Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2016

Faedah Menafkahkan Harta di Jalan Allah

Jika ada orang kaya mengatakan padamu 'sedang engkau yakin tentang kejujurannya', berilah si fulan ini dan itu, besok engkau akan kuberi sesuatu yang lebih baik daripadanya, apakah engkau akan enggan menuruti kemauannya? Tentu, sedetik pun engkau tidak akan terlambat memenuhi keinginannya sebab engkau akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Lalu, apatah lagi jika yang menjanjikan kepadamu itu Allah Azza Wajalla, Pemilik langit dan bumi, Dzat Yang Maha Agung, Maha Pengasih dan Maha Kaya? Allah berfirman, "Dan kebaikan apa saja yang engkau perbuat untuk dirimu, niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya." (Al Muzzammil: 20)

Orang yang berinfak (bersedekah) di jalan Allah seakan-akan memberi pinjaman kepada Allah, padahal Dia adalah Maha Kaya dan Maha Pemberi. Pilihan kata "qardh" (pinjaman) tentu karena begitu sangat mulianya kedudukan orang yang berinfak di sisi Allah. Di samping, kata "qardh" membawa makna hutang piutang, yang berarti Allah 'Dzat yang tidak menyelisihi janji-Nya' pasti membayar hutangNya tersebut.

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan." (Al Baqarah: 245)

Dan, berinfak di jalan Allah adalah suatu perdagangan yang pelakunya tak akan pernah merugi sepanjang masa. Ia adalah perdagangan yang mengalirkan ridha Allah dan anugerah-Nya yang luas. Lihat (Q.S. 35: 29-30).

Di ayat lain Allah menegaskan, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Ali Imran: 133-134). Karena itu, bersegeralah saudaraku menuju Surga yang memang diperuntukkan Allah bagi segenap hamba-Nya yang bertakwa, yang di antara sifat-sifat mereka adalah menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit.

Suatu kali, ada seorang Salaf yang berthawaf di Ka'bah seraya berulang-ulang membaca do'a, "Ya Allah, jagalah diriku dari sifat kikir, ya Allah jagalah diriku dari sifat kikir." Sehingga ada yang menegur, wahai hamba Allah, apakah engkau tidak mengetahui selain do'a ini? Ia menjawab, sesungguhnya Allah berfirman, "Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Al Hasyr: 9)

Sebaliknya, orang yang menimbun hartanya dan tidak mau menafkahkan sebagian daripadanya kelak pada Hari Kiamat Allah akan mengalungkan harta yang ia bakhilkan tersebut di batang lehernya, (Q.S.: 3: 180). Dengan emas dan peraknya 'padahal di dunia keduanya amat ia banggakan' yang telah dipanaskan dalam Neraka Jahannam, dahi, lambung dan punggung mereka dibakar/diseterika, (Q.S. 9:34-35)

Adapun keberuntungan atau faedah menafkahkan harta di jalan Allah adalah sangat banyak. Disini disebutkan sembilan

Pertama, Allah menjamin nafkah orang tersebut. Dalam hadits Qudsi disebutkan, "Wahai anak Adam, berinfaklah niscaya Aku (menjamin) nafkahmu." (Muttafaq Alaih)

Kedua, mendapatkan kebaikan saat tibanya Hari Penyesalan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa bersedekah senilai satu biji kurma dari hasil kerja(nya) yang baik 'dan Allah tidak menerima kecuali yang baik-baik' maka sungguh Allah menerimanya dengan Tangan KananNya, lalu merawatnya sebagaimana salah seorang dari kamu merawat anak kuda/ untanya sehingga (banyaknya) seperti gunung, karena itu bersedekahlah !." (Muttafaq Alaih)

Ketiga, bersedekah bisa menghapuskan dosa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Puasa adalah benteng, sedangkan sedekah melenyapkan kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api." (HR. Ibnu Majah dan Turmudzi, ia berkata hadits hasan shahih)

Keempat, nama harum di tengah-tengah masyarakat. Orang yang senang berinfak dan menyelesaikan kesulitan orang lain akan menjadi buah bibir dalam hal kebaikan. Berbeda dengan orang yang kikir, ia akan menjadi tumpuan kebencian orang lain karena hanya menumpuk harta bendanya untuk dirinya sendiri. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham ..."(HR. Bukhari dari Abu Hurairah).

Kelima, berinfak adalah salah satu akhlak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Di antara perbuatan yang sangat beliau cintai adalah memberi, bahkan memberikan sesuatu yang sangat beliau butuhkan sendiri, seperti pakaian yang sedang beliau kenakan. Demikian menurut hadits riwayat Bukhari dari Sahl bin Sa'ad Radhiallahu Anhu.

Keenam, berinfak menyebabkan rezki bertambah, berkembang dan penuh berkah. Lihat kembali (Q.S. 2:245)

Ketujuh, sedekah menyebabkan pemiliknya mendapat naungan pada Hari Pembalasan. Kelak pada Hari Pembalasan, saat kesulitan manusia memuncak dan matahari didekatkan dengan ubun-ubun manusia. Ketika itulah orang-orang yang suka bersedekah mendapat jaminan. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiallahu Anhu disebutkan, ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah, pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya. Salah satunya adalah, "Laki-laki yang bersedekah dan menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedelapan, kecintaan Allah dan kecintaan manusia terhadapnya. Orang yang suka memberi akan dicintai orang lain, sebab secara fithrah manusia mencintai orang yang berbuat baik padanya. Seorang penyair bersenandung, "Berbuat baiklah kepada manusia, niscaya engkau menaklukkan hatinya. Sungguh, kebaikanlah yang menakluk-kan manusia. Berbuat baiklah jika engkau bisa dan kuasa, karena tidak selamanya orang kuasa berbuat baik."

Kesembilan, kemudahan melakukan keta'atan. Allah menolong orang yang suka bersedekah dalam melakukan berbagai keta'atan, sehingga ia merasa mudah melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah berfirman, "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (Surga), maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah".( Al Lail: 5-7)

Mudah-mudahan Allah menggolongkan kita termasuk di antara hamba-hamba-Nya yang suka bersedekah. Aamiin...

sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

Jumat, 08 Juli 2016

Jangan Banyak Tertawa bos

 Bismillahirrahmanirrahim

 

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ
    
“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7435)

Apa anda sering tertawa? sampe lupa diri?

Tobatlah! istighfar sebanyak banyaknya...

Hadits diatas udeh shahih ndan,kalo tertawa itu bisa bikin hati mati. 
loh berarti kita gaboleh ketawa dong bro? ya ga juga lah boleh tawa asal sewajarnya jangan sampe terbahak bahak,Rasulullah aja bisa kok kagak sampe kebahak bahak lah elo umatnya masa gabisa? ngaku cinta rasul tapi nahan kek ginian aja gabisa.. hah
nih ndan tambahan,sesuatu yang berlebihan bakalan ada dampaknya sama kayak makan ndan, lo makan nih kenyangkan? ya efek dari kenyang itu bakalan nimbulin berbagai sifat contoh males dan yang parah lagi amarah lo bisa naik.. makanya nabi pernah bilang berhentilah makan sebelum kenyang.

so? masih mau ketawa terbahak bahak? istighfar ndan..



ye ane cuman mau bilang aja sih kalo sewaktu waktu nanti nih lo lagi ketawa terus MAMA dateng nyabut nyawa lo,gimana rasanya? gaada dua kalimat syahadat yang keluar dari mulut lo ndan yang ada cuman HAHAHAAHAH HAHAHAHAHA HAHAHAHAHHA bret bret 
INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN


think again

Minggu, 01 Mei 2016

DOA PENTING YANG HENDAKNYA DIMOHONKAN OLEH SEORANG HAMBA

Assalamualaikum para pembaca blog setia ROHIS SMAN 58 hehe, kembali lagi nih afwan ya karna kita jarang update untuk artikel :) tapi kali ini ane bakalan mau share sedikit karya Yazid Abdul Qadir Jawas walau sedikit ya semoga bermanfaat luar biasa. aamiin

Doa Penting Yang Hendaknya Dimohonkan Oleh Seorang Hamba :














1. Mohon hidayah/petunjuk kepada Allah yaitu hidayah taufiq agar ditunjuki di atas jalan yang benar

2.Mohon kepada Allah agar diampuni segala dosa yang dilakukan,karena setiap hari pasti kita tak luput dari dosa

3.Mohon kepada Allah agar dimasukkan kedalam Surga dan dijauhi dari Neraka

4.Mohon kepada Allah keselamatan dunia dan Akhirat,serta dijauhkan dari berbagai bencana dan malapetaka

5.Mohon kepada Allah agar hati ditetapkan di atas agama dan tetap istiqamah dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya

6.Mohon kepada Allah agar ditetapkan nikmat islam,Sunnah dan diselamatkan dari segala kemurkaan-Nya

Sumber : Buku DOA & WIRID karya Yazid Abdul Qadir Jawas
Gambar : google

Rabu, 10 Februari 2016

Valentine day?

