Tampilkan postingan dengan label menju kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menju kematian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Maret 2014

Siapkah Untuk Mati?


1. siapa yang sudah siap untuk mati? | mungkin tak ada satupun mengakui

2. yang lajang bilang ingin menikah baru menemui mati | yang sudah menikah menunggu keturunan barulah rela mati

3. yang beranak beralasan tak ingin menelantarkan anak untuk mati | sementara yang sudah tua lebih lagi takut dengan yang namanya mati

4. selalu ada alasan untuk hidup lebih lama di dunia | kemewahan kemudahan dan yang fana itu memperdaya

5. mengikat hati kita pada satu hal yang lekang dimakan masa | lalu melupakan yang kekal dan yang memberi semuanya

6. kawan banyak tapi umpama buih di lautan | dan gentar telah dicabut dari hati lawan | saat itu dicampakkan pada kita penyakit wahn

7. saat ditanya para sahabat tentang gerangan penyakit wahn | Rasul menjawab "ia adalah cintakan dunia dan takutkan kematian"

8. saat itulah anak, istri, ayah, ibu, niaga, rumah dan tunggangan | semua rezeki yang diberi Allah malah lebih dicintai ketimbang Dia

9. saat kaki terikat pada nikmat dunia dan tangan terbelenggu dosa | saat itu kita buta dari nikmat Allah dan tuli dari seruan surga

10. saat itu batas antara berani dan pengecut jadi kabur | saat itu alasan memimpin untuk lari dari perjuangan

11. aku tak meminta untuk jadi berani untuk maju dalam pertempuran | aku hanya meminta untuk tidak pengecut lari dari pertempuran

12. agar nikmat yang Allah berikan tak jadi fitnah | dan karunia yang Allah berikan bukan jadi masalah

13. selagi lagi kita berpikir siapkah kita akan kematian | hening dalam hati bisu dalam lisan terdiam tak terjawabkan

14. mempersiapkan sesuatu yang takkan pernah siap | namun ia pasti datang tanpa menunggu siap atau tak siap

15. makin banyak yang melekat makin sulit untuk melepas | makin banyak kelalaian makin sedikit bekal perjalanan

16. mati itu bukan soal apa, kapan dan dimana | tapi soal kenapa, bagaimana dan bersama siapa

17. semoga tiada yang ditinggalkan kecuali kebaikan | dan tiada pula yang dibawa kecuali kebaikan

18. semoga yang awalnya tangisan akhirnya senyuman | yang awalnya bersih kembali dalam keadaan lebih bersih

19. dan ketahuilah baik-baik dalam hati | kita bukan manusia pertama yang mati


sumber: https://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw