Jumat, 25 Juni 2010

AMAZING,,! :D

1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765

123456 x 8 + 6 = 987654

1234567 x 8 + 7 = 9876543

12345678 x 8 + 8 = 98765432

123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11

12 x 9 + 3 = 111

123 x 9 + 4 = 1111

1234 x 9 + 5 = 11111

12345 x 9 + 6 = 111111

123456 x 9 + 7 = 1111111

1234567 x 9 + 8 = 11111111

12345678 x 9 + 9 = 111111111

123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88

98 x 9 + 6 = 888

987 x 9 + 5 = 8888

9876 x 9 + 4 = 88888

98765 x 9 + 3 = 888888

987654 x 9 + 2 = 8888888

9876543 x 9 + 1 = 88888888

98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilliant kan?

dan lihat ini:

1 x 1 = 1

11 x 11 = 121

111 x 111 = 12321

1111 x 1111 = 1234321

11111 x 11111 = 123454321

111111 x 111111 = 12345654321

1111111 x 1111111 = 1234567654321

11111111 x 11111111 = 123456787654321

111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Sekarang liat ini..

101%

Liat dengan seksama point ini :

Berapa hasil 100%?

Apa yang dimaksud dengan berikan lebih dari 100%?

Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

Saya kasih semua kondisi dimana seseorang pengen GIVE OVER 100%.

How about ACHIEVING 101%?

What equals 100% in life?

Here's a little mathematical formula that might help

Answer these questions:

JIka :

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

sebanding dengan:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.

Maka :

H-A-R-D-W-O- R- K

8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%

Dan:

K-N-O-W-L-E-D-G-E

11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%

Tapi:

A-T-T-I-T-U- D-E

1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%

Kemudian. liat, bagaimana mencintai Allah (love of God) akan memberikan nilai :

L-O-V-E-O-F- G-O-D

12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%

Kesimpulannya didalam matematika:

While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will

get you there, It's the Love of God that will put you over the top!

It's up to you if you share this with your friends & loved ones just

the way I did..

Kamis, 13 Mei 2010

palestine

Blood like water,
bodies such as garbage,
night as day,
glow of the rocket, like fireworks in the evening.

A child throws a stone.
a girl loses interest,
spit on a soldier's mother loser,
a father loses his head.

Picture of a country,
subjugated the country.
picture of greed loser nation,
description of the signs of the end of the world.

Palestine,
we know you're not going to fall,
Palestine.
we know you will never quit.
Palestine.
We know there is victory in your tears.

We're sorry palestine,
we can only add to your burdens,
we do not help you,
we're still a loser,
but we promise this time will lift your name with the sacrifice,
will be lifted by one religion,
ISLAMIC rahmatan LILALAMIN

dep syiar sman58 jkt

Minggu, 09 Mei 2010

Cerita motivasi kisah "wortel" "telur" dan "kopi"

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

  • Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.
  • Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
  • Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”


Sumber: http://ekojuli.wordpress.com/2009/04/16/cerita-motivasi-kisah-wortel-telur-dan-kopi/

Rabu, 28 April 2010


Nih dia yang ditunggu-tunggu.
Hehehe, :p

Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.

Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat. Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.

Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi.

Dari pengamatan penulis, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….

“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat Anti. Amanah Anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun (seimbang). Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukht!”

“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Saya nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”

Akhwat : “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”
Ikhwan : “Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”

(Halah… gombal semua tuh!!!)
Ada yang lebih parah nih … kayak gini:
“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”

“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”

“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….”

Oh .. nooo!! Aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…

Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:

”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”

Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:

“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”

Nah lo!!

Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko?
Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.

Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-Rata Penuhkalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?

So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….

Akhwat : “Ane pengin rihlah, ke syurga …”
Ikhwan : “Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani, meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukht v ^_^ )

Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.

Karena Aku Mencintaimu Wahai Ukhty… Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu Karena cintaku padamu, Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah Karena cinta ini, Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu, Ku tak ingin mempesonamu, Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum, Atau pun menaruh harap padaku. Maka biarlah… Aku bersikap tegas padamu, Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu, Biarkan aku bersikap dingin, Tidak mengapa kau tidak menyukai aku, Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku…. Semua itu karena aku mencintaimu, Demi keselamatanmu, Demi kemuliaanmu.