Assalamu'alaikum, Hai sobat pembaca setia blogger rohis dimanapun kalian berada.
Udah bulan februari, kita ketemu lagi nih. Kali ini, kita bakal mau ngomongin tentang Valentine day.


Apaan tuh? Pembalap moto GP?
Bukan bro! Itu mah Valentino!
Terus apaan dong?
Itu tuh merk shampo! 
Itu mah pen**tin

Valentine's day itu.. hari kasih sayang. KATANYA. Sebelum kita pahamin apa itu, kita lihat dulu sejarahnya.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra ayat 36 yang artinya :

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)

Buat masalah sejarah adanya valentine itu, sebenernya ada banyak nih mas mbak versinya. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
  
Udah dibaca kan tuh? Gimana rasanya? Wanita dianggap murahan banget bro waktu itu! Selama setahun bebas diapain aja tuh Naudzubillahimindzalik..
Sejarahnya aja udah begitu buruknya. 

Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)

Sejarahnya aja ga jelas, masih yakin pada mau ngikut ngerayain?






Pada saat ini bahkan valentine dijadikan hari untuk bermaksiat. Banyak muda-mudi yang konon katanya menyatakan "cinta"nya dengan berzina. Hati-hati dengan hawa nafsu beratas namakan cinta. Dari ngasih coklat sampai ngasih bunga kaya orang mati, mereka lakukan untuk menyatakan cintanya. Sampah bro!

Kita selaku umat muslim ga perlu ikut ikutan begituan. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut"
(HR. Abu Dawud)

Karena cinta tak perlu diumbar ketika kita belum siap untuk menikah. Inget bro, masih SMA! Kalo belom mau nikah ngapain ikut ikutan, pacaran dan lain-lain. Menodai diri sendiri, dan juga menodai orang yang engkau sayangi. Kalo lu cinta sama seseorang, lu ga bakal ngajak ke neraka bareng bareng bro!
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk"
(Al Isra:32)


Rabu, 20 Januari 2016

10 MATA PEDANG SEDEKAH


Hadist, dan atsar shahabah disebutkan beberapa keutamaan sedekah dan orang yang melakukannya. Baca dan renungilah dalil-dalil dibawah ini, semoga Allah memberi hidayah sehingga sikap bakhil dan kikir tidak bersemayam didalam hati kita dan segera diganti dengan sikap suka memberi.

1. Amalan yang Utama

Rasulullah SAW telah bersabda:
“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan diatas adalah yg memberi dan tangan di bawah adalah yang menerima”(HR. Muslim)

Umar Bin Khathtab pernah berkata:
“Sesungguhnya amalan-amalan itu saling membanggakan diri satu sama lain, maka sedekahpun berkata (kepada amalan- amalan lainnya),’Akulah yang paling utama diantara kalian’

2. Melindungi Dari Bencana

Rasulullah SAW pernah bersabda seperti dibawah ini:
“Obatilah orang sakit diantara kalian dg sedekah”

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan:
“Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yg menakjubkan utk menolak berbagai macam bencana sekalipun pelakunya orang yang fajir (pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara sedekah tersebut…”

3. Berlipat Ganda Pahalanya

Allah SWT telah berfirman:
“Perumpamaan (infak yg dikeluarkan oleh) orang-orang yg menginfakan hartanya di jalan Allah adalah serupa dg sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiapbulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yg Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui(QS.Al-Baqarah:261)

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barangsiapa bersedekah senilai satu biji kurma yg berasal dari mata pencaharian yg baik—dan Allah tidak akan menerima kecuali yg baik—maka sesungguhnya Allah akan menerimanya dg tangan kanan-Nya, kemudian dipelihara untuk pemiliknya, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah itu menjadi (besar) seperti gunung”

4. Dapat Menghapus Dosa dan Kesalahan

Rasul SAW bersabda:
“Bersedekahlah kalian, meski hanya dg sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api”

Beliau juga menasehatkan kepada para pedagang:
“Wahai sekalian pedagang,sesungguhnya setan dan dosa menghadiri jual beli kalian, maka sertailah jual beli kalian dengan sedekah.”

5. Menjadikan Harta Berkah dan Terus Berkembang

Allah SWT berfirman:
“Katakanlah,’Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rejeki bagi siapa yg dikehendaki diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yg dikehendaki-Nya).
Dan apa yg kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rejeki sebaik-baiknya.(QS.Saba’:39)

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah akan mengembangkan sedekah kurma atau sepotong makanan dari seorang diantara kalian, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda atau anak untanya, sehingga sedekah tersebut menjadi besar seperti bukit Uhud”

6. Melapangkan Jalan ke Surga dan Menyumbat Jalan ke Neraka

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg di sediakan utk orang-orang yg bertakwa. (Yaitu) orang-orang yg menginfakkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dam memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang yg berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imron:133-134)

Rasulullah SAW bersabda:
“Buatlah penghalang antara dirimu dan api neraka walau hanya dg separuh butir kurma.”

7. Menjadi Bukti Keimanan

Di dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda:
“Sedekah adalah menjadi burhan(bukti).” (HR.Muslim)
Maksudnya, sedekah adalah bukti keimanan pelakunya.Sesungguhnya orang munafik menolak keberadaan sedekah karena tidak meyakininya. Barangsiapa yg mau bersedekah, maka hal itu menunjukkan kebenaraan imannya.

Rasul SAW juga bersabda:
“Sifat iman dan kikir tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.”



8. Membawa Keberuntungan dan Merupakan Pintu Gerbang Semua Kebaikan

Allah SWT berfirman :
“Dan barang siapa yg dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yg beruntung.”
(QS. Al Hasyr:9)

Dalam ayat lain, Allah juga menegaskan:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yg kamu cintai, dan apa saja yg kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”( QS.Ali Imran:92)


9. Akan Mendapat Naungan di Padang Mahsyar

Sedekah akan menolong pelakunya dari kesengsaraan dalam perjalanan menuju alam akhirat, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap orang akan berada dibawah naungan sedekahnya, hingga diputuskannya perkara-perkara diantara manusia”

Didalam hadits lain Beliau juga bersabda:
“Naungan seorang mukmin di hari kiamat adalah sedekahnya”(Shahih Ibnu Khuzaimah 4/95)

10. Pahalanya Akan Mengalir Terus Walaupun Telah Mati

Rasul SAW bersabda:
“Pahala amalan dan kebaikan yg bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya—Beliau menyebutkan diantaranya--,(yakni)musyaf yg ia tinggalkan,masjid yg ia bangun,rumah untuk orang yg dalam perjalanan yg ia bangun, sungai yg ia alirkan, atau sedekah yg ia keluarkan dari hartanya dikala sehat dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya.”


sumber: https://www.facebook.com/notes/yusuf-mansur-network/10-mata-pedang-sedekah/247946225209

Rabu, 06 Januari 2016

Resolusi 2016 : Jangan Menunda Kebaikan


Kini tahun telah 2016 telah datang dan 2015 telah berlalu. Sebelum terlalu lama berlalu mari kita renungkan perbuatan kita selama 12 bulan yang telah kita lewati. Renungkan lebih banyak manakah kebaikan atau keburukan yang telah kita lakukan.


Dari Syadad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad saw, beliau berkata: “Orang yang pandai adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT” (Imam Turmudzi) .

Seorang Muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus memiliki visi & planing untuk kehidupannya yang lebih kekal abadi. Karena orang yang sukses adalah orang yang mampu mengatur keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertaqwa adalah orang yang ‘rela’ mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, ‘kebahagian kehidupan ukhrawi.’


Usia kita mungkin bertambah, namun waktu kehidupan kita di dunia senantiasa berkurang. Sebelum kita sampai di  akhir waktu kehidupan kita bersegeralah berbuat kebaikan. 


