Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 November 2014

( IBADAH ) KISAH-KISAH PEMBANGKIT SEMANGAT MERUTINKAN SHALAT MALAM


Dari Abu Hurairah R.A, Rasulullah S.A.W Bersabda artinya, “Semoga Allah swt memberikan rahmat seorang suami yang bangun malam untuk shalat kemudian membangunkan istrinya, apabila istrinya menolak ia percikan air kemuka istrinya, semoga Allah memberikan rahmat kepada seorang istri yang bangun dan shalat kemudian membangunkan suaminya, apabila suaminya menolak ia percikan air ke wajah suaminya “ (HR. Abu Daud).

Salah seorang ulama terdahulu bangun di malam yang sangat dingin, saat meletakkan tangannya di bejana air, beliau merasakan sakit karena saking dinginnya air itu, beliau ingin kembali ke atas tempat tidur dan tidak wudhu, namun beliau paksakan mencelupkan tangannya ke dalam air seraya berkata: “sungguh ini lebih ringan daripada panasnya api jahanam”

Sebagian ulama salaf melaksanakan Shalat subuh dengan wudhu Shalat isya’nya.

Sebagian lagi Shalat subuh dengan wudhu Shalat Isya selama 40 tahun.

Apakah ini terjadi begitu saja? Tidak, semuanya membutuhkan proses dan perjuangan.

Tsabit Al Banani berkata, “Saya merasakan kesulitan untuk shalat malam selama 20 tahun dan saya akhirnya menikmatinya 20 tahun setelah itu. Jadi total beliau membiasakan shalat malam selama 40 tahun. Ini berarti shalat malam itu butuh usaha, kerja keras dan kesabaran agar seseorang terbiasa mengerjakannya.

Beginilah keadaannya, selalu dalam peperangan menghadapi dirinya dan setan.

Sebagian mengatakan: “dulu bangun malam amat sulit untukku, aku berjuang sekuat tenaga sehingga aku bisa menikmati lezatnya selama dua puluh tahun.

‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, “Satu raka’at shalat malam itu lebih baik dari sepuluh rakaat shalat di siang hari.”

Al-Hasan berkata: Bersungguh-sunnguhlah (untuk beribadah) pada waktu malam dan perpanjanglah shalat kalian sehingga waktu menjelang pagi, kemudian duduklah untuk berdo’a, merendahkan diri (di hadapan Allah) dan beristigfar

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Barangsiapa yang shalat malam sebanyak dua raka’at maka ia dianggap telah bermalam karena Allah Ta’ala dengan sujud dan berdiri.” (Disebutkan oleh An Nawawi dalam At Tibyan 95)

Ada yang berkata pada Al Hasan Al Bashri , “Begitu menakjubkan orang yang shalat malam sehingga wajahnya nampak begitu indah dari lainnya.” Al Hasan berkata, “Karena mereka selalu bersendirian dengan Ar Rahman -Allah Ta’ala-. Jadinya Allah menghadiahkan sebagian dari cahaya-Nya pada mereka.”

Abu Sulaiman AD Darani berkata: “ahli ibadah melewati malamnya lebih lezat dari para pencari kenikmatan duniawi, kalau tidak karena Shalat malam maka aku bosan tinggal di dunia”

WAHAB bin munabbih berkata: “Shalat malam akan mengangkat derajat orang yang lemah, memuliakan orang yang terhina, puasa di siang hari akan menjauhkan seorang hamba dari godaan syahwat dan tidak ada waktu istirahat bagi seorang mukmin sebelum surga”

Ada yang berkata pada Ibnu Mas’ud, “Kami tidaklah sanggup mengerjakan shalat malam.” Beliau lantas menjawab, “Yang membuat kalian sulit karena dosa yang kalian perbuat.”

Lukman berkata pada anaknya, “Wahai anakku, jangan sampai suara ayam berkokok mengalahkan kalian. Suara ayam tersebut sebenarnya ingin menyeru kalian untuk bangun di waktu sahur, namun sayangnya kalian lebih senang terlelap tidur.” (Al Jaami’ li Ahkamil quran)”

Ibnu Abbas berkata: “barangsiapa yang ingin dimudahkan oleh Allah dari lamanya berdiri pada hari kiamat maka hendaklah dia terlihat oleh Allah dalam keadaan sujud dan berdiri di kegelapan malam takut akan akhirat dan berharap rahmat Allah”

Mereka adalah hamba-hamba Allah yang menghabiskan waktu malamnya dalam sujud dan berdiri, menegakkan Shalat, mengangkat dirinya dari empuknya kasur, heningnya malam, mereka kalahkan godaan tidur, mengutamakan bermunajat pada Allah, mengharap pahalanya dan takut akan siksanya.

Saat kematian mendatangi Ibnu Umar, beliau berkata: “saya tidak sedih meninggalkan urusan dunia ini kecuali rasa haus dalam hijrah dan nikmatnya Shalat malam”

Shalat malam adalah menjauhkan diri dari keramaian hidup, bermunajat dengan Dzat yang Maha mulia, memohon ampunan dan maghfirohNya, mengharap belas dan kasihNya…Allahu Akbar….mereka tidak bisa menikmati tidur karena mengingat sepinya kubur, beratnya beban pada hari kebangkitan tatkala dibangkitkan semua yang ada di kubur, di buka semua yang di dada.

Oleh karenanya, Qotadah berkata: “orang munafiq tidak akan pernah (bisa) menghabiskan waktu malamnya dalam ketaatan”

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah: 16-17)

Bahkan kita bisa mendapatkan bagaimana orang-orang terdahulu berlomba-lomba mengajak orang lain untuk mendapatkan keutamaan ini. Salah seorang di antara mereka apabila bangun di waktu sahur sementara kebanyakan penduduk masih pada terlelap dalam tidurnya, beliau berkata dengan suara keras: “wahai manusia, wahai manusia..apakah kalian tidur sepanjang malam? Kenapa kalian tidak Shalat malam???

Sufyan ats-Tsauri mengatakan: “Hanya karena satu dosa, aku kehilangan sholat malam selama lima bulan.” Ia ditanya,”apa dosa tersebut?” Ia menjawab,”Ketika aku melihat orang yang menangis, aku berkata dalam hatiku, ‘orang ini menangis karena ingin dipuji oleh orang lain.”

Atha’ ibn Abi Rabah berkata “Sesungguhnya qiyamul lail itu menghidupkan badan, menerangi hati, membuat air muka bercahaya serta menguatkan penglihatan dan anggota badan, seseorang apabila melaksanakan qiyamul lail akan merasakan kegembiraan dan apabila terlewat qiyamul lailnya maka ia akan merasa sangat sedih seakan-akan ia telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga “ (Al-bidayah wa Nihayah 9/294).

