Tampilkan postingan dengan label Qalbu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qalbu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 November 2014

( QALBU ) MEWASPADAI PENYEBAB HATI YANG MATI


Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, Shahih Al-Jami’ no. 7435)

Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dia berkata:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَجْمِعًا ضَاحِكًا حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari no. 6092 dan Muslim no. 1497)

Imam Nawardi di dalam kitabnya Adab ad Dunia wa ad Diin menyebutkan bahwa tertawa sesungguhnya kebiasaan yang dapat menyibukkannya dari melihat perkara-perkara penting, melalaikan dari berfikir terhadap berbagai musibah yang memilukan.

Orang yang banyak tertawa tidaklah memiliki kehormatan dan kemuliaan. Diriwayatkan Oleh Abu Idris al Khulani dari Abu Dzar al Ghifari berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Waspadalah kamu terhadap banyak tertawa. Sesungguhnya ia dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah (mu).

Jangan malu menangis karena insya Allah mata yang menangis pertanda hati yang sehat dan jernih. Ibnu Abbas berkata saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua mata yang tidak disentuh api neraka: Mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata semalaman berjaga di berjihad jalan Allah “ (HR. Tirmidzi)

“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al Qur’an ) dibacakan kepada mereka , mereka menyungkurkan wajah, bersujud dan mereka berkata “Maha suci Rabb kami; sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi,” Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk” (Al Isra 107-109)

Menangis adalah satu karunia Allah kepada kita. Berhati-hatilah jika kita termasuk orang yang tidak bisa meneteskan air mata akibat hati yang keras.

Bukan saja mata kita kering karena tidak ada air yang membasuhnya secara alami, tetapi juga kekeringan jiwa akibat terpaan angan-angan kosong duniawi yang terlalu berlebihan hingga menutupi nuraninya.

( Renungan Hati )

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.

Umar berkata, ”Barangsiapa yang banyak tertawa maka sedikit kemuliaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan.”

Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Bertakwalah kepada Allah dan waspadalah terhadap canda. Sesungguhnya canda dapat mewariskan kedengkian dan membawanya kepada keburukan.”
Wa billah at Taufiq (Fatawa al Azhar juz X hal 225)


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?fref=ts

Rabu, 09 Juli 2014

KEGELAPAN SHUBUH DAN MASJID TAK BERLAMPU


Masjid tak berlampu tapi jamaah shubuh ini tetap penuh berpadu, banyak kasus masjid yang udah berlampu tapi jadi tragedi, kenapa ? karena jamaah shubuhnya sampai keluar-luar, alias kebanyakan diluar semua. Kadang dimasjid cuma imam sama makmum saja alias dua orang, bahkan yang lebih parah ada juga masjid jamaah shubuhnya yang azan dia, yang qomat dia, yang jadi imam dia, makmum malah gak ada, kemana ?. Padahal gak ada berita orang hilang.

Shubuh yang mahal, dalam hadist riwayat Muslim nilai sholat shubuh berjamaah bagaikan shalat malam semalam penuh, luar biasa.

Emang barang mahal lebih berat cobaannya, jarang yang bisa nembus waktu-waktu VIP disepertiga malam dan shubuh berjamaah.

Kecuali butuh perjuangan dan pengorbanan ekstra, terlebih dalam ibadah kudu bareng tuh keikhlasan, walau pengkondisian perlu sekedar pembiasaan, tapi inti puncaknya bahwa ikhlas adalah mengejar keridhoan Allah SWT.

Yang nyadar siapa Allah, dan kebukti cintanya maka ia bakal lebih ngejar Allah, istiqomah berjamaah shubuh dimasjid, baik saat terkondisi dalam pondok pesantren maupun sedang dalam kesendirian.

Ikhlas yg jadi bikin orang istiqomah, karena ia hanya melihat Allah saja dalam niat, maka dalam jamaah shubuh ditengah udara dingin, gelap gulita tak berlampu, mereka yang ikhlas tak bergeming dan langgeng dalam waktu lama, hari-hari berlalu membekas indah karena telah terisi dengan shalat shubuh berjamaah dimasjid-masjid.

Hati yang berlampu, bisa melihat dalam gelap, karena baginya shalat shubuh bernilai tinggi walau digoda ngantuk, gelap malam, dan bercuaca dingin.


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839