Di tahun 2016 ini kita perlu membuat sebuah resolusi. Jadikan tahun 2016 sebagai langkah awal kita untuk menjadi generasi yang lebih baik lagi. Resolusi tahun 2016 yang harus dilakukan oleh umat islam adalah “jangan menunda kebaikan.” Jangan menunggu tua dulu untuk berhijab, jangan menunggu tua dulu untuk rajin ke masjid, jangan  menunggu tua dulu untuk rajin mengaji, jangan menunggu tua dulu untuk memikirkan kehidupan akhirat, jangan menunggua tua dulu untuk melakukan kebaikan. Ingatlah, kita tidak tahu kapan akhir waktu kehidupan yang diberikan Allah kepada kita. Karena syarat mati tidak harus sakit. Karena syarat mati tidak harus tua. Oleh karena itu janganlah kalian menunda kebaikan. Tetaplah istiqomah dalam berbuat kebaikan, sampai di akhir waktu kehidupan. 

Tetap istiqomah dalam kebaikan yah.. ;)

Resolusi 2016 : Jangan Menunda Kebaikan


Kini tahun telah 2016 telah datang dan 2015 telah berlalu. Sebelum terlalu lama berlalu mari kita renungkan perbuatan kita selama 12 bulan yang telah kita lewati. Renungkan lebih banyak manakah kebaikan atau keburukan yang telah kita lakukan.


Dari Syadad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad saw, beliau berkata: “Orang yang pandai adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT” (Imam Turmudzi) .

Seorang Muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus memiliki visi & planing untuk kehidupannya yang lebih kekal abadi. Karena orang yang sukses adalah orang yang mampu mengatur keinginan singkatnya demi keinginan jangka panjangnya. Orang bertaqwa adalah orang yang ‘rela’ mengorbankan keinginan duniawinya, demi tujuan yang lebih mulia, ‘kebahagian kehidupan ukhrawi.’


Usia kita mungkin bertambah, namun waktu kehidupan kita di dunia senantiasa berkurang. Sebelum kita sampai di  akhir waktu kehidupan kita bersegeralah berbuat kebaikan. 


Di tahun 2016 ini kita perlu membuat sebuah resolusi. Jadikan tahun 2016 sebagai langkah awal kita untuk menjadi generasi yang lebih baik lagi. Resolusi tahun 2016 yang harus dilakukan oleh umat islam adalah “jangan menunda kebaikan.” Jangan menunggu tua dulu untuk berhijab, jangan menunggu tua dulu untuk rajin ke masjid, jangan  menunggu tua dulu untuk rajin mengaji, jangan menunggu tua dulu untuk memikirkan kehidupan akhirat, jangan menunggua tua dulu untuk melakukan kebaikan. Ingatlah, kita tidak tahu kapan akhir waktu kehidupan yang diberikan Allah kepada kita. Karena syarat mati tidak harus sakit. Karena syarat mati tidak harus tua. Oleh karena itu janganlah kalian menunda kebaikan. Tetaplah istiqomah dalam berbuat kebaikan, sampai di akhir waktu kehidupan. 

Tetap istiqomah dalam kebaikan yah.. ;)

Selasa, 11 November 2014

( IBADAH ) PERBANYAKLAH BERTAUBAT DENGAN SHALAT TAUBAT


Rasulullah Shallallahu Alaihi wassalam meriwayatkan sabda Rabb ‘Azza wa Jalla “…Wahai Anak Adam , jika kamu senantiasa berdoa kepadaKu, mengharapkanKu, meminta ampunan dari Ku, niscaya Aku akan mengampunimu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam, andaikan dosamu setinggi langit, kemudian kamu memohon ampunanKU, niscaya Aku aku akan mengampunimu. Wahai anak Adam, andaikan Kamu menemui-Ku dengan kesalahan seluas bumi, tetapi tidak mensekutukan-Ku dengan apapun, maka aku akan mengampunimu dengan ampunan seisi bumi..”

Setiap kita pasti memiliki dosa , kesalahan, noda dan aib. Jika demikian..apakah semua itu akan terus melekat dan kita berputus asa dari rahmat Allah akan ampunanNya..? Tidak sama sekali… karena Allah menyuruh kita untuk menuju pintu ampunanNya, maaf dan taubat.

Berbahagialah bagi orang yang mencuci bercak-bercak dosa dengan taubat, dan kembali terhindar dari segala kesalahan sebelum kesempatan hilang. Siapakah yang bisa selamat dari penyakit dunia? Siapakah yang selalu sehat dan tidak pernah sakit? Siapakah yang hidup, sedang kehidupannya tidak pernah bersanding dengan kematian? Siapakah yang umurnya tidak pernah berakhir….??

Jika kita merasa bergelimang dosa, dan maksiat membumbung tinggi sampai ke angkasa…kesadaran ini adalah satu anugrah. Lanjutkanlah dengan menghapus dosa , yang dapat dilakukan dengan shalat Taubat. Mari kita mengenal lebih dekat tentang shalat Taubat ini dan tata caranya menurut sunah Nabi ..!

Abu Bakar Ash-shiddiq Radiyallahu Anhu mendengar Rasulullahu shallallahu Alaihi Wassalam bersabda,

“ Tak seorang pun hamba mukmin yang memiliki dosa lalu ia bersuci dengan benar, kemudian bangun melakukan shalat dua rakaat memohon ampunan kepada Allah dari dosanya tersebut, melainkan Allah akan mengampuninya...” (Haidts Shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud 1521, at Tirmidzi 3006, Ibnu Majah 1395, An Nassai Ibnu Hibban 2/10

Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata kemudian ,” Rasulullah membaca firman Allah Subhanahu waTa’ala :

“ dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya diri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (AN Nisa : 110)

Kita mulai dengan “ Bersuci yang benar” maksudnya berwudhu sesuai dengan sunah-sunnah wudhu, tertib dari awal hingga akhir mulai dari membaca basmalah hingga akhir wudhu.

“Tak seorang pun hamba yang mukmin” baik laki-laki maupun wanita, tidak ada perbedaan. “kemudian bangun” maksudnya bersiap-siap setelah wudhu untuk melakukan shalat. “ memohon ampun kepada Allah “ memohon ampunan atas dosanya yang merupakan penyebab ia melakukan shalat. Memohon ampun disini maksudnya taubat dengan penuh penyesalan, mencerabut dari dosa dan berazam untuk tidak kembali mengulang hal yang sama selamanya dan mengembalikan seluruh hak orang lain jika ada.

Demikian sangat jelas penjelas tentang keutamaan shalat taubat dimana ia merupakan sunnah Rasulullah dalam melakukannya. Shalat taubat bisa menghapus dosa dan menghapus segala kesalahan, mengangkat derajat , menambah kebaikan dan memupus keburukan. Oleha karena itu perbanyaklah melakukan shalat taubat semampumu. Inilah bagian dari rahamat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita. Allah pun membuka berbagai puintu taubat, melalui shalat taubat. Maksiat atau dosa yang ‘dicuci’ kemudian dengan thaharah melalui wudhu, dan pengakuan yang direfleksikan dengan berdiri di hadapan Allah, setelah itu ketaatan yang teraktualisasikan dalam shalat, kemudian berdoa kepada Allah dalam sujud dan beristighfar seusai shalat. Semua hal ini jika dilakukan bisa menjadi resep mujarab diterimanya taubat berapapun besarnya maksiat dan dosa yang telah kamu lakukan terhadap Allah dalam berbagai hakNya.


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?fref=ts

( QALBU ) MEWASPADAI PENYEBAB HATI YANG MATI


Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, Shahih Al-Jami’ no. 7435)

Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dia berkata:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَجْمِعًا ضَاحِكًا حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari no. 6092 dan Muslim no. 1497)

Imam Nawardi di dalam kitabnya Adab ad Dunia wa ad Diin menyebutkan bahwa tertawa sesungguhnya kebiasaan yang dapat menyibukkannya dari melihat perkara-perkara penting, melalaikan dari berfikir terhadap berbagai musibah yang memilukan.

Orang yang banyak tertawa tidaklah memiliki kehormatan dan kemuliaan. Diriwayatkan Oleh Abu Idris al Khulani dari Abu Dzar al Ghifari berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Waspadalah kamu terhadap banyak tertawa. Sesungguhnya ia dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah (mu).

Jangan malu menangis karena insya Allah mata yang menangis pertanda hati yang sehat dan jernih. Ibnu Abbas berkata saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua mata yang tidak disentuh api neraka: Mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata semalaman berjaga di berjihad jalan Allah “ (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al Qur’an ) dibacakan kepada mereka , mereka menyungkurkan wajah, bersujud dan mereka berkata “Maha suci Rabb kami; sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi,” Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk” (Al Isra 107-109)

Menangis adalah satu karunia Allah kepada kita. Berhati-hatilah jika kita termasuk orang yang tidak bisa meneteskan air mata akibat hati yang keras.