Inilah yang dianjurkan oleh Imam Muhammad bin Sirrin “Hendaklah kalian laksanakan qiyamul lail walaupun hanya sesusuan sapi.” (Azzuhud : 306).

Diceritakan lebih dari satu dari kalangan mereka (generasi awal) bahwa tidak ada hal yang paling mereka sesalkan apabila mereka tinggalkan dalam kehidupan dunia ini kecuali “Puasa diwaktu terik matahari dan shalat ditengah malam”.

Kecintaan mereka kepada qiyamul lail sampai menjadikan mereka merasa sangat sedih apabila malam pergi dan siang datang. Imam Sufyan Atsauri berkata “apabila datang waktu malam aku sangat bahagia dan apabila datang waktu siang aku sangat sedih” (Al-Jarh Wa Ta’dil 1/85).

Abu Yazid memberitakan tentang keadaan Imam Sufyan Atsauri “bahwa apabila datang waktu pagi beliau meluruskan kakinya ke atas tembok dan meletakan kepalanya ke tanah agar darah kembali ke posisinya semula karena qiyamul lailnya yang begitu panjang” (Al-Jarh Wa Ta’dil 1/95).

Karena semangatnya dalam melaksanakan ibadah ini, mereka jadikan ini sebagai pesan utama dari generasi ke generasi. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muawiyah bin Qurrah bahwa apabila selesai melaksanakan shalat isya’ ayahnya berpesan kepada anak-anaknya “Wahai anak-anakku segeralah kalian tidur mudah-mudahan Allah SWT mengaruniakan kalian kebaikan (Qiyamul Lail)” (Az zuhud imam Ahmad 187).

Dari Utsman bin Hukaim, dia bekata, “aku pernah mendengar Sa’id bin Musayyib berkata, ‘selama 30 tahun, setiap kali para muadzin mengumandangkan adzan, pasti aku sudah berada di masjid.”

Beliau juga pernah mengatakan, “aku tidak pernah ketinggalan takbir pertama dalam shalat selama 50 tahun. Aku juga tak pernah melihat punggung para jamaah, karena aku selalu berada di shaf terdepan selama 50 tahun.”

Saat penglihatan beliau mulai melemah seseorang berkata kepada beliau, bawalah obor bersamamu agar menerangi jalan. Beliau berkata: “cukuplah bagiku cahaya Allah”.

Seorang ulama salaf menangis saat mau meninggal, ketika ditanya apa yang membuatmu menangis? Beliau menjawab: “aku menangisi hari dimana aku tidak puasa dan malam dimana aku tidak bangun”

Ibnu Jauzi berkata: “kalau Shalat malamku ditukar dengan usia Nahi Nuh dalam kekayaan Qorun niscaya aku akan rugi”

“Setan mengikat pada ujung kepala salah seorang diantara kalian jika tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan : “Engkau masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!’ Jika ia bangun lantas menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mengerjakaan sholat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, demikian juga jiwanya akaan menjadi baik. Jika tidak demikian, maka keesokan harinya ia menjadi kotor jiwanya lagi pemalas.” (HR. Muslim 1163).

Aku menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku kepada dunia. Akan tetapi, yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi berpuasa dan shalat malam.” (‘Amir bin ‘Abdi Qais)


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?fref=ts

( TELADAN ) GENERASI EMAS ISLAM DIMASA SHAHABAT NABI MUHAMMAD S.A.W


Allah SWT meminta kaum muslimin untuk meneladani Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam melaksanakan Islam, yaitu dengan mengikuti jejak generasi emas tersebut, dan menghubungkan diri mereka dengan generasi tersebut dalam amaliyah sehari-hari. Karena merekalah generasi unik yang menjalan Islam dengan sempurna dan paripurna. Mereka tahu, dan mengetahui mereka lurus. Mereka paham, dan pemahaman mereka itu baik. Merekalah generasi iman dan tauhid, generasi ibadah dan keikhlasan, generasi keadilan dan konsistensi, generasi kesabaran dan keteguhan, generasi jihad dan heroisme. Itulah generasi para sahabat yang mulia yang wajib dikaji oleh kaum Muslimin.

Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS Al-Hasyr : 9)

Cinta kepada para sahabat merupakan bagian dari agama dan keimanan, sedangkan mencaci dan membenci para sahabat adalah bagian dari kesesatan dan kehinaan.

Dari Abu Sa’id, ia berkata, “Saat terjadi pertengkaran antara Khalid bin Walid dan Abdurrahman bin ‘Auf, Khalid mencaci Abdurrahman. Lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian mencela seorang sahabatku, karena seandainya salah seorang dari kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, maka pahalanya tidak bisa menyamai infak mereka sebanyak satu gantang, dan tidak pula separonya.”

Dari ‘Imran bin Hushain RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik umatku adalah yang sezaman denganku, kemudian yang sesudah mereka, kemudian yang sesudah mereka.” ‘Imran berkata, “Aku tidak tahu, apakah beliau menyebut dua atau tiga zaman sesudah zaman beliau.”

Dari Abu Musa Al-Asy’ari, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bintang-bintang adalah pengaman bagi langit. Kalau bintang-bintang itu hilang, maka penghuni langit akan menerima apa yang diperingatkan kepada mereka. Aku adalah pengaman bagi sahabat-sahabatku. Kalau aku telah pergi, maka datanglah kepada para sahabatku apa yang diperingatkan kepada mereka. Dan para sahabatku adalah pengaman bagi umatku. Kalau para sahabatku itu telah pergi, maka datanglah kepada umatku apa yang diperingatkan kepada mereka.”

Dari Anas RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tanda iman adalah cinta kepada para sahabat Anshar, dan tanda kemunafikan adalah membenci para sahabat Anshar.” Nabi SAW juga bersabda tentang sahabat-sahabat Anshar, “Tidak ada yang mencintai mereka selain orang mukmin, dan tidak ada yang membenci mereka selain orang munafik.”

Semua sahabat adalah adil, tsiqah, dan tsabat. Karena Allah telah menilai mereka adil dan mengabarkan kesucian mereka. Nabi SAW pun menilai mereka bersih dan menjelaskan keutamaan mereka. Bagaimana mereka tidak berada dalam kedudukan tersebut, sedangkan mereka adalah manusia-manusia yang dipilih Allah untuk menjadi sahabat Nabi-Nya SAW.

