Tampilkan postingan dengan label dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dzikir. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Mei 2014

INILAH DZIKIR HEBAT PERLINDUNGAN NABI MUHAMMAD S.A.W DAN NABI IBRAHIM A.S


Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ قَالَهَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام حِينَ أُلْقِيَ فِي النَّارِ وَقَالَهَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ قَالُوا إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ (رواه البخاري)

Dari Ibnu Abbas ra, “Hasbunallah wani’mal Wakil’ kalimat yang dibaca oleh Nabi Ibrahim as ketika dilempar ke dalam ap, dan juga telah dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika diprovokasi oleh orang kafir, supaya takut kepada mereka ; ‘sesungguhnya manusia telah mengumpulkan segala kekuatannya untuk menghancurkan kalian, maka takutlah kamu dan janganlah melawan, tapi orang-orang beriman bertambah imannya dan membaca, Hasbunallah wa ni’mal Wakil (cukuplah Allah yang mencukupi kami dan cukuplah Allah sebagai tempat kami bertawakal.” (HR. Bukhari)

Kedua Nabi yang saban shalat kita bershalawat ditahiyat akhir, bukan orang sembarangan mereka kekasih Allah SWT yang paling tinggi. Keduanya bertawakkal penuh kepada Allah SWT saja dengan bacaan tsb. Bertawakkal dijalan Allah tegar diatas ujian sembari mendawamkan amalan diatas.

Ada tiga faedah amalan Hasbunallah yaitu :

Pertama, permohonan pertolongan Allah

Kedua, memantapkan hati atas kekuasaan Allah SWT meliputi segala sesuatu

Ketig, menguatkan hati Dijalan Allah, juga sebagai bentuk tawakkal kepada-Nya, sebagaimana kedua Nabi yang mulia itu teguh memegang agama Allah SWT dikala diuji oleh penguasa.

Bacaan yang kudu dihayatin gak sekedar hanya dilisan saja. Mereka bertawakkal meyakini jalan Allah yang terbaik, tidak berpindah jalan, walau mendapat ancaman dari orang-orang kafir untuk meninggalkan jalan-Nya.

- Meyakini jalan Allah SWT seperti tegar mengenakan jilbab dikala orang mencibirnya.

- Meyakini jalan Allah SWT meninggalkan bunga rentenir walaupun hatinya kepingin.

- Meyakini jalan Allah SWT dengan benahin ibadah, jalanin yang wajib disempurnakan dengan jalanin ibadah yang sunnah

- Meyakini jalan Allah SWT dengan bersedekah terbaik atau dikala sempit
Walaupun godaan dunia seringkali menahannya.

- Meyakini Syariat Allah sebagai solusi kehidupan, baik pribadi, keluarga dan berbangsa walaupun ujian dan godaannya besar.

Semuanya tidak menggoyaahkan kakinya dijalan Allah, marilah kita dawamin wirid tersebut dengan menghayatinya sebagaimana para kekasih Allah SWT.


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

Selasa, 15 April 2014

( IBADAH ) DZIKIR PEMBUKA PINTU HATI DAN MENGHIDUPKAN JIWA


Rasulullah SAW juga pernah menggambarkan perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah seperti orang yang hidup, sementara orang yang tidak berdzikir kepada Allah sebagai orang yang mati:

عَنْ أَبِي مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الذِّي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالذِّي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati." (HR. Bukhari)

Ketenangan bukanlah sebuah kata yang tiada makna dan hampa. Namun ketenangan memiliki dimensi yang sangat luas, yaitu mencakup kebahagian di dunia dan di akhirat. Allah SWT ketika memanggil seorang hamba untuk kembali ke haribaan-Nya guna mendapatkan keridhaan-Nya, menggunakan istilah ini:

"Wahai jiwa-jiwa yang tenang. Kembalilah kamu pada Rabmu dalam kondisi ridha dan diridhai. Maka masuklah kamu dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah kamu dalam surga-Ku." (Al-Fajr, 27-30)

Syekh Hasan al-Basri, mengungkapkan dalam sebuah kata mutiara yang sangat indah:

تَفَقَّدُوْا الْحَلاَوَةَ فيِ ثَلاَثَةِ أَشْيَاءٍ : فِي الصَّلاَةِ، وَفِي الذِّكْرِ وَفِي قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، فَإِنْ وَجَدْتُمْ… وَإِلاَّ فَاعْلَمُوْا أَنَّ اْلبَابَ مُغْلَقٌ

"Raihlah keindahan dalam tiga hal; dalam shalat, dalam dzikir dan dalam tilawatul Qur’an, dan kalian akan mendapatkannya… Jika tidak maka ketahuilah, bahwa pintu telah tertutup."

Karenanya tugas kita menghayati dzikir kepada Allah dengan seenuh hati yang tunduk akan kebesaran-Nya, disanalah jiwa akan mendapatkan keamanan dan ketenangan karena bersandar kepada yang maha kuasa.

Allah SWT Berfirman :

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الذِّيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بْالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهُ وَلاَ تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلاَ تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengkuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." (Al-Kahfi, 18:28)

( Al Hasyr - 59:19)

(ولا تكون كالذين نسوا الله فأنساهم أنفسهم، أولئك هم الفاسقون)

"Dan janganlah kamu menjadi termasuk orang-orang yang melupakan Allah, maka Allah pun akan melupakan mereka."

( Al-Anfal, 8:45 )

(واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون)

"..Dan berdzikirlah kalaian yang banyak kepada Allah, semoga kalian beruntung."


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839