Bukan saja mata kita kering karena tidak ada air yang membasuhnya secara alami, tetapi juga kekeringan jiwa akibat terpaan angan-angan kosong duniawi yang terlalu berlebihan hingga menutupi nuraninya.

( Renungan Hati )

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.

Umar berkata, ”Barangsiapa yang banyak tertawa maka sedikit kemuliaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan.”

Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Bertakwalah kepada Allah dan waspadalah terhadap canda. Sesungguhnya canda dapat mewariskan kedengkian dan membawanya kepada keburukan.”
Wa billah at Taufiq (Fatawa al Azhar juz X hal 225)


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?fref=ts

( SEHAT ) MENDALAMI MANFAAT DARI HABBATUSSAUDA


BLACK SEED atau NIGELLA SATIVA dan yang lebih dikenal oleh umat Islam dengan nama Habbatussauda’ dipercaya berasal dari daerah Mediterania namun dikembangbiakan dibelahan dunia, termasuk Saudi, Afrika Utara, dan sebagian Asia. Bentuknya kecil dan berserabut, berukuran tidak lebih dari 3 mm panjangnya, BLACK SEED merupakan tumbuhan bunga fennel biasa (Nigella Sativa) keluarga buttercup (Ranunculaceae). Terkadang ada salah persepsi antara Nigella Sativa dengan tumbuhan herbal fennel (Foeniculum vulgare). Ada dua macam tumbuhan ini, berwarna ungu kebiru-biruan atau putih.

Pusat pertumbuhan bunga tersebut pada bagian cabang di semua tangkainya saat daunnya saling tumbuh berseberangan secara berpasangan. Daun di bagian bawah bentuknya kecil dan pendek, sedangkan bagian atas lebih panjang (6-10 cm). Batang bunga tersebut bisa mencapai ketinggian 12 sampai 18 inchi sehingga kebagian buahnya, BLACK SEED yang matang.

Dalam bahasa inggris, tanaman NIGELLA SATIVA lebih sering mengacu pada “Love in a Mist”. Selain itu NIGELLA SATIVA, yang lebih dikenal dan dipakai sejak masa dahulu ini juga disebut Shonaiz di Persia. Hal yang paling berhubungan tentang BLACK SEED adalah bahwa tumbuhan ini merupakan bagian dari sebuah pendekatan religius untuk kesehatan dan keseharian manusia.

( Hystoris )

Selama berabad-abad, minyak dan herba Black Seed telah digunakan oleh jutaan orang di Asia, Timur Tengah, dan Afrika untuk menjaga kesehataannya. Memiliki aroma, bentuk yang sama seperti biji wijen, namun berwarna hitam, black seed telah digunakan secara tradisional untuk berbagai keperluan dan penyembuhan penyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan, perut dan saluran pencernaan, gangguan pada lambung dan liver, sistem kekebalan tubuh, dan untuk menjaga kesehatan secara baik.

( Sekian Penelitian )

Pada tahun 1986, Dr Ahmad Al Qadhy dan rekan-rekannya melakukan penelitian di Amerika Serikat (AS) tentang pengaruh Habatussauda’ terhadap sistem kekebalan tubuh (imuniti) manusia. Penelitian yang dilakukan dalam dua tahap itu menghasilkan kesimpulan pertama: Kelebihan prosentase The Helper T-Cell atas suppresor cells ts mencapai 55% dan ada sedikit kelebihan atas killer cell orcytoxic sebanyak 30%.
Penelitian tahap kedua dengan melibatkan 18 sukarelawan yang badan mereka terlihat sehat dan segar. Mereka dibagi dalam dua kelompok, satu kelompok diberi satu gram Habatussauda’ setiap harinya, dan kelompok lain diberi karbon. Selama empat pekan mereka mengkonsumsi Habatussauda’ dan karbon yang sudah dikemas dalam butir-butir kapsul.

Hasilnya, Habatussauda’ menguatkan tugas-tugas imuniti dengan tambahan prosentase The Helper T-lymphocytes cell atas supressor cell-ts. Jadi, sistem kerja Habatussauda’ dalam tubuh manusia adalah dengan memperbaiki, menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia terhadap berbagai penyakit.

Dalam sistem kekebalan tubuh manusia, Habatussauda’ adalah satu-satunya tatanan yang memiliki senjata khusus untuk menghancurkan segala macam penyakit. Sebab, setelah sel paghocytosis menelan kuman-kuman yang menyerang, ia membawa bakteri antigenic ke permukaannya, kemudian menempel dengan sel lymph, untuk mengetahui bagaimana susunan mikrobanya secara mendetil, lalu memerintahkan masing-masing sel T-lymphocytes untuk memproduksi antibodies atau sel T-spesific, khususnya adalah antigenic yang juga dibangkitkan untuk berproduksi.

Dinding sel B-Lymphocytes memiliki kurang lebih 100 ribu molekul dari antibodies yang saling bereaksi secara khusus dan dengan kemampuan yang tinggi dengan jenis khusus yang ditimbulkan oleh antigenic dalam mikroba. Antibodies menyatu dengan sel T- Lymhocytes, lalu bersama-sama dengan antigenic melawan mikroba, sehingga mikroba tidak dapat berkerja dan sekaligus bisa menghancur- kannya.

Menurut Dr. Al Qadhy, Habbatussauda’ juga mempunyai kemampuan lain, seperti untuk melawan bermacam-macam virus, kuman dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia.

“Karena itu, kami dapat menetapkan bahwa di dalam Habatussauda’ terdapat kesembuhan untuk segala macam penyakit. Karena peranannya yang menguatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh, suatu sistem yang di dalamnya ada kesembuhan dari segala macam penyakit, yang bereaksi terhadap segala sebab yang menimbulkan penyakit, yang memiliki kemampuan awal untuk memberikan kesembuhan secara sempurna atau sebahagian di antaranya untuk menyembuhkan segala penyakit,” ungkap Al Qadhy.

“Kata syifa’ dalam bentuk indefinitif di berbagai hadits juga menguatkan hasil kesimpulan ini, yang tingkat kesembuhannya berbeda-beda, tergantung pada kondisi sistem kekebalan tubuh manusia itu sendiri, jenis penyakit, sebab-sebab dan periodisasinya. Dengan bentuk keumuman lafazh dalam hadits, dapat ditafsiri sebagai suatu kesesuaian dengan berbagai pendapat di atas, yang disampaikan oleh para pen-syarh hadits,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan diatas, insya Allah penyakit seperti Systemic Lupus Erythematosus yang kata dokter belum diketahui penyebabnya pun bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi Habatussauda’ secara teratur. Bagaimana dengan AIDS dan flu burung serta SARS? Mengapa tidak, tinggal kita buktikan saja kan?

Selain itu, Habatussauda’ juga digunakan secara tradisional untuk beberapa keadaan seperti untuk menghasilkan kulit muka yang cerah, membantu merawat batuk dan asma, kencing manis, selsema, keguguran rambut, tekanan darah tinggi, masalah untuk tidur, sakit-sakit otot dan sendi, rasa loya dan muntah, mengurangkan kolesterol, merawat batu karang dan sebagainya.

Ibnu Sina di dalam bukunya Canon of Medicine menyatakan, Habatussauda’ dapat merangsang tenaga dan membantu pemulihan kepenatan dan semangat.

Ibnu Qayyim di dalam bukunya Medicine of the Prophet menyatakan Habatussauda’ berupaya memulihkan penyakit-penyakit seperti batuk, bronchitits, masalah perut, kecacingan, masalah kulit seperti jerawat, sakit senggugut dan haidh yang lain, menambah susu badan, menambah pengaliran air liur dan sebagainya.

Dr Ahmad Elkadi juga membuat kajian dan mendapati Habbatus sauda mempertingkatkan daya tahan sakit (immune system). Antara bahan-bahan kandungan Habatussauda’ ialah Fixed Oil (saturated dan unsaturated), Minyak-minyak Asas (sterol, thymohydroquinone, carvone, limonine, cymene), Alkaloids, Saponin dan Asid Amino.

Di bawah ini kami sertakan 7 ciri-ciri utama Habatussauda’ :

1. Nilai pemakanan

Habatussauda’ kaya dengan:
– monosaccharide glukosa, xylosa dsb.
– polysaccharide
– fatty acid yang tidak tepu (unsaturated essential fatty acids, EFA). EFA tidak boleh dihasilkan oleh badan kita, oleh itu sumber utamanya ialah dari pemakanan
– amino acid yang membentuk protein
– karotene iaitu sumber vitamin A
– kalsium, zat besi, dsb.