Ibnu Mas’ud RA berkata, “Sesungguhnya Allah melihat hati para hamba, dan mendapati hati Muhammad SAW itu sebaik-baik hati para hamba. Karena itu, Allah memilihnya bagi diri-Nya dan mengutusnya untuk membawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati para hamba sesudah hati Muhammad SAW, dan Allah mendapati hati para sahabatnya sebaik-baik hati para hamba. Karena itu, Allah menjadikan mereka sebagai kaki tangan Nabi-Nya yang berperang di atas agamanya. Jadi, apa yang dilihat kaum muslimin sebagai sesuatu yang baik, maka ia juga baik di sisi Allah. Dan apa yang mereka lihat sebagai sesuatu yang jelek, maka ia juga jelek di sisi Allah.”

Allah SWT berfirman,

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ﴿٢٩﴾

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Fath : 29)

Allah SWT berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿١٠٠﴾

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS At-Taubah [9]: 100)

Betapa bagus kesimpulan yang diambil Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dari ayat ini. Ia mengatakan, “Allah meridhai para sabiqun tanpa syarat ihsan (berbuat baik). Di antara tindakan mengikuti sahabat dengan berbuat baik adalah bersikap ridha kepada mereka, memohonkan ampunan bagi mereka, dan meneladani mereka.


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839?fref=ts

Senin, 07 Juli 2014

ANONIM HERO


"Pusatkanlah perhatian pada seberapa banyak orang yang kau tolong bukan pada seberapa banyak pengakuan yang kau dapatkan, berhentilah berbuat sesuatu hanya agar engkau diakui orang lain".

Karena saat engkau lelap tertidur boleh jadi pintu langit diketuk oleh puluhan doa yang memohonkan kebaikan untukmu. Doa itu datang dari orang faqir yang pernah engkau tolong, dari orang lapar yang pernah engkau beri makan, dari orang berpapasan dengan mu yang kau beri senyuman atau dari orang yang dihimpit kesulitan yang pernah engkau lapangkan atau dari sahabat mu walau berjauhan...

Maka jangan pernah remehkan kebaikan walau itu terlihat kecil untuk selamanya.......


*bukan bermaksud promosi, smoga video iklan diatas bisa menginspirasi

Selasa, 15 April 2014

( KISAH ) ARTIS LYRA VIRNA YANG KINI MANTAP BERJILBAB


Artis Lyra Virna juga salah satu artis yang memutuskan untuk berhijab. Bagaimana cerita Lyra sebenarnya sehingga ia akhirnya benar-benar mantap berhijab? Lyra menuturkan, dirinya sempatmerinding dengan hidayah yang datang kepadanya itu. Ia mengaku sempat merinding karena membaca beberapa hadis yang isinya tentang perintah kepada kaum hawa untuk berhijab.

"Pada saat itu dari 2011 aku sudah pengen berhijab. Mungkin pada saat itu sih aku belum ngerti kenapa sih aku harus berhijab. Selama itu sampai 2012 aku selalu tanya sama orang, tanya sama ustad, ustadzah yang aku temuin, orang-orang yang lebih tahu gitu," kenangnya mengawali kisah.

"Sampai akhirnya aku menemukan perintah hijab di surat Al Ahjab (59) dan An Nur (31) dan juga banyak hadis-nya bahwa memang hijab itu perintah. Jadi, waktu akuu baca ayat itu aku sempat merinding, karena 'Lho, ini ada di Al Quran.' Bahwa hijab ini aku berpikir, namanya perempuan kalau Islam ya berhijab," lanjutnya menjelaskan.

Lyra juga berucap, dirinya juga mengalami pergolakan batin luar biasa saat dirinya ingin berhijab. Hingga akhirnya ibu satu anak itu memang benar-benar mantap untuk mulai memakai pakaian tertutup.

"Aku salat istikharah, terus salat tahajud. Sebenarnya untuk meyakinkan diri. Istikharah bukan untuk menentukan pilihan pakai atau nggak pakai. Tapi, mengenai aku meminta petunjuk dari Allah bahwa seandainya aku melakukan ini besok apakah aku akan istikomah? Karena aku nggak mau sudah melakukan sesuatu yang baik terus kita mundur lagi," sambungnya.

Lyra pun kini mantap dengan hijabnya itu. Perempuan yang dikabarkan dekat dengan presenter Fadlan itu juga terlihat sangat nyaman dengan penampilannya kini. "Karena ini perintah Allah jadi jangan sampai aku nggak istikomah. Jadi aku menetapkan diri," tuntas Lyra.

Marilah kita semua mendoakan semoga dia istiqomah, juga semua yang sudah berjilbab, dan tak lupa mari kita doakan juga bg semua yang belum berjilbab agar dibukakan hatinya dan diberi hidayah serta kemudahan oleh Allah SWT, Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin.

sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

( HIKMAH ) SEDEKAH MEMUDAHKAN KEHIDUPAN DENGAN IZIN ALLAH


Suatu ketika saya berpikir untuk membebaskan diri dari finansial yang selalu diberikan orang tua. Bukan karena tak senang diberi, tapi kasihan rasanya jika Abah dan Ibu terus-terusan mengeluarkan biaya untuk saya. Berpikir! Berfpkir! Berfpkir! Aha… Gimana kalau saya coba berbisnis! Tring tring tring… banyak ide bermunculan untuk memulai bisnis apa yang bisa saya geluti.

Dari kerumunan ide yang berkecamuk, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan bisnis AVAIL yang sempat tersendat selama KKN. Namun yang menjadi masalah adalah, saya tidak punya modal sepeserpun untuk memulai bisnis ini. Jangankan buat modal, untuk sehari-hari saja kadang masih kurang. He…

Ditengah kegalauan itu, tak sengaja saya bertemu dengan Teh Ida, sahabat saya yang sangat mengagumi ustadz Yusuf Mansyur. Kala itu Teh Ida membawa buku karya Ustadz Yusuf Mansyur yang berjudul “Undang Saja Allah”.

Tertarik dengan judulnya, akhirnya saya meminjam buku itu dari Teh Ida dan melalap habis dalam waktu satu hari satu malam.

Satu kata yang masih terngiang dari buku itu adalah “Serahkan semua urusan kepada Allah dan berikan pinjaman yang terbaik kepada-Nya. Maka Allah akan membalas 10 kali lipat kebaikan bahkan lebih”.

Tring!!! Ide kembali menggelayuti fikiran… Saya butuh modal Rp. 6.000.000, berarti saya harus bersedekah Rp. 600.000. Langsunglah saya ke ATM untuk mengecek uang yang tersedia di rekening. Wah… ternyata Cuma ada Rp.500.000 kurangnya Rp.100.000. Gak papa deh, namanya ikhtiar.

Ketika saya kembali ke rumah dan memasukkan uang kedalam amplop, kakak saya bertanya, “Uang buat apa itu?” Saya hanya menjawab, “Buat 5 orang anak yatim, Teh.” Kakak saya hanya tersenyum dan berkata, “Ooooohhh… kalau begitu, nitiplah Rp. 100.000,” sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.

