Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 November 2014

Setan Aslinya Takut Dengan Manusia (Jangan Kebalik)


“hii, malam-malam lewat kuburan… takuuutt”

“ruangan pojok sekolah serem lho, katanya ada siswi yang gantung diri akibat MBA”

“kalau lewat pohon tua itu, haru bilang “misi mbah, numpang lewat”, klo ga’ ntar diganggu dan dilempar-lempar”

Demikianlah “mindset” dalam beberapa benak orang. Takut dengan beberapa hal yang berbau mistis. Akan tetapi kalo kita sudah belajar agama dengan baik. Maka kita jadi manusia yang tegar,berani dan mulia karena kekuatan iman mengalahkan rasa takut seperti ini.

Setan dan jin takut asalnya kepada Manusia

Jika seorang manusia memiliki iman yang kuat dan memiliki ilmu serta menjaga batasan-batasan Allah. Maka setan akan menjauh darinya.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar bin Al Khaththab,

إِنِّي نَألَظُرُ إِلَى شَيَاطِينِ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ قَدْ فَرُّوا مِنْ عُمَرَ. قَالَتْ: فَرَجَعْتُ

‘Sungguh, aku benar-benar melihat setan dari kalangan jin dan manusia lari dari ‘Umar.[1]

Demikian juga beliau bersabda,

والـذي نفسي بيده ما لقيك الشيطان سالكا فجّا إلا سلك فجا غير فجك

“Demi yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah setan menjumpaimu ketika menempuh satu jalan, kecuali pasti mengambil jalan lain yang tidak engkau lalui.”[2]

Demikian juga riwayat bahwa setan tidak jadi masuk masjid karena takut kepada seorang alim yang sedang tidur.

selengkapnya:
http://muslimafiyah.com/setan-aslinya-takut-dengan-manusia-jangan-kebalik.html

dr. Raehanul Bahraen

Senin, 28 Juli 2014

AKHIR KEHIDUPAN BAGI MANUSIA DAN DIMULAINYA HARI AKHIRAT

Rasulullah SAW Bersabda, "Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah). Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada Iman meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya. Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa'), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Dan syetan menjelma pada mereka manusia lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka ( Menukar Iman) agar menyembah berhala (Hingga Imannya batal), sedang mereka hidup dalam kesenangan. Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya. Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah hujan seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya). Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu. Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya. Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang. Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari Qiyamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara Qiyamat)." (Hadits Riwayat Muslim).

Selasa, 15 April 2014

( MUHASABAH ) MERAIH CAHAYA PETUNJUK DALAM KEGELAPAN KEHIDUPAN MANUSIA


Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketahuilah bahwasanya bakal terjadi fitnah-fitnah (malapetaka)!" Kami bertanya, "Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Berpegang teguh dengan Kitabullah, sebab di dalamnya disebutkan sejarah orang-orang sebelum kalian, dan khabar tentang yang akan datang setelah kalian, dan di dalamnya juga terdapat hukum terhadap perselisihan di antara kalian. Ia adalah pemisah antara hak dan bathil, dan sekali-kali bukanlah senda gurau. Barangsiapa meninggalkannya karena keangkuhan, niscaya Allah akan membinasakannya. Dan barangsiapa mencari petunjuk dari selainnya, niscaya Allah akan menyesatkannya. Ia adalah tali Allah yang kokoh. Dan ia adalah bacaan yang penuh hikmah. Dan ia adalah jalan Allah yang lurus." (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Dibeberapa negara barat, banyak mereka sibuk dan mati-matian dalam menangani kebakaran hutan yang menghabiskan hutan-hutan lindung dan beberapa rumah penduduk, tetapi mereka tidak ambil peduli dengan berkembangnya kelompok-kelompok kaum Luth, homo dan lesbi yang makin lama makin kuat. Bahkan, sejak lama mereka mempunyai hari besar mereka yang biasa mereka rayakan dengan dana jutaan dolar, bahkan milyaran dolar dengan berbagai bentuk kendaraan hias dan pakaian serta model. Mereka akan berjalan berpawai di kota-kota besar. Ribuan bahkan jutaan orang akan menyaksikan berbagai macam bentuk kaum Luth. Pada saat itu dengan bangga akan menampilkan jati dirinya dengan alasan kebebasan.

Kita berjalan dalam mengarungi kehidupan ini di antara dua lembah, yaitu lembah ketaatan dan kemaksiatan. Allah menyatakan dalam firman-Nya yang bermakna, "Alif laaf miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Al-Ankabut: 1-3).

Allah akan terus menguji keimanan kita dari waktu ke waktu, hari ke hari, minggu, tahun, hingga wafatnya kita dari alam yang fana ini.

Tidak ada solusi yang terbaik dan paling tepat, kecuali kembali kepada tuntunan Ilahi, sebagaimana yang telah ditegaskan Rasulullah saw dalam hadis di atas, yaitu berpegang teguh dengan Alquran dan as-sunnah. Ia adalah pemisah antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah senda gurau. Barangsiapa meninggalkannya karena keangkuhan, niscaya Allah akan membinasakannya. Dan barangsiapa mencari petunjuk dari selainnya, niscaya Allah akan menyesatkannya. Ia adalah tali Allah yang kokoh. Dan ia adalah bacaan yang penuh hikmah. Dan ia adalah jalan Allah yang lurus.

Kembali kepada Alquran dan sunnah bukan hanya tugas para ulama, tetapi dia hendaknya disadari dari segala lapisan masyarakat, baik kalangan pemimpin, elit politik, militer, dan usahawan, maupun rakyat secara keseluruhan. Sehingga, kesadaran ini akan membawa kemajuan dan keberhasilan kita di dunia dan di akhirat.

"Yaa Allah, berilah kami manfaat dari apa yang Engkau telah ajari kami, dan ajarilah kami dengan apa yang bermanfaat untuk kami, dan tambahilah ilmu kami, segala puji milik Allah atas setiap keadaan, kami berlindung kepada Allah dari keadaan ahli neraka."

"Yaa Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari terpecah belah, dan nifaaq, dan keburukan, amiin ya rabbal alamiin."


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839