2. Sistem imunisasi

Kajian yang dilakukan di Arab Saudi mendapati, Habatussauda’ berupaya meningkatkan sistem imunisasi anda (daya melawan penyakit). Oleh itu ia mungkin penting dalam pengobatan kanker, AIDS dan penyakit-penyakit berkaitan yang lain.

3. Anti-histamine

Histamine ialah bahan yang dikeluarkan oleh sel-sel mast di dalam badan yang menyebabkan kesan-kesan allergik (alahan). Habatussauda’ mengandung bahan yang menghalang protein kinase C, sejenis bahan yang mencetus penghasilan histamine. Oleh karena penghidap penyakit asma selalunya mengalami masalah alahan, Habatussauda’ mungkin baik di konsumsi secara berkelanjutan oleh penderita penyakit ini.

4. Anti-tumor

Kajian in vitro mendapati Habatussauda’ berupaya menghalangi pembentukan sel-sel tumor. Oleh itu, ia baik untuk digunakan untuk membantu menghalang penyakit kanker.

5. Anti-bakteria

Penyelidikan ke atas bahan ini mendapati ia mempunyai aktiviti anti-bakteria . Habbatussauda’ didapati berupaya mengawal bakteria seperti E.coli, V.cholera dan spesies Shigella. Ini bermakna Habatussauda’ baik untuk mereka yang menghidap beberapa jenis penyakit seperti cirit-birit dan masalah-masalah perut yang lain.

6. Anti-radang (anti-inflammation)

Habbatussauda’ juga bisa mengurangi radang (bengkak). Oleh karena itu ia baik untuk penyakit asma (mengurangkan radang dalam paru-paru), eczema (alergi yang menyebabkan gatal, kulit merah dsb.) dan arthritis (bengkak sendi).

7. Melancarkan keluarnya susu ibu (ASI)

Kombinasi lemak dan hormon yang didapati di dalam Habatussauda’ menyebabkan pengeluaran susu ibu yang menyusukan bayi jadi bertambah banyak. Wallahu A’lam…

( Dalil Hadits )

Dari ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Habbatussauda’ ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam”. Aku berkata (Perawi hadits ini, yakni Khalid bin Sa’ad): “Apa itu as-Saam?”, lalu dijawab (yakni oleh Ibnu Abi Atiq): “Kematian”. (HR. Bukhari)

Dan didalam riwayat yang lainnya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada satupun penyakit melainkan didalam Habbatussauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali kematian”. (HR. Muslim)

Setelah membaca penjelasan diatas, masihkah kita ragu untuk segera beralih dan mengkonsumsi obat-obatan herbal atau thibbun nabawi yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang salah satunya adalah Habbatussauda’?? Bagi orang yang beriman, tentunya obat-obatan thibbun nabawi akan dijadikan pilihan nomor satu. Wallahu A’lam


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?fref=ts

( IBADAH ) KISAH-KISAH PEMBANGKIT SEMANGAT MERUTINKAN SHALAT MALAM


Dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah S.A.W Bersabda artinya, “Semoga Allah swt memberikan rahmat seorang suami yang bangun malam untuk shalat kemudian membangunkan istrinya, apabila istrinya menolak ia percikan air kemuka istrinya, semoga Allah memberikan rahmat kepada seorang istri yang bangun dan shalat kemudian membangunkan suaminya, apabila suaminya menolak ia percikan air ke wajah suaminya “ (HR. Abu Daud).

Salah seorang ulama terdahulu bangun di malam yang sangat dingin, saat meletakkan tangannya di bejana air, beliau merasakan sakit karena saking dinginnya air itu, beliau ingin kembali ke atas tempat tidur dan tidak wudhu, namun beliau paksakan mencelupkan tangannya ke dalam air seraya berkata: “sungguh ini lebih ringan daripada panasnya api jahanam”

Sebagian ulama salaf melaksanakan Shalat subuh dengan wudhu Shalat isya’nya.

Sebagian lagi Shalat subuh dengan wudhu Shalat Isya selama 40 tahun.

Apakah ini terjadi begitu saja? Tidak, semuanya membutuhkan proses dan perjuangan.

Tsabit Al Banani berkata, “Saya merasakan kesulitan untuk shalat malam selama 20 tahun dan saya akhirnya menikmatinya 20 tahun setelah itu. Jadi total beliau membiasakan shalat malam selama 40 tahun. Ini berarti shalat malam itu butuh usaha, kerja keras dan kesabaran agar seseorang terbiasa mengerjakannya.

Beginilah keadaannya, selalu dalam peperangan menghadapi dirinya dan setan.

Sebagian mengatakan: “dulu bangun malam amat sulit untukku, aku berjuang sekuat tenaga sehingga aku bisa menikmati lezatnya selama dua puluh tahun.

‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, “Satu raka’at shalat malam itu lebih baik dari sepuluh rakaat shalat di siang hari.”

Al-Hasan berkata: Bersungguh-sunnguhlah (untuk beribadah) pada waktu malam dan perpanjanglah shalat kalian sehingga waktu menjelang pagi, kemudian duduklah untuk berdo’a, merendahkan diri (di hadapan Allah) dan beristigfar

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Barangsiapa yang shalat malam sebanyak dua raka’at maka ia dianggap telah bermalam karena Allah Ta’ala dengan sujud dan berdiri.” (Disebutkan oleh An Nawawi dalam At Tibyan 95)

Ada yang berkata pada Al Hasan Al Bashri , “Begitu menakjubkan orang yang shalat malam sehingga wajahnya nampak begitu indah dari lainnya.” Al Hasan berkata, “Karena mereka selalu bersendirian dengan Ar Rahman -Allah Ta’ala-. Jadinya Allah menghadiahkan sebagian dari cahaya-Nya pada mereka.”

Abu Sulaiman AD Darani berkata: “ahli ibadah melewati malamnya lebih lezat dari para pencari kenikmatan duniawi, kalau tidak karena Shalat malam maka aku bosan tinggal di dunia”

WAHAB bin munabbih berkata: “Shalat malam akan mengangkat derajat orang yang lemah, memuliakan orang yang terhina, puasa di siang hari akan menjauhkan seorang hamba dari godaan syahwat dan tidak ada waktu istirahat bagi seorang mukmin sebelum surga”

Ada yang berkata pada Ibnu Mas’ud, “Kami tidaklah sanggup mengerjakan shalat malam.” Beliau lantas menjawab, “Yang membuat kalian sulit karena dosa yang kalian perbuat.”

Lukman berkata pada anaknya, “Wahai anakku, jangan sampai suara ayam berkokok mengalahkan kalian. Suara ayam tersebut sebenarnya ingin menyeru kalian untuk bangun di waktu sahur, namun sayangnya kalian lebih senang terlelap tidur.” (Al Jaami’ li Ahkamil quran)”

Ibnu Abbas berkata: “barangsiapa yang ingin dimudahkan oleh Allah dari lamanya berdiri pada hari kiamat maka hendaklah dia terlihat oleh Allah dalam keadaan sujud dan berdiri di kegelapan malam takut akan akhirat dan berharap rahmat Allah”

Mereka adalah hamba-hamba Allah yang menghabiskan waktu malamnya dalam sujud dan berdiri, menegakkan Shalat, mengangkat dirinya dari empuknya kasur, heningnya malam, mereka kalahkan godaan tidur, mengutamakan bermunajat pada Allah, mengharap pahalanya dan takut akan siksanya.

Saat kematian mendatangi Ibnu Umar, beliau berkata: “saya tidak sedih meninggalkan urusan dunia ini kecuali rasa haus dalam hijrah dan nikmatnya Shalat malam”

Shalat malam adalah menjauhkan diri dari keramaian hidup, bermunajat dengan Dzat yang Maha mulia, memohon ampunan dan maghfirohNya, mengharap belas dan kasihNya…Allahu Akbar….mereka tidak bisa menikmati tidur karena mengingat sepinya kubur, beratnya beban pada hari kebangkitan tatkala dibangkitkan semua yang ada di kubur, di buka semua yang di dada.

