmati gamenya~




*Blog Rohis antimainstream ngeshare game :v


  

Minggu, 10 Juli 2016

Mengucapkan Kalimat Ini, 30 Malaikat Berebut Mencatatnya


Kalimat ini luar biasa. Singkat, namun keutamaannya sangat besar sehingga seketika mengundang puluhan malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyaksikan 30 malaikat datang dan berbebut mencatat untuk orang yang membacanya.
Peristiwa itu terjadi ketika Rasulullah dan para sahabat sedang shalat berjamaah. Ketika i’tidal, Rasulullah sebagai imam membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Allah Maha Menengar orang yang memuji-Nya
Umumnya, sahabat akan melanjutkan doa Rasulullah tersebut dengan ucapan

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu
Namun, ada salah seorang sahabat yang membaca doa:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu. Aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah
Ketika shalat telah selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “siapa yang membaca doa tadi?”
Seorang sahabat menjawab, “Saya, ya Rasulullah”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda:

رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا ، أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ

“Aku melihat lebih dari 30 malaikat saling berebut siapa di antara mereka yang mencatatnya terlebih dahulu”
Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari ini menjelaskan betapa luar biasa keutamaan doa tersebut. Maka doa itu pun menjadi salah satu alternatif doa i’tidal yang perlu dibaca makmum setelah imam mengucapkan “sami’allahu liman hamidah.”
Mungkin ada yang bertanya, mengapa Rasulullah bisa tahu ada puluhan malaikat yang berebut mencatat padahal beliau sedang menjadi imam yang posisinya paling depan? Itulah mukjizat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam hadits yang lain kita mendapatkan penjelasan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bisa melihat orang yang berada di belakangnya, dengan izin Allah.

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّى أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى . وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ

“Dari Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Luruskanlah shaf kalian, aku melihat kalian dari belakang punggungku.” Lantas salah seorang di antara kami melekatkan pundaknya pada pundak temannya, lalu kakinya pada kaki temannya.” (HR. Bukhari)
Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]
sumber: http://bersamadakwah.net/ucapkan-kalimat-ini-30-malaikat-berebut-mencatat/

