
Jika ada orang kaya mengatakan padamu 'sedang engkau yakin
tentang kejujurannya', berilah si fulan ini dan itu, besok engkau akan kuberi
sesuatu yang lebih baik daripadanya, apakah engkau akan enggan menuruti
kemauannya? Tentu, sedetik pun engkau tidak akan terlambat memenuhi
keinginannya sebab engkau akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Lalu,
apatah lagi jika yang menjanjikan kepadamu itu Allah Azza Wajalla, Pemilik
langit dan bumi, Dzat Yang Maha Agung, Maha Pengasih dan Maha Kaya? Allah
berfirman, "Dan kebaikan apa saja yang engkau perbuat untuk dirimu,
niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling
baik dan yang paling besar pahalanya." (Al Muzzammil: 20)
Orang yang berinfak (bersedekah) di jalan Allah seakan-akan memberi pinjaman
kepada Allah, padahal Dia adalah Maha Kaya dan Maha Pemberi. Pilihan kata
"qardh" (pinjaman) tentu karena begitu sangat mulianya kedudukan
orang yang berinfak di sisi Allah. Di samping, kata "qardh" membawa
makna hutang piutang, yang berarti Allah 'Dzat yang tidak menyelisihi
janji-Nya' pasti membayar hutangNya tersebut.
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik
(menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan
pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan
melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan." (Al Baqarah:
245)
Dan, berinfak di jalan Allah adalah suatu perdagangan yang pelakunya tak akan
pernah merugi sepanjang masa. Ia adalah perdagangan yang mengalirkan ridha
Allah dan anugerah-Nya yang luas. Lihat (Q.S. 35: 29-30).
Di ayat lain Allah menegaskan, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari
Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan
untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan
(hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan
amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan." (Ali Imran: 133-134). Karena itu, bersegeralah
saudaraku menuju Surga yang memang diperuntukkan Allah bagi segenap hamba-Nya
yang bertakwa, yang di antara sifat-sifat mereka adalah menafkahkan hartanya,
baik di waktu lapang maupun sempit.
Suatu kali, ada seorang Salaf yang berthawaf di Ka'bah seraya berulang-ulang
membaca do'a, "Ya Allah, jagalah diriku dari sifat kikir, ya Allah jagalah
diriku dari sifat kikir." Sehingga ada yang menegur, wahai hamba Allah,
apakah engkau tidak mengetahui selain do'a ini? Ia menjawab, sesungguhnya Allah
berfirman, "Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka
itulah orang-orang yang beruntung." (Al Hasyr: 9)
Sebaliknya, orang yang menimbun hartanya dan tidak mau menafkahkan sebagian
daripadanya kelak pada Hari Kiamat Allah akan mengalungkan harta yang ia
bakhilkan tersebut di batang lehernya, (Q.S.: 3: 180). Dengan emas dan peraknya
'padahal di dunia keduanya amat ia banggakan' yang telah dipanaskan dalam
Neraka Jahannam, dahi, lambung dan punggung mereka dibakar/diseterika, (Q.S.
9:34-35)
Adapun keberuntungan atau faedah menafkahkan harta di jalan Allah adalah sangat
banyak. Disini disebutkan sembilan
Pertama, Allah menjamin nafkah orang tersebut. Dalam hadits Qudsi disebutkan,
"Wahai anak Adam, berinfaklah niscaya Aku (menjamin) nafkahmu."
(Muttafaq Alaih)
Kedua, mendapatkan kebaikan saat tibanya Hari Penyesalan, Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa bersedekah senilai satu
biji kurma dari hasil kerja(nya) yang baik 'dan Allah tidak menerima kecuali
yang baik-baik' maka sungguh Allah menerimanya dengan Tangan KananNya, lalu
merawatnya sebagaimana salah seorang dari kamu merawat anak kuda/ untanya
sehingga (banyaknya) seperti gunung, karena itu bersedekahlah !."
(Muttafaq Alaih)
Ketiga, bersedekah bisa menghapuskan dosa. Rasulullah Shallallahu Alaihi
Wasallam bersabda, "Puasa adalah benteng, sedangkan sedekah melenyapkan
kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api." (HR. Ibnu Majah dan
Turmudzi, ia berkata hadits hasan shahih)
Keempat, nama harum di tengah-tengah masyarakat. Orang yang senang berinfak dan
menyelesaikan kesulitan orang lain akan menjadi buah bibir dalam hal kebaikan.
Berbeda dengan orang yang kikir, ia akan menjadi tumpuan kebencian orang lain
karena hanya menumpuk harta bendanya untuk dirinya sendiri. Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Celakalah hamba dinar, celakalah
hamba dirham ..."(HR. Bukhari dari Abu Hurairah).
Kelima, berinfak adalah salah satu akhlak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Di
antara perbuatan yang sangat beliau cintai adalah memberi, bahkan memberikan
sesuatu yang sangat beliau butuhkan sendiri, seperti pakaian yang sedang beliau
kenakan. Demikian menurut hadits riwayat Bukhari dari Sahl bin Sa'ad
Radhiallahu Anhu.
Keenam, berinfak menyebabkan rezki bertambah, berkembang dan penuh berkah.
Lihat kembali (Q.S. 2:245)
Ketujuh, sedekah menyebabkan pemiliknya mendapat naungan pada Hari Pembalasan.
Kelak pada Hari Pembalasan, saat kesulitan manusia memuncak dan matahari
didekatkan dengan ubun-ubun manusia. Ketika itulah orang-orang yang suka
bersedekah mendapat jaminan. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiallahu Anhu
disebutkan, ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah, pada hari yang
tiada naungan kecuali naungan-Nya. Salah satunya adalah, "Laki-laki yang bersedekah
dan menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
dikeluarkan oleh tangan kanannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedelapan, kecintaan Allah dan kecintaan manusia terhadapnya. Orang yang suka
memberi akan dicintai orang lain, sebab secara fithrah manusia mencintai orang
yang berbuat baik padanya. Seorang penyair bersenandung, "Berbuat baiklah
kepada manusia, niscaya engkau menaklukkan hatinya. Sungguh, kebaikanlah yang
menakluk-kan manusia. Berbuat baiklah jika engkau bisa dan kuasa, karena tidak
selamanya orang kuasa berbuat baik."
Kesembilan, kemudahan melakukan keta'atan. Allah menolong orang yang suka
bersedekah dalam melakukan berbagai keta'atan, sehingga ia merasa mudah
melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah berfirman, "Adapun
orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan
adanya pahala yang terbaik (Surga), maka Kami akan menyiapkan baginya jalan
yang mudah".( Al Lail: 5-7)
Mudah-mudahan Allah menggolongkan kita termasuk di antara hamba-hamba-Nya yang
suka bersedekah. Aamiin...
sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839