Oleh karenanya, Qotadah berkata: “orang munafiq tidak akan pernah (bisa) menghabiskan waktu malamnya dalam ketaatan”

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah: 16-17)

Bahkan kita bisa mendapatkan bagaimana orang-orang terdahulu berlomba-lomba mengajak orang lain untuk mendapatkan keutamaan ini. Salah seorang di antara mereka apabila bangun di waktu sahur sementara kebanyakan penduduk masih pada terlelap dalam tidurnya, beliau berkata dengan suara keras: “wahai manusia, wahai manusia..apakah kalian tidur sepanjang malam? Kenapa kalian tidak Shalat malam???

Sufyan ats-Tsauri mengatakan: “Hanya karena satu dosa, aku kehilangan sholat malam selama lima bulan.” Ia ditanya,”apa dosa tersebut?” Ia menjawab,”Ketika aku melihat orang yang menangis, aku berkata dalam hatiku, ‘orang ini menangis karena ingin dipuji oleh orang lain.”

Atha’ ibn Abi Rabah berkata “Sesungguhnya qiyamul lail itu menghidupkan badan, menerangi hati, membuat air muka bercahaya serta menguatkan penglihatan dan anggota badan, seseorang apabila melaksanakan qiyamul lail akan merasakan kegembiraan dan apabila terlewat qiyamul lailnya maka ia akan merasa sangat sedih seakan-akan ia telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga “ (Al-bidayah wa Nihayah 9/294).

Inilah yang dianjurkan oleh Imam Muhammad bin Sirrin “Hendaklah kalian laksanakan qiyamul lail walaupun hanya sesusuan sapi.” (Azzuhud : 306).

Diceritakan lebih dari satu dari kalangan mereka (generasi awal) bahwa tidak ada hal yang paling mereka sesalkan apabila mereka tinggalkan dalam kehidupan dunia ini kecuali “Puasa diwaktu terik matahari dan shalat ditengah malam”.

Kecintaan mereka kepada qiyamul lail sampai menjadikan mereka merasa sangat sedih apabila malam pergi dan siang datang. Imam Sufyan Atsauri berkata “apabila datang waktu malam aku sangat bahagia dan apabila datang waktu siang aku sangat sedih” (Al-Jarh Wa Ta’dil 1/85).

Abu Yazid memberitakan tentang keadaan Imam Sufyan Atsauri “bahwa apabila datang waktu pagi beliau meluruskan kakinya ke atas tembok dan meletakan kepalanya ke tanah agar darah kembali ke posisinya semula karena qiyamul lailnya yang begitu panjang” (Al-Jarh Wa Ta’dil 1/95).

Karena semangatnya dalam melaksanakan ibadah ini, mereka jadikan ini sebagai pesan utama dari generasi ke generasi. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muawiyah bin Qurrah bahwa apabila selesai melaksanakan shalat isya’ ayahnya berpesan kepada anak-anaknya “Wahai anak-anakku segeralah kalian tidur mudah-mudahan Allah SWT mengaruniakan kalian kebaikan (Qiyamul Lail)” (Az zuhud imam Ahmad 187).

Dari Utsman bin Hukaim, dia bekata, “aku pernah mendengar Sa’id bin Musayyib berkata, ‘selama 30 tahun, setiap kali para muadzin mengumandangkan adzan, pasti aku sudah berada di masjid.”

Beliau juga pernah mengatakan, “aku tidak pernah ketinggalan takbir pertama dalam shalat selama 50 tahun. Aku juga tak pernah melihat punggung para jamaah, karena aku selalu berada di shaf terdepan selama 50 tahun.”

Saat penglihatan beliau mulai melemah seseorang berkata kepada beliau, bawalah obor bersamamu agar menerangi jalan. Beliau berkata: “cukuplah bagiku cahaya Allah”.

Seorang ulama salaf menangis saat mau meninggal, ketika ditanya apa yang membuatmu menangis? Beliau menjawab: “aku menangisi hari dimana aku tidak puasa dan malam dimana aku tidak bangun”

Ibnu Jauzi berkata: “kalau Shalat malamku ditukar dengan usia Nahi Nuh dalam kekayaan Qorun niscaya aku akan rugi”

“Setan mengikat pada ujung kepala salah seorang diantara kalian jika tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan : “Engkau masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!’ Jika ia bangun lantas menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mengerjakaan sholat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, demikian juga jiwanya akaan menjadi baik. Jika tidak demikian, maka keesokan harinya ia menjadi kotor jiwanya lagi pemalas.” (HR. Muslim 1163).

Aku menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku kepada dunia. Akan tetapi, yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi berpuasa dan shalat malam.” (‘Amir bin ‘Abdi Qais)


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?fref=ts

( TELADAN ) GENERASI EMAS ISLAM DIMASA SHAHABAT NABI MUHAMMAD S.A.W


Allah SWT meminta kaum muslimin untuk meneladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam melaksanakan Islam, yaitu dengan mengikuti jejak generasi emas tersebut, dan menghubungkan diri mereka dengan generasi tersebut dalam amaliyah sehari-hari. Karena merekalah generasi unik yang menjalan Islam dengan sempurna dan paripurna. Mereka tahu, dan mengetahui mereka lurus. Mereka paham, dan pemahaman mereka itu baik. Merekalah generasi iman dan tauhid, generasi ibadah dan keikhlasan, generasi keadilan dan konsistensi, generasi kesabaran dan keteguhan, generasi jihad dan heroisme. Itulah generasi para sahabat yang mulia yang wajib dikaji oleh kaum Muslimin.

Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS Al-Hasyr : 9)

Cinta kepada para sahabat merupakan bagian dari agama dan keimanan, sedangkan mencaci dan membenci para sahabat adalah bagian dari kesesatan dan kehinaan.

Dari Abu Sa’id, ia berkata, “Saat terjadi pertengkaran antara Khalid bin Walid dan Abdurrahman bin ‘Auf, Khalid mencaci Abdurrahman. Lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian mencela seorang sahabatku, karena seandainya salah seorang dari kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, maka pahalanya tidak bisa menyamai infak mereka sebanyak satu gantang, dan tidak pula separonya.”

Dari ‘Imran bin Hushain RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik umatku adalah yang sezaman denganku, kemudian yang sesudah mereka, kemudian yang sesudah mereka.” ‘Imran berkata, “Aku tidak tahu, apakah beliau menyebut dua atau tiga zaman sesudah zaman beliau.”

Dari Abu Musa Al-Asy’ari, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bintang-bintang adalah pengaman bagi langit. Kalau bintang-bintang itu hilang, maka penghuni langit akan menerima apa yang diperingatkan kepada mereka. Aku adalah pengaman bagi sahabat-sahabatku. Kalau aku telah pergi, maka datanglah kepada para sahabatku apa yang diperingatkan kepada mereka. Dan para sahabatku adalah pengaman bagi umatku. Kalau para sahabatku itu telah pergi, maka datanglah kepada umatku apa yang diperingatkan kepada mereka.”

Dari Anas RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tanda iman adalah cinta kepada para sahabat Anshar, dan tanda kemunafikan adalah membenci para sahabat Anshar.” Nabi SAW juga bersabda tentang sahabat-sahabat Anshar, “Tidak ada yang mencintai mereka selain orang mukmin, dan tidak ada yang membenci mereka selain orang munafik.”

Semua sahabat adalah adil, tsiqah, dan tsabat. Karena Allah telah menilai mereka adil dan mengabarkan kesucian mereka. Nabi SAW pun menilai mereka bersih dan menjelaskan keutamaan mereka. Bagaimana mereka tidak berada dalam kedudukan tersebut, sedangkan mereka adalah manusia-manusia yang dipilih Allah untuk menjadi sahabat Nabi-Nya SAW.

Ibnu Mas’ud RA berkata, “Sesungguhnya Allah melihat hati para hamba, dan mendapati hati Muhammad SAW itu sebaik-baik hati para hamba. Karena itu, Allah memilihnya bagi diri-Nya dan mengutusnya untuk membawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati para hamba sesudah hati Muhammad SAW, dan Allah mendapati hati para sahabatnya sebaik-baik hati para hamba. Karena itu, Allah menjadikan mereka sebagai kaki tangan Nabi-Nya yang berperang di atas agamanya. Jadi, apa yang dilihat kaum muslimin sebagai sesuatu yang baik, maka ia juga baik di sisi Allah. Dan apa yang mereka lihat sebagai sesuatu yang jelek, maka ia juga jelek di sisi Allah.”

Allah SWT berfirman,

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ﴿٢٩﴾

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Fath : 29)

Allah SWT berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿١٠٠﴾

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS At-Taubah [9]: 100)

Betapa bagus kesimpulan yang diambil Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dari ayat ini. Ia mengatakan, “Allah meridhai para sabiqun tanpa syarat ihsan (berbuat baik). Di antara tindakan mengikuti sahabat dengan berbuat baik adalah bersikap ridha kepada mereka, memohonkan ampunan bagi mereka, dan meneladani mereka.