Bantu Dr. Zakir Naik Dengan Petisi Ini

Sebuah permohonan kepada saudara-saudari muslimin untuk melindungi Dr.Zakir Naik dari serangan fitnah media telah diterbitkan dalam bentuk petisi online pada media changedotorg. Hal tersebut seiring dengan hastag #IStandWithZakirNaik #ISupportZakirNaik, #Stop_the_vilification_campaign_against_Zakir_Naik yang menghebohkan media sosial.
Ulama ahli perbandingan agama ini telah mengalami ujian fitnah yang menyusul serangan tragis dan tidak manusiawi di Dhaka, Bangladesh pada tanggal 1 Juli 2016 lalu. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda yang tidak bertanggungjawab dan diduga berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS. Anehnya, surat kabar India sengaja mencoba untuk menghubungkan aksi keji ini terhadap Cendekiawan Islam Dr. Zakir Naik, sebagaimana dilaporkan Middle East Update, Sabtu (9/7/2016).
Laporan dari surat kabar itu menuduh bahwa Dr. Zakir Naik, dalam pidato-pidatonya telah menyerukan umat Islam untuk menjadi “teroris”. Surat kabar tersebut juga mengatakan Zakir Naik telah menginspirasi dua dari penyerang dibalik pembantaian Dhaka.
Mereka mengklaim bahwa salah satu dari penyerang telah berbagi kutipan Dr. Zakir di Facebooknya dan penyerang yang lainnya memfollow Dr. Zakir di Twitter.
Dr. Zakir Naik adalah ulama dan pembicara terkenal di dunia,disamping itu beliau juga memiliki riwayat pendidikan sebagai seorang dokter. Selama lebih dari dua dekade hingga sekarang, Dr. Zakir telah memberikan ceramah dan melakukan debat dengan berbagai tokoh dan petinggi dari berbagai agama di seluruh dunia, termasuk di India.
Dalam pidato dan perdebatannya, yang banyak tersebar di internet, beliau banyak berbicara tentang perbandingan agama, mengutip teks-teks agama dari berbagai kitab suci dan referensi utama masing-masing agama untuk menjembatani kesenjangan antara masyarakat.
Dr. Zakir Naik telah menyatakan berulang kali bahwa kelompok ISIS tidak mencerminkan Islam dan menyebut kelompok teror ini sebagai musuh Islam. Dr. Zakir dengan tegas mengatakan: “Dengan menggunakan nama ‘Islamic State’, kita telah mengutuk agama Islam. Mereka (ISIS) adalah ‘Anti Islamic State’ dari Irak dan Suriah yang telah membunuh warga yang tidak bersalah. Nama ini (Islamic State) diberikan oleh musuh-musuh Islam.”
Jadi pertanyaannya adalah, Jika Dr. Zakir mengatakan ISIS adalah tidak Islami, bagaimana mungkin beliau bisa menginspirasi tindakan terorisme yang dilakukan oleh kelompok ISIS?
Hal ini tidak hanya menyesatkan, harian The Hindu dan NDTV telah menyebarkan informasi palsu yang dipublikasikan untuk menodai citra ulama terkenal dari India tersebut yang telah banyak memualafkan non-muslim, terutama di negara kelahirannya itu.
Laporan di NDTV tertanggal 5 Juli 2016 menyatakan bahwa Dr. Zakir dilarang berceramah di Malaysia, ini jelas tidak benar. Pada kenyataannya, beliau baru-baru ini memberikan ceramah di Malaysia.
Dalam program “NewsHour on timesnow” Arnab Goswami mengeluarkan banyak pernyataan fitnah yang dituduhkan kepada Dr. Zakir Naik, seperti mengatakan bahwa Dr. Zakir sebagai pendukung bom bunuh diri dan menginspirasi teroris di seluruh dunia.
Goswami dan tim risetnya telah sengaja menyiarkan kebohongan terhadap Dr. Zakir, tanpa bisa menghadirkan bukti yang kuat untuk mendukung tuduhan mereka.
Jika memang benar Dr. Zakir Naik ada di balik serangan ini dan menginspirasi si penyerang, mengapa tidak ada sedikitpun bukti terhadap dirinya?
Dr. Zakir Naik tidak pernah mengatakan apapun yang bertentangan dengan Konstitusi negara India. Beliau berkata di salah satu pidatonya, mempraktekkan dan menyebarkan agama seseorang dengan cara damai adalah hak setiap warga negara ini.
Seharusnya peran koran dan saluran TV adalah untuk melaporkan fakta-fakta, berdasarkan penyelidikan menyeluruh, bukan untuk mempublikasikan kabar yang ditiup, laporan stigma dan keresahan, seperti yang jelas terlihat dalam hal ini (tuduhan terhadap Dr.Zakir) dan banyak laporan lainnya.
Media menciptakan opini publik yang negatif terhadap Dr. Zakir Naik untuk menjatuhkannya melalui agenda jahat mereka.
Kampanye fitnah yang dipimpin oleh media India terhadap Dr Zakir Naik harus dihentikan.
Salah satu usaha dari muslimin untuk melawan fitnah terhadap Dr.Zakir Naik adalah dengan membuat petisi kepada Dewan Pers India untuk menyelidiki agenda di balik pemberitaan negatif ini, dan meminta mereka menghentikan kampanye kebencian dan fitnah mereka terhadap Dr. Zakir Naik. Pihak pemohon juga mendesak Dewan Pers India untuk menuntut media yang terlibat mengajukan permintaan maaf kepada Dr Zakir Naik yang telah dinodai citranya, dimana media India disini sangat berperan dalam memvonis Zakir Naik (seorang warga negara India yang cinta damai dan taat hukum) sebagai seorang kriminal.
Berikut Link Petisi:
Red: Adiba Hasan
http://www.antiliberalnews.com/2016/07/10/lindungi-dr-zakir-dari-fitnah-islamhaters-dengan-petisi-ini/