So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagu bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^

Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukht … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antunna tidak suka terombang-ambing kan? Antunna lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antunna dengan datang ke orang tua Antunna. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …

SO SEMUANYA … WASPADAI GOMBALISASI!!!

Selasa, 27 April 2010

KEBAHAGIAAN SANG MUJAHID...........................!

Tak apalah perut bertemakan lapar


Tak mengapa kemewahan dunia tak kumiliki.......


Tak jadi soal badan tergores luka dan disakiti...


Biarlah si jahil mengejek dan mencemooh...


Biarlah beban berat ini kupikul......


Biarlah jalan derita harus kuarungi...


Biarlah tiada orang yang kan menemani


Asalkan, Ridho ILLAHI dapat ku gapai...



Demikian serpihan untaian kata mutiara tergores di kalbu Sang Mujahid. Aqidah yang mengakar pada iman yang tinggi, dirawat dan dipupuk dengan resep-resep ilahiyah, mampu membuahkan keyakinan yang kuat dan kokoh. sedebupun tak di cemari keraguan untuk menghimpun segenap potensi dan kekuatan. bahkan raganya siap jadi tumbal perjuangan. Bashirohnya telah menemukan makna dan nilai hidup, yakni terletak pada akidah dan jihad. Kiat hidupnya menjadi bukti ia tengah mempatrikan jiwanya untuk tegaknya dienul islam.


Si Mujahid sadar keyakinan yang dianutnya dan perjuangan yang di hadapinya merupakan jalan hidup yang tidak rata, suram, berduri, penuh bebatuan, BAnyak kelok dan lika liku panjang. Bila dalam perjalanan kakinya tertusuk duri atau tersandung batu sampai mengalir darah, ia tidak akan meringis apalagi mengeluh. Malah tampak seberkas senyum menghiasi bibirnya seraya bertahmid, berharap darah yang memuncar adalah darah kotor pemberat langkah sekaligus penghapus dosa.



Sang Mujahid sadar ......

rentetan cemooh, godaan dan pengorbanan memang resiko keyakinan dan perjuangan. cepat atau lambat hal itu pasti datang menguji ketangguhan siakp mujahid. datangnya dari segala arah dan berbagai kalangan. dari orang yang dekat atau jauh. terkadang dari ayah dan ibu sendiri, saudara, kaum kerabat, teman serta sahabat. orang-orang yang menjadi hamba dunia sudah pasti turut menentang para mujahid.



Adalah sunnatullah bahwa untuk mencapai predikat kesucian dan gelar kemuliaan harus dengan bayaran yang mahal. begitu pula dengan tugas da'wah. da'wah merupakan warisan para nabi dan rasul. mereka tidak mewariskan kesenangan dan kemewahan hidup melainkan mewariskan amanah yang berat, yakni menegakkan risalatullah yang tinggi dan agung.



Jika demikian mungkinkah jalan da'wah yang penuh dengan godaan dan rintangan ini dapat di lalui oleh orang-orang yang berakhlak rendah? bisakah tugas dengan seribu satu macam persoalan di hadapi tanpa kesiapan dan persiapan? dijadikan tugas iseng mengisi waktu luang? berbekal tenaga sisa? dana sisa? pikiran sisa? lalu, kapan umat islam akan jaya? akankah tanpa adanya perjuangan dan pengorbanan.....? hanya dengan bermujahadalah daulah islamiyah dapat diwujudkan...



saudaraku seiman.....

sepayah-payah hidup....

sesusah-susah hidup...

sesakit-sakit derita berjuang........

sekeras-keras siksa tangan si dzalim

sebandingkah dengan neraka yang paling ringan?


janganlah takut....


apalagi gentar oleh ancaman dunia...

syurga menantimu wahai saudaraku

syahidkanlah dirimu di medan JIHAD!!!!

Teruntuk Semua MUJAHID tercinta...