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?fref=ts

Selasa, 15 April 2014

AMANAH ITU SANGATLAH BERAT


☑ apa yang harus Kau risaukan dg sedikitnya harta dan Rendahnya jabatan , jika semua yg melekat padamu sebatas titipan saja .

☑ Berbahagialah jika semua itu halal bagimu .

☑ Takutlah jika Banyak Harta dan tingginya Jabatan ada Haram dan kesewenang2an didalamnya , yg akan melalaikan dan membinasakanmu .

☑ Bukankah Amanah pada batas kesanggupanmu dan Halalnya akan lebih menyelamatkanmu ?

☑ Jika Sanggup pada Amanah yg kecil , Allôh akan memberikan pada yg lebih besar demikian seterusnya sesuai kadar kesanggupanmu , Maka bersabarlah
dg ketergesaanmu .

☑ Jangan sampai yg melekat padamu menguasai hatimu serasa semua harus mutlak menjadi milikmu dan dirimu sangat mencintainya hingga berat tuk melepaskannya .

☑ keCintamu yg berlebihan pada Dunia , akan menimbulkan kebencian-NYA .

☑ Sungguh Amanah itu Hal yg paling ditakuti bagi yg memahami . tdk berani kaya juga tdk berani jabatan tinggi .

☑ pada sebagian yg lain dijadikan tuk berBangga2 diri , sungguh Malaikat terheran dibuatnya atas sikapmu yg sama sekali tak PAHAM pada tanggung jawab sebuah AMANAH .

☑ sedangkan Hizab-NYA adalah Musibah terbesar buatmu dalam sesal dan LaLaimu .

☑ kecintaanmu pada Dunia Akan membuat lalai , lupa akan siapa dirimu dan siapa Tuhanmu .

☑ dalam pandanganmu kau telah menjadi Tuan Besar atas Harta , jabatan dan orang sekitarmu ,hingga hilang rasa malu pada Tuhanmu pemilik sebenarnya

☑ sebenarnya Semua itu sebatas amanah yg harus kau emban dan pertanggung jawabkan kelak


sumber: https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Cinta Dalam Diam


Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang..
cukup cintai ia dalam diam..

karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya..
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan
terlarang yg Allah murkai..

Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..

menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu..
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya..

karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah
Allah SWT pilihkan untukmu..

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali?
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah..

karena dalam diammu tersimpan kekuatan..
kekuatan harapan..

hingga mungkin saja Allah akan membuat nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata..

Bukankah Allah tak pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya?
Dan jika memang cinta itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap nyata..

jika ia bukan milikmu, melalui waktu, Allah akan menghapusnya..

dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat..
Biarkan cinta dalam diammu menjadi memori tersendiri di sudut hatimu..

menjadi rahasia antara kau dan Sang Pemilik hatimu….
Subhanallah...


sumber: https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

( KISAH ) ARTIS LYRA VIRNA YANG KINI MANTAP BERJILBAB


Artis Lyra Virna juga salah satu artis yang memutuskan untuk berhijab. Bagaimana cerita Lyra sebenarnya sehingga ia akhirnya benar-benar mantap berhijab? Lyra menuturkan, dirinya sempatmerinding dengan hidayah yang datang kepadanya itu. Ia mengaku sempat merinding karena membaca beberapa hadis yang isinya tentang perintah kepada kaum hawa untuk berhijab.

"Pada saat itu dari 2011 aku sudah pengen berhijab. Mungkin pada saat itu sih aku belum ngerti kenapa sih aku harus berhijab. Selama itu sampai 2012 aku selalu tanya sama orang, tanya sama ustad, ustadzah yang aku temuin, orang-orang yang lebih tahu gitu," kenangnya mengawali kisah.

"Sampai akhirnya aku menemukan perintah hijab di surat Al Ahjab (59) dan An Nur (31) dan juga banyak hadis-nya bahwa memang hijab itu perintah. Jadi, waktu akuu baca ayat itu aku sempat merinding, karena 'Lho, ini ada di Al Quran.' Bahwa hijab ini aku berpikir, namanya perempuan kalau Islam ya berhijab," lanjutnya menjelaskan.

Lyra juga berucap, dirinya juga mengalami pergolakan batin luar biasa saat dirinya ingin berhijab. Hingga akhirnya ibu satu anak itu memang benar-benar mantap untuk mulai memakai pakaian tertutup.

"Aku salat istikharah, terus salat tahajud. Sebenarnya untuk meyakinkan diri. Istikharah bukan untuk menentukan pilihan pakai atau nggak pakai. Tapi, mengenai aku meminta petunjuk dari Allah bahwa seandainya aku melakukan ini besok apakah aku akan istikomah? Karena aku nggak mau sudah melakukan sesuatu yang baik terus kita mundur lagi," sambungnya.

Lyra pun kini mantap dengan hijabnya itu. Perempuan yang dikabarkan dekat dengan presenter Fadlan itu juga terlihat sangat nyaman dengan penampilannya kini. "Karena ini perintah Allah jadi jangan sampai aku nggak istikomah. Jadi aku menetapkan diri," tuntas Lyra.

Marilah kita semua mendoakan semoga dia istiqomah, juga semua yang sudah berjilbab, dan tak lupa mari kita doakan juga bg semua yang belum berjilbab agar dibukakan hatinya dan diberi hidayah serta kemudahan oleh Allah SWT, Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin.

sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

( HIKMAH ) SEDEKAH MEMUDAHKAN KEHIDUPAN DENGAN IZIN ALLAH


Suatu ketika saya berpikir untuk membebaskan diri dari finansial yang selalu diberikan orang tua. Bukan karena tak senang diberi, tapi kasihan rasanya jika Abah dan Ibu terus-terusan mengeluarkan biaya untuk saya. Berpikir! Berfpkir! Berfpkir! Aha… Gimana kalau saya coba berbisnis! Tring tring tring… banyak ide bermunculan untuk memulai bisnis apa yang bisa saya geluti.

Dari kerumunan ide yang berkecamuk, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan bisnis AVAIL yang sempat tersendat selama KKN. Namun yang menjadi masalah adalah, saya tidak punya modal sepeserpun untuk memulai bisnis ini. Jangankan buat modal, untuk sehari-hari saja kadang masih kurang. He…

Ditengah kegalauan itu, tak sengaja saya bertemu dengan Teh Ida, sahabat saya yang sangat mengagumi ustadz Yusuf Mansyur. Kala itu Teh Ida membawa buku karya Ustadz Yusuf Mansyur yang berjudul “Undang Saja Allah”.

Tertarik dengan judulnya, akhirnya saya meminjam buku itu dari Teh Ida dan melalap habis dalam waktu satu hari satu malam.

Satu kata yang masih terngiang dari buku itu adalah “Serahkan semua urusan kepada Allah dan berikan pinjaman yang terbaik kepada-Nya. Maka Allah akan membalas 10 kali lipat kebaikan bahkan lebih”.

Tring!!! Ide kembali menggelayuti fikiran… Saya butuh modal Rp. 6.000.000, berarti saya harus bersedekah Rp. 600.000. Langsunglah saya ke ATM untuk mengecek uang yang tersedia di rekening. Wah… ternyata Cuma ada Rp.500.000 kurangnya Rp.100.000. Gak papa deh, namanya ikhtiar.

Ketika saya kembali ke rumah dan memasukkan uang kedalam amplop, kakak saya bertanya, “Uang buat apa itu?” Saya hanya menjawab, “Buat 5 orang anak yatim, Teh.” Kakak saya hanya tersenyum dan berkata, “Ooooohhh… kalau begitu, nitiplah Rp. 100.000,” sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.

Alhamdulillah… Jadi pas deh Rp.600.000.

Tinggal menunggu balasan dari Allah Allah maha cepat perhitungannya, dalam waktu kurang dari 2 minggu Allah membalas sedekah saya 10x lipat menjadi Rp.6.000.000.

Nominal yang belum pernah saya miliki sebelumnya.