Alhamdulillah… Jadi pas deh Rp.600.000.

Tinggal menunggu balasan dari Allah Allah maha cepat perhitungannya, dalam waktu kurang dari 2 minggu Allah membalas sedekah saya 10x lipat menjadi Rp.6.000.000.

Nominal yang belum pernah saya miliki sebelumnya.

Dan perantara ganjaran itu adalah kakek saya yang merupakan seorang pensiunan Pengawas SD, yang jumlah tabungannya cukup banyak dan belum terpakai. Allah menggerakkan hati kakek, sehingga kakek mau memberi uang sebanyak itu untuk saya. Barokallah fii umrik, Kek…

Allah berfirman :

لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ“

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya “ ( Al Baqarah : 93 )

JANJI ALLAH terhadap orang yang bersedekah dan sebaliknya selain itu hanya ada janji setan yang membuat tipu daya dalam hati agar membatalkan niatan sedekah kita

Allah Ta'ala berfirman,

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 268)


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

Rabu, 25 Desember 2013

Gratis Sepanjang Masa



Suatu sore seorang anak menghampiri ibunya di dapur, ia menyerahkan selembar kertas yang telah di tulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek, ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya :

Untuk memotong rumput Rp. 2000
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 1000
Untuk pergi ke warung di suruh ibu Rp. 1000
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 1000
Untuk membuang sampah Rp. 2000
Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 2000
Jadi jumlah semua utang ibu sekitar Rp. 12.000

Sang ibu memandangi wajah anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya dan inilah yang ia tulis :

Untuk 9 bulan ibu mengandung kamu, Gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, Gratis
Mengobati kamu dan mendoakan kamu, Gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, Gratis
Kalau di jumlahkan semua, harga cinta ibu adalah Gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju
Anakku…. Dan kalau kau menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah Gratis

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya dan berkata : “Bu, aku sayang sekali sama Ibu”. Kemudian ia mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar "LUNAS".

-untuk semua Ibu yg ada di dunia, jasamu tak terbalaskan-

Selasa, 10 Desember 2013

Balasan Untuk Anak

Oleh Zulfi Akmal
Al-Azhar Cairo

***

Di antara bacaan terbaik yang saya baca hari ini. Semoga banyak yang ikut membaca dan mendapatkan ibrah.

Seorang anak laki-laki ditinggal mati oleh ibunya sebelum ia mendapatkan pekerjaan sebagai seorang guru.

Dulu ibunya ketika masih hidup adalah seorang tukang jahit. Ibunya memberi dia belanja yang cukup dan melarangnya untuk bekerja. Supaya ia melanjutkan kuliahnya dengan konsen.

Dia turuti kehendak ibunya itu. Dia kuliah dengan sungguh-sungguh hingga ia menjadi mahasiswa berprestasi. Selesai kuliah ia langsung mendapatkan pekerjaan sebagai guru.

Niatnya semula ingin memberikan sebagian gaji yang ia peroleh dari mengajar untuk ibunya. Untuk menunjukkan baktinya sebagai anak yang sudah dibesarkan dengan kasih sayang oleh orang tuanya.

Akan tetapi takdir Allah berkata lain. Ibunya meninggal dunia sebelum rencananya kesampaian. Dia sedih luar biasa atas musibah itu.

Untuk itu ia bernazar akan memberikan seperempat dari gajinya untuk fakir-miskin dan amal-amal sosial lainnya, dan ia niatkan pahalanya untuk ibunya. Sudah 30 tahun ibunya meninggal, tidak pernah satu kalipun ia luput mendo'akan ibunya setelah selesai mengerjakan shalat.

Dia banyak bersedekah dengan menyediakan fasilitas air minum gratis yang biasa di pasang di pinggir jalan dan mesjid-mesjid. Dia juga menggali sumur untuk dimanfaatkan masyarakat umum. Semuanya diniatkan waqaf untuk ibunya.

Pada suatu hari ia keluar untuk mengerjakan shalat berjama'ah di mesjid. Saat itu ia melihat sekelompok orang meletakkan alat pendingin dan penyaring air minum di mesjid kampungnya.

Dia merasa tidak enakan, karena sudah menyumbang di sana sini, tapi lupa menyumbang alat itu di mesjid kampungnya sendiri.

Ketika ia lagi kebingungan itu, tiba-tiba pengurus mesjid mendekatinya, sambil berkata: "Pak Muhammad, semoga Allah membalasi kebaikan bapak yang telah menyediakan fasilitas air minum di mesjid kita".

Dia mejadi keheranan, dan menjawab: "Tidak, demi Allah itu bukan aku yang memberikannya".

Pengurus mesjid: Betul, itu dari bapak. Hari ini anak bapak membawanya ke sini, dan ia mengatakan kalau alat ini berasal dari bapak.

Tiba-tiba anaknya datang dan langsung mencium tangannya sambil berkata: Ayah, itu berasal dariku dan aku meniatkan pahalanya untuk ayah. Semoga Allah menerimanya dan membalasinya dengan minuman yang lezat nanti di surga.

Dia bertanya kepada anaknya: Ananda, bagaimana kamu bisa mendapatkan alat itu, padahal kamu belum bekerja dan masih duduk di bangku kelas I SMP.

Anaknya menjawab: Semenjak 5 tahun aku menabung dari uang jajanku demi berbuat baik kepadamu, ayah. Sebagaimana ayah berbuat baik kepada nenekku. Tabunganku itu aku jadikan sebagai waqaf atas nama ayah.

Subhanallah, benar sekali kata pepatah: "Kebaikan itu adalah piutang". Dia akan kembali kepadamu dari anak-anakmu.

Durhaka juga seperti itu, akibatnya akan kembali kepadamu.

Sebagaimana kamu berbuat baik, kamu akan menerima kebaikan yang sama.

Rasulullah bersabda: Berbuat baiklah kepada orang tuamu, niscaya anak-anakmu akan berbuat baik kepadamu.

Ya Allah, karuniakanlah aku kebaikan orang tuaku dan anak-anakku.

Minggu, 08 Desember 2013

Tips ODOJ Penggemar Sepakbola


Tips Raih Wan Dey Wan Jus :

Pola Tiki Taka 3-3-2-2
Adalah melakukan variasi serangan tilawah di pagi hari 3 lbr, secara simultan dilanjutkan penguasaan waktu di masa dhuha 3 lbr.
Tiki Taka yg menusuk jantung pertahanan kejenuhan dilanjutkan di masa zduhur~ashar 2 lbr. Dimasa injury time maghrib~isya di shoot dgn tendangan sudut mematikan 2 lbr. Pola ini butuh stategi jitu dan penguasaan lapangan yg credible dan kerjasama visible antara niat, kerja keras dan doa...