Dan perantara ganjaran itu adalah kakek saya yang merupakan seorang pensiunan Pengawas SD, yang jumlah tabungannya cukup banyak dan belum terpakai. Allah menggerakkan hati kakek, sehingga kakek mau memberi uang sebanyak itu untuk saya. Barokallah fii umrik, Kek…

Allah berfirman :

لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ“

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya “ ( Al Baqarah : 93 )

JANJI ALLAH terhadap orang yang bersedekah dan sebaliknya selain itu hanya ada janji setan yang membuat tipu daya dalam hati agar membatalkan niatan sedekah kita

Allah Ta'ala berfirman,

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 268)


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

Sabtu, 15 Februari 2014

Sekeping Luka dan Tetesan Air Mata di Jalan Dakwah

Inilah jalan dakwah, jalan cinta para pejuang. Begitu banyak cerita-cerita yang mengurai tentang jalan dakwah, ya tentang sebuah perjuangan di jalan Allah. Cerita yang tak jarang mampu menggoreskan luka dalam hati, air mata yang membasahi wajah, serta peluh yang membasahi tubuh. Seperti perjuangan Rasulullah beserta para sahabat Rasulullah, bahkan yang mereka rasakan bukan hanya segores luka di dalam hati, tapi juga darah yang membasahi tubuh.
Kami sadar jalan ini bukanlah jalan yang tak terjal. Ketika kami menorehkan kebaikan justru caci dan makian yang kami dapati. Ketika kami mengingatkan justru mendapatkan tamparan hebat dari ucapan yang tak pernah ingin kami dengar. Inikah jalan cinta-Nya? Kami sadar, setiap pohon yang berdiri tegak akan ada daun-daun yang jatuh tergeletak, berguguran. Ada yang mundur perlahan bahkan menjauh dan pergi begitu saja, hanya orang-orang yang kuat dan tegar mampu untuk tetap bertahan.
Takut dan sedih terkadang menghampiri. Ketika kami benar-benar ingin membela agama Allah, ketika kami ingin melanjutkan perjuangan Rasulullah.
“Kau tahu wahai hati? Terkadang aku sesak sekali, ketika dengan mudahnya berbicara di depan orang, adik-adik atau siapa pun itu. Memberikan materi, memberikan sebongkah nasihat, memberikan ilmu yang didapat. Namun, ternyata aku belum benar-benar mampu dakwah di keluargaku sendiri. Bukan, bukan hanya aku saja yang merasakan hal  ini kebanyakan para aktivis pun merasakan apa yang kurasakan, bahkan jauh lebih dari aku.”
Kami di sini. Aku, kau, kami. Bersatu dan melingkar karena cinta-Nya. Allah sengaja mempertemukan kami di sini, di jalan ini. Untuk saling menguatkan, untuk saling mengingatkan dan menasihati. Aku mengerti apa yang kau rasa wahai engkau yang lembut hatinya, kau pun merasakan apa yang aku rasakan. Kita sama-sama merasakan hal itu, kawan. Ya, kami sadar dakwah di dalam keluargalah yang terberat. Terkadang ingin menasihati, namun mengira kami sok tahu. Kami ingin membacakan arti dari sebuah ayat al quran mau pun hadis, tapi kami takut dibilang fanatik. Lalu, haruskah kami diam begitu saja? Sementara kami melihat sesuatu yang salah, kami sadar kami memang tak sempurna. Terkadang air mata itu tak tersadar membasahi wajah, dengan wajah yang sendu, sesak yang menghampiri. Ketika keluargalah seharusnya yang mampu menguatkan, keluargalah yang mampu mendukung dan memberi semangat. Tapi sekali lagi, kami sadar, tidak semua orang memiliki pemikiran dan pemahaman seperti kami. Sekali pun keluarga, bahkan orang tua.
Sesuatu yang terkadang membuat kami sejenak diam dan termangu ialah ketika mereka bertanya, “Untuk apa sih melakukan itu? Berlebihan, emang nggak capek?”, atau “Jangan ikut yang macem-macem, ikut boleh tapi jangan terlalu aktif banget. Sekarang banyak aliran sesat, belum lagi teroris.” Atau pertanyaan lainnya.
Dalam hati, “Ketika kau mengatakan tidakkah kau capek, tidakkah kau lelah?”, maka aku kan menjawab, “Lelah itu pasti ada, tapi hidup ini adalah perjuangan. Dunia hanyalah fatamorgana yang setiap saat akan menghilang bahkan pergi, hidup tanpa perjuangan akan terasa datar dan hambar.
Kami tahu, kami sadar. Tidak selamanya keluarga kami sendiri menerima segala penjelasan kami tentang dakwah ini. Ketika kami berdakwah di dalam rumah, justru itulah hal tersulit yang kami hadapi. Tak perlu resah wahai hati, semoga Allah senantiasa membukakan pintu hati mereka dan melembutkan hatinya. Tetaplah istiqomah di jalan Allah, meski kau lelah, kau rapuh, kau jenuh, dan kau tak bisa melepaskan semua itu pada sanak keluargamu di rumah, maka masih ada Allah untuk tempat kau bersandar. Tetaplah lakukan yang terbaik untuk Allah, orang tuamu dan keluargamu. Sebab, tanpa adanya ibu dan bapakmu kau takkan lahir di dunia ini merasakan indahnya jalan dakwah ini. Jika kebanyakan orang ingin selalu membahagiakan orang tuanya dan keluarganya hanya di dunia, maka kami bukan hanya ingin membahagiakan mereka di dunia, tapi kami ingin membahagiakan mereka di jannah-Nya. Berkumpul bersama dan bertatap muka penuh dengan keteduhan dan cinta yang dikaruniai oleh Allah.

***
Begitu banyak yang dapat aku temukan di jalan ini. Bertemu dengan orang-orang shalih dan shalihah. Bertemu dengan para sahabat yang mampu membuatku bahagia, bahagia bukan hanya sekadar di dunia yang fana akan tetapi bahagia hingga akhirat. In syaa Allah. Aku, dan mereka. Kami sama-sama merasakan manis, pahit dan asamnya jalan ini, tapi kami takkan mundur. Meski di ujung sana ada banyak rintangan dan halangan yang menyergap.
Mimpi, ya mimpi kami saat itu.
Semua kata-kata itu terekam indah dan sangat rapi di memori otak. Apakah mimpi itu? Kala itu, mimpi kami ialah ingin membangun pesantren. Ya, mungkin itu sulit sangat sulit. Namun, haruskah kami mundur dan berpaling? Tidak! Kami akan tetap di sini. Tak peduli jika kami harus sering merasakan luka dan duka di hati, meski kami harus dicaci maki, meski kami harus mengeluarkan air mata. Tak perlu jua membalas keburukan dengan keburukan, bukankah keburukan itu akan sirna dan hilangnya sendiri, dan kebaikan akan bersinar terang hingga menyinari semesta alam ini.
Sering kami mendengar cerita-cerita tentang dakwah ini. Tentang dakwah Rasulullah dan para sahabat kala itu, serta orang-orang hebat yang tak pernah lelah dan berhenti untuk menapaki jalan cinta ini.
Ingatlah selalu kalimat di bawah ini, wahai hati yang mudah berubah. Semoga Allah menetapkan hatimu untuk selalu berada di jalan-Nya yang syahdu dan indah tuk dirasakan.
Bila ada 1.000 Mujahid di dunia ini, maka satu diantaranya adalah aku. Bila ada 100 Mujahid di dunia ini, maka satu diantaranya adalah aku. Bila ada 10 Mujahid di dunia ini, maka satu diantaranya adalah aku. Bila hanya ada seorang Mujahid di dunia ini, maka pastilah itu aku. Dan bila sudah tidak ada lagi Mujahid di dunia ini, maka yakinlah bahwa aku telah syahid. -Imam As-Syahid Hasan Al-Banna
Semangat dakwah! 

Rabu, 25 Desember 2013

Gratis Sepanjang Masa



Suatu sore seorang anak menghampiri ibunya di dapur, ia menyerahkan selembar kertas yang telah di tulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek, ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya :

Untuk memotong rumput Rp. 2000
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 1000
Untuk pergi ke warung di suruh ibu Rp. 1000
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 1000
Untuk membuang sampah Rp. 2000
Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 2000
Jadi jumlah semua utang ibu sekitar Rp. 12.000

Sang ibu memandangi wajah anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya dan inilah yang ia tulis :

Untuk 9 bulan ibu mengandung kamu, Gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, Gratis
Mengobati kamu dan mendoakan kamu, Gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, Gratis
Kalau di jumlahkan semua, harga cinta ibu adalah Gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju
Anakku…. Dan kalau kau menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah Gratis

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya dan berkata : “Bu, aku sayang sekali sama Ibu”. Kemudian ia mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar "LUNAS".

-untuk semua Ibu yg ada di dunia, jasamu tak terbalaskan-