Pola catenacio atau Grendel 1-2-3-4.
adalah tipikal stategi parkir bus, menumpuk pertahanan di akhir injure time, maghrib~isya 4 lbr, di awali dg tusukan nine false di awal subuh 1 lbr. Di perkuat lini mildfilder zduhur~ashar 2 lbr, maghrib kian fokus 3 lb. Sistem ini mengandalkan counter attact dan menguatkan libero2 di jantung injury time. Ini cocok bagi paramuda yg sibuk...

Pola Three Lions 4-2-2-2.
Cara 3 singa ini mengandalkan kick n rush tapi tdk secepat fast n furios. Mngandalkan center back 4 lbr di awal pagi, gaya negeri Lineker ini menjaga variasi stagnan di waktu ashar 2 lbr, magrib 2lbr dan ditutup dg tusukan mematikan jelang waktu rehat 2 lbr. Ini mengandalkan. speed~power dg pola2 jauh. Ini cocok bagi pekerja yg tdk terikat waktu kick off...

Silahkan dipilih mana strategi mana yg cocok.

Kamis, 05 Desember 2013

Kepedulian dan Calon Dokter

Namaku Riri, aku saat ini sedang kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Aku kuliah disebuah jurusan yang cukup favorit, yaitu jurusan Kedokteran. Sebuah jurusan – yang aku yakini – dapat membuat hidupku lebih baik di masa mendatang.

Bukan kehidupan yang hanya untukku, tetapi juga buat keluargaku yang telah susah payah mengumpulkan uang – agar aku dapat meneruskan dan meluluskan kuliahku. Kakakku juga rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratoriumku yang cukup tinggi.

Hari ini adalah hari ujian semesteranku. Mata kuliah ini diampu oleh dosen yang cukup unik, dia ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. “Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.” katanya beberapa waktu lalu.

Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, kami para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian kami. Ketakutanku terjawab hari ini, 9 pertanyaan yang dilontarkannya lumayan mudah untuk dijawab. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar aku tulis di lembar jawabku.

Tinggal pertanyaan ke-10.

“Ini pertanyaan terakhir.” kata dosen itu.

“Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini !” katanya.

Seluruh ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini.

“Ini serius !” lanjut Pak Dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. “Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang !”

Aku tahu ibu tua itu, dia mungkin juga satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran ini. Aku tahu dia, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung, dan ia selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswa di sini. Ia selalu menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong.

Tapi satu hal yang membuatku konyol.. aku tidak tahu namanya ! dan dengan terpaksa aku memberi jawaban ‘kosong’ pada pertanyaan ke-10 ini.

Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu. Sambil menyodorkan kertas jawaban, aku memberanikan bertanya kepadanya kenapa ia memberi ‘pertanyaan aneh’ itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini.

“Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini” katanya. Beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara.

“Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D !”

Semua berdecak, aku bertanya kepadanya lagi, “Kenapa Pak ?”

Kata dosen itu sambil tersenyum, “Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter.” Ia lalu pergi membawa tumpukan kertas-kertas jawaban ujian itu.

Dicintakan dengan Qur'an Sejak Bayi, Terinspirasi Imam Syafi'i, Luthfi Hafal Qur'an 30 Juz di Usia 10 Tahun


Namanya Muhammad Luthfi. Asalnya dari Pasar Rebo Jakarta Timur. Ia adalah salah satu santri di Pesantren Qur'an Nurul Hikmah. Di usianya yang sangat belia (10 tahun), ia telah berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur'an 30 juz. Sungguh suatu pencapaian langka yang luar biasa bagi anak kota di tengah derasnya arus negatif globalisasi.

Luthfi memulai hafalan Qur'annya saat ia kelas 1 SD, dibawah bimbingan umminya. Suatu ketika, SDIT tempat Luthfi bersekolah mengadakan lomba hafalan Qur'an juz 30. Luthfi pun diikutsertakan dalam lomba itu dan berhasil menyabet gelar juara pertama. Melihat hal tersebut, orangtua Luthfi berpikir bahwa mungkin Luthfi memiliki bakat yang besar di bidang hafalan Al-Qur'an. Kemudian mereka mengarahkan Luthfi untuk melanjutkan sekolah di Pesantren Qur'an. Tanpa paksaan, Luthfi kecil langsung tertarik dengan tawaran orangtuanya.

Pesantren Kudus di Jawa Tengah menjadi pilihan awal. Disana Luthfi memulai hafalannya dari surat Al Baqoroh. Saat menghafal halaman pertama surat ini, Luthfi mengaku merasa sangat kesulitan. Pada mulanya, untuk menghafal setengah halaman yang berisi tiga baris ayat saja ia bisa menghabiskan waktu selama dua hari. Namun berkat kesabarannya meski menemui kesulitan di awal, Allah karuniakan keberkahan dalam proses menghafal Luthfi. Di hari-hari berikutnya ia bisa menghafal 1 halaman dengan sangat cepat dan mudah. 9 juz Al-Qur'an mampu dihafalnya di tahun pertama, kemudian 9 juz pula di tahun kedua, dan 4 juz di tahun ketiga. Di tahun keempat, dengan berbagai pertimbangan, orangtua Luthfi memindahkannya ke Pesantren Nurul Hikmah. Kurang dari setahun di Nurul Hikmah, Luthfi mengulang kesuksesannya menghafal di tahun pertama. 8 juz terakhir mampu ia selesaikan dengan gemilang. Maka di tahun keempat dari proses menghafalnya, saat usianya genap 10 tahun, Luthfi telah menyelesaikan setoran hafalan 30 juz.

Salah satu sumber semangat Luthfi untuk menghafal hingga khattam ternyata diinspirasi oleh kekagumannya kepada Imam Syafi'i yang telah hafal Qur'an sejak usia 7 tahun, dan telah menjadi seorang guru dan hafal kitab Al Muwatho di usia 10 tahun. Luthfi sendiri, memiliki cita-cita menjadi seorang ahli fiqh. Sungguh cita-cita Luthfi yang visioner ini begitu langka terucap dari lisan anak kecil pada umumnya yang biasa kita temui. Bahkan sejak sebelia ini, Luthfi sudah memiliki target di negara mana ia akan berkuliah nanti."Madinah", ujarnya mantap. Kini Luthfi mulai merenda impiannya berkuliah di Madinah dengan berbekal sanad hafalan Qur'annya. Dengan tekun ia menyetorkan hafalannya dan ujian secara intensif kepada Ustadz Muzammil. Satu hal lagi yang membuat kita berdecak kagum dengan visionernya hafidzh cilik nan dewasa ini, ia bercita-cita memiliki pesantren Al-Qur'an saat dewasa kelak. Allahu akbar!

sebenarnya, apa yang membuat sosok belia ini begitu dewasa dan visioner dalam menjalani masa kecilnya?
Tak lain adalah karena sejak kecil Luthfi sudah dibiasakan dengan lingkungan Al-Qur'an. Oleh umminya, Luthfi dan ketiga saudaranya selalu dididik dengan Al-Qur'an sejak dalam kandungan (tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan ummi Hilyah.red). Bahkan sejak mereka belum ada, ummi telah memantaskan diri menjadi ummi yang berkenan Allah anugerahkan qurrota a'yun penghafal Qur'an yang kelak di surga memakaikannya mahkota dari cahaya paling cantik yang Allah punya.

Ummi yang sering dan gemar mengkhatamkan Qur'an ini giat menanamkan teladan-teladan agar anak-anaknya bisa cinta dan hafal Al-Qur'an. Dengan ditambah dukungan Abi di rumah, terciptalah suasana keluarga pecinta Al-Qur'an di rumah mereka. Kakak pertama Luthfi (VII SMP) dalam satu tahun mampu menghafal sebanyak 8 juz, adik perempuannya (IV SD) sudah hafal 5 juz, dan adik terakhirnya (II SD) juga telah menghafal surat-surat pendek di juz 30. Fenomena anak-anak penghafal Qur'an ini diawali oleh umminya sendiri yang telah menyelesaikan 8 juz Al-Qur'an sebelum menikah, di era 90an, saat LTQ dan program-program menghafa[truncated by WhatsApp]

Yang Terpuji, Yang Teruji


oleh Salim A. Fillah dalam Sirah. 27/09/2013

    “Aku ingin agar dia dipuji, di langit dan di bumi.”

Begitu ‘Abdul Muthalib berkata sembari menimang sang bayi yang berwajah cahaya. Senyumnya bangga, rautnya gembira, air mukanya renjana. Dengan teguh dijawabnya para tetua Quraisy yang tadi menggugat, “Mengapa kauberi nama dia Muhammad; nama yang tak pernah digunakan oleh para leluhur kita yang hebat?”

Dan Muhammad senantiasa terpuji, hingga para pembencinya tak mampu mencaci. Ibn Ishaq meriwayatkan dalam Sirah-nya; bahwa setelah turun Surah Al Lahab yang menyebut Ummu Jamil sebagai ‘wanita pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut’, perempuan itupun mencari-cari Kanjeng Nabi.

Di salah satu sudut Masjidil Haram, diapun berjumpa Abu Bakr Ash Shiddiq. Maka segera dia menghardik, “Di mana sahabatmu itu hai putra Abu Quhafah? Dia pikir hanya dia yang sanggup bersyair hah? Sungguh akupun pandai menyusun sajak tuk membuatnya susah!” Lalu diapun mulai mendaras gubahannya.

    Mudzammam ‘si tercela’ kami abaikan
    Agamanya kami benci bersangatan
    Perintahnya kami tentang sekalian

Bakdanya, wanita keji yang hobi menabur duri di laluan Baginda Nabi ini bersungut-sungut pergi. Maka Ash Shiddiq pun menoleh dengan wajah pias-pias terkesima pada sosok yang ada di sebelahnya. “Apakah dia tak melihat engkau Ya RasulaLlah? Dia datang dan menanyakanmu, lalu mencaci maki seakan kau tak di sini; padahal di sisiku paduka berdiri?”
Senyum tersungging di bibir mulia, lalu lisan Al Mushthafa memekarkan sabda, “Allah mentabiri pandangannya  dari diriku duhai Aba Bakr.” Abu Bakr mengangguk, iman di dadanya kian berduduk, jiwa dan raganya sempurna tunduk.

“Tidakkah kau perhatikan bagaimana Allah menjaga diri dan namaku hai Aba Bakr?”, ujar Sang Nabi dengan renyah, “Mereka menghina dan menista Mudzammam, padahal aku adalah Muhammad.”

Betapa dahsyat nama Muhammad. Hingga yang hendak menjelekkannya pun tak bisa tidak harus memuji jika menyebut asmanya. Atau jika membalik namanya dari Muhammad ‘si terpuji’ pada Mudzammam ‘si tercela’, menjadi salah-sasaranlah cercaannya.
Tetapi orang terpuji tidaklah terlepas dari uji. Maka Al Amin, yang tepercaya, yang menjunjung kejujuran sebagai permata hidupnya akan terhenyak ketika pada suatu hari dia digrambyang, “Dusta kau hai Muhammad!”

Mari bayangkan 40 tahun hidup yang bersih tanpa cacat; semua orang berkata padanya, “Benarlah kau duhai Muhammad! Janjimu tepat! Kau tunaikan amanat!” Lalu ketika kebenaran samawi bahwa tiada Ilah selain Rabb mereka dipikulkan ke pundaknya, tiba-tiba semua berkata, “Engkau dusta!”

Semua kan diuji atas hal yang paling dijunjung tinggi hati. Ibrahim pada cintanya hingga penyembelihan putra, Maryam pada kesuciannya hingga hamil tanpa sentuhan pria, Muhammad pada kejujurannya hingga dituduh berdusta. Shalawat bagi mereka yang telah lulus sempurna. Bagaimana dengan kita?

Berbaik Sangka

Nabi NUH belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal & ditertawai kaumnya.

Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.

Nabi MUSA belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Nabi MUHAMMAD SAW pun belum Tahu kalau Madinah adalah Kota Tersebarnya Ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah.

Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada perintah Allah dan tanpa berhenti Berharap yang Terbaik. Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, Allah telah menyiapkan SURPRISE saat kita menunaikan perintahNYA.

Pertolongan Allah
datang di detik2 Terakhir
dari Usaha Hamba-Nya. Kalaupun Hasil Yang kita
Usahakan masih Jauh dari Harapan , Usah kita berkecil hati. Tetap HUZNUDZON apapun yg terjadi..

Selamat berbaik sangka pada Allah hari ini.

Tentang Sandal -Ust Nandang Burhanudin

Tentang Sandal!! (Nandang Burhanudin)

Sekitar pukul 14 Ahad (30/11/13), saya dan beberapa sahabat mengunjungi RS Al-Islam. Rencananya membesuk salah seorang siswa SDIT Insan Teladan yang dirawat di HCU. Karena bukan waktu besuk, security RS hanya memperbolehkan tamu 1 orang saja. Itupun atas izin Allah, tanpa sengaja saya dipertemukan dengan ayah dari murid SDIT Insan Teladan juga, yang adiknya dirawat di RS yang sama.

Singkat cerita, saya pun naik ke lantai 3. Selepas mendoakan pasien anak tadi. Saya beberapa kali mengengok ruang HCU. Saya lihat Syamil itu tengah diopeni 2 wanita. Kemungkinan besar adalah ibu dan tantenya. Saya tak sempat masuk. Karena tak ada ayah dan juga tak ada pria di ruangan itu. Sempat menunggu beberapa saat. Saya kembali lagi. Kondisinya sudah rapih. Saya dengar sayup-sayup Syamil mengigau. Saya tahu apa yang ia igaukan. "Ya ... hafalan An-Naba. Lalu loncat ke An-Nazi'aat. Tak utuh memang. Tapi saya sempat merinding sembari berguman, "SubhanaLlah ...!"

Karena tak ada ayahnya, saya pun turun. Mengajak kedua ustadz untuk kembali pulang. Allah menakdirkan lain. Pas di pintu keluar, ayahnya Syamil baru pulang dari kantin. Sembari menggendong anaknya yang ke-3, saya lihat aura optimisme di wajahnya. Kami turut mendoakan agar Syamil sembuh sedia kala.

Namun, usai adzan Isya, telpon saya berdering. Ada firasat untuk mengangkat langsung, tanpa tahu siapa yang diujung telepon. Nomornya tak tercatat! Asing memang! Sambil loncat mengambil sarung siap-siap ke masjid dekat rumah, saya dikejutkan berita diujung telepon, "Ustadz. Syamil meninggal pas waktu adzan Isya tadi! Tolong diumumkan di masjid dan minta dipersiapkan pemakaman!" Saya termangu. "Siaap!" tegas saya. Tak lama lari ke masjid. Jamaah sudah iqomat. Usai shalat saya berdiri dan mengumumkan berita duka.

Jenazah pun datang sekira jam 22.10 malam harinya. Usai dimakamkan, saya dan beberapa ustadz mendekati sang ayah. Saya berusaha menenangkan. Namun sambil menahan tangis, sang ayah berujar, "Ustadz ... sebelum wafat, tadi anak saya menanyakan sandal!"

Semua yang hadir tersenyum. Rasanya biasa. Namanya juga anak-anak. Namun sang ayah melanjutkan, "Ia menanyakan sandal yang suka digunakan berjamaah ke masjid!"

Hati saya bergetar. Terasa air mata meleleh. Sang ayah menambahkan, "SYamil setiap mengigau, selalu melantunkan hapalan surat-surat juz 30! Saya gak kuaat pak ustadz!"

Saya pun memeluknya. Air mata pun tak kuasa saya tahan. "Subhanallah!", ujar Ustaz Ja'far Al-Hafizh. "Semoga ini jadi 'ibroh untuk kita semua! Anak kecil, 7 tahun, kelas 1 SD saja mengigaunya hapalan Al-Qur'an! Mau wafatnya saja yang ditanyakan sandal yang suka dipake ke masjid! SubhanaLlah!", pungkas ustadz Ja'far.

Ustadz Agus pun menimpali, "Ini adalah investasi terbaik antum! Allah lebih sayang pada Syamil! Tapi jangan putus asa. Allah pun akan menggantikan yang lebih baik! Aaamiiin"

Senin, 20 Mei 2013

Semesta Alam Bersorak-Sorai



Semua mata terbelalak, mendengar ayat-ayat cinta-Nya yang didendangkan dengan suara merdu penuh khidmat. Embun di pagi buta masih menebarkan bau basahnya, gemiricik air mengalir dengan melodi indah nan bermakna. Sajadah panjang telah tergeletak bermaksud untuk menghadap kepada Sang Illahi, bersujud dengan khusyuk. Memuji dan memuja asma-Nya yang indah tiada terkira, tak terdiksikan oleh goresan pena.
            Pagi berganti siang, tetapi mereka tetap menyusuri jalan panjang. Siang ini matahari begitu menyengat, menyayat tubuh. Mereka ibu dan anak yang bekerja saat fajar mulai tiba sampai matahari kembali ke tempat peraduannya. Sinar matahari kali ini masih  terpancar hingga pukul setengah empat sore matahari seolah matahari tak pernah mau tergelincir.
            “Bu, ibu masih kuat? Kita istirahat sejenak, aku lelah. Ibu pasti juga lelah kan?” Gagah duduk di bawah pohon rindang, meluruskan kakinya sambil memijat ibunya.
            “Terima kasih Nak, maaf ibu tak pernah bisa membelikan sesuatu yang kau inginkan. Sejak lama ibu ingin sekali berqurban, selama ini kita hanya bisa mengantri dengan wajah memelas, berharap bisa memakan sepotong daging qurban. Sudah hampir tiga tahun kita mengumpulkan uang, ibu tahu Nak mungkin selama ini ibu terlalu egois karena memiliki hasrat untuk berqurban dua kambing.” Ibu Neneng membelai lembut rambut anak perempuannya, ia merasa sangat egois karena selama ini ambisinya sangat kuat untuk berqurban.
            “Tak apa Bu, aku bersyukur karena dengan harta kita yang sangat pas-pasan ibu masih memikirkan untuk sedekah. Meski pun mereka selalu menertawai ambisi ibu, tapi ibu tak pernah sedikit pun putus asa. Itulah yang aku syukuri, memiliki ibu yang berhati mulia.” Gagah memeluk ibunya dengan dekapan hangat.
***
            Setelah hampir tiga belas jam bekerja, alias memulung. Memunguti gelas-gelas aqua, plastik atau apapun itu yang biasa didaur ulang. Ya, mereka hanyalah seorang pemulung. Akan tetapi mereka selalu tetap bersyukur atas karunia Sang Illahi. Masih mau memikirkan orang lain dan menolong sesama. Mereka tak pernah peduli jika ada yang meremehkannya, jika ada yang menghinanya atau apapun itu.
            “Dari mana aja Bu hari gini baru pulang, nyari harta karun buat beli kambing pas nanti qurban?” Ibu Dina bermaksud untuk menyindir bu Neneng.
            “Haha, Bu Neneng nih kalo mimpi kebangetan ya. Mimpi mau berqurban, dua kambing lagi. Buat sehari-hari aja susah ini udah kayak banyak duit aja. Bangun Bu dari mimpi buruknya!” Ibu Eci menghina bu Neneng. Ini bukan pertama kalinya mereka menyindir atau menghina bu Neneng. Tetapi bu Neneng hanya senyum saja tidak mempedulikan mereka.
            “Saya memang hanya seorang pemulung, tapi saya yakin Allah akan memberikan jalan menuju impian itu. Dan kalian hanya mampu melihat dengan wajah terheran.” Dalam benak bu Neneng.
***
            Setelah tiga tahun bu Neneng dan Gagah anaknya berhasil mengumpulkan uang sebesar lima juta, begitulah kuasa-Nya, begitulah kebesaran-Nya, Dia takkan pernah membiarkan hamba-Nya kecewa selagi hamba-Nya terus berusaha dan menjalankan perintah-Nya. Semua tetangga bu Neneng tercengang, sungguh sangat tidak percaya. Namun itulah kenyataannya, ketika mereka hanya bisa mencemooh dan menghina, tanpa melihat seberapa besar usaha yang mereka lakukan. Sampai peluh yang selalu membasahi tubuhnya, bahkan air mata pun mengalir deras di setiap untaian doanya.
            Hari ini langit begitu biru bagai laut biru penuh pesona dengan segala arus ombaknya. Awan pun cerah membentuk lukisan abstrak namun penuh makna. Sawah hijau membentang indah bak permadani taman surga. Angin sepoi-sepoi berhembus lembut, membelai kalbu. Gema takbir menggema di alam raya, menyambut hari raya Idul Adha. Langit menjadi saksi perjuangan dan perngorbanan seorang perempuan berhati mulia. Daun-daun melambai indah, seolah ingin menyapa dan mengucapkan selamat. Burung-burung gereja menari-nari indah dengan formasi penuh makna seolah menyambut kebahagiaan hakiki. Bunga-bunga merekah indah penuh warna seolah berada dalam taman cinta penuh dengan warna-warninya kehidupan yang memberi warna. Semua menyambut dengan tulus dan penuh kasih saying. Semua yang ada di langit dan di bumi menjadi saksi atas perjuangan seorang perempuan yang tak pernah mengeluh, yang memiliki hati yang begitu murni bagai cinta dan kasih sayang-Nya. Seluruh semesta alam bersorak-sorai penuh khidmat, bersorak-sorai bahagia, bersorak-sorai sujud syukur.

***
The End 

by: Ika Nurmawati 

Senin, 21 Mei 2012

Baca aja gan / sist



mas bro mbak sist, sekedar sharing aja.
pertanyaan yang diutarakan dibawah juga semoga lebih membuka fikiran kita ( karena kita pun belum tentu bisa menjawab pertanyaan dibawah ini). semoga menambah pengetahuan tentang keIslaman kita.


Ini Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22 Februari 2006 silam.

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.


Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini."

Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.

Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. "Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim."

Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus
menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!

Sang pendeta pun mulai bertanya,

* Sebutkan satu yang tiada duanya,

* Dua yang tiada tiganya,

* Tiga yang tiada empatnya,

* Empat yang tiada limanya,

* Lima yang tiada enamnya,

* Enam yang tiada tujuhnya,

* Tujuh yang tiada delapannya,

* Delapan yang tiada sembilannya,

* Sembilan yang tiada sepuluhnya,

* Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,

* Sebelas yang tiada dua belasnya,

* Dua belas yang tiada tiga belasnya,

* Tiga belas yang tiada empat belasnya.

* Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!

* Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

* Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?

* Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?

* Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!

* Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?

* Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?

* Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

* Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,

* Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

* Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra':12).

* Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.

* Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al- Qur'an.

* Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

* Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.

* Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk:3).

* Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

* Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang

* Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluhkali lipat." (Al-An'am: 160).

* Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.

* Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

* Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

* Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing. " (At-Takwir:18).

* Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

* Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf,yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepadamereka," tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

* Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).

* Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

* Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

* Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

* Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

* Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata,
"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! "

Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. " Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."

Sang pendeta pun berkata, "
Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa'asyhaduanna Muhammadar Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam.

ALLAHU AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

Semoga Kisah ini dapat menambah kuat Iman kita sebagai seorang Muslim, dan jika Kisah ini di baca oleh orang non muslim, semoga dia sadar dan memeluk Agama yang paling Benar, Agama ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.


sumber: https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150712381723311

Sabtu, 15 Januari 2011

KISAH SEPATU & SENDAL JEPIT



Disebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota , nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.

Rabu, 11 Agustus 2010

Dulu saya kuli bangunan, akhi... (Kisah Inspirasi 2)


Namanya mungkin sudah tidak asing bagi beberapa orang, khususnya yang pernah bersinergi bersama beliau dalam acara-acara motivasi trainingnya. “Dosen” muda berbakat, begitu sebuah selebaran menyebut dirinya. Pribadi yang penuh optimisme dan semangat... demikian saya mengenal sosoknya.

“Mas... ceritakan sedikit tentang masa lalu antum sebelum kuliah, hingga kini menjadi salah seorang motivator ulung...” demikian saya bertanya padanya suatu hari.

Sejenak ia berusaha mengingat-ingat sambil mencoba mencari kata yang tepat untuk memulai.

“Perjalanan saya untuk memperoleh pendidikan yang layak setelah lulus SMA... betul-betul penuh perjuangan. Jika siswayang lain selepas SMA segera melanjutkan kuliah... saya harus bekerja dahulu. Dan jangan bayangkan pekerjaan yang saya lakukan adalah sebuah pekerjaan yang mudah, akh...”

Saya manggut-manggut menunggu ceritanya.

“...saya bekerja sebagai seorang kuli bangunan selama hampir 2 tahun di Jakarta. Antum tentu tahu bagaimana tampang para pekerja kasar itu bukan?! Hidupnya bergantung pada order ada tidaknya proyek pembangunan, jika sedang tidak ada order... kami duduk di pinggiran jalan dengan alat pertukangan berada di depan kami sambil berharap hari itu ada kontraktor yang membutuhkan tenaga kerja dengan upah murah...” ia bertutur dengan semangat.

Saya membayangkan bagaimana jika saya yang berada di posisinya saat itu. Melihat teman-teman SMA saya yang langsung kuliah, sementara saya harus bekerja kasar untuk membiayai hidup dan masa depan... masya Allah... belum lagi tekanan mental yang harus saya hadapi...

“... setelah 2 tahunan saya bekerja akh, dan selama itu pula saya menabung... saya akhirnya mencoba untuk ikut SPMB, karena tanpa pendidikan saya gak akan jadi apa-apa. Bayangkan akhi... selama 2 tahunan saya hanya berkutat dengan adukan semen, debu, dan keringat... tentu beban berat bagi saya jika selama 2 tahunan itu saya tak pernah menyentuh pelajaran lagi... dan kemudian dihadapkan dengan yang namanya SPMB... hehehe” ia tertawa renyah mengingat masa-masa itu.

“...namun Allah itu luar biasa akhi. Ia tahu apa yang hamba-Nya perjuangkan. Alhamdulillah... saya diterima di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik negeri ini... IPB akh... bersamaan dengan antum yang waktu itu setelah lulus SMA langsung masuk ke IPB... tahun 2004...”
Subhanallah... berarti ia lebih senior dua tahun dibanding saya jika dilihat dari kelulusan SMA-nya. Wah perjuangan hebat.

“...Alhamdulillah selama kuliah pula saya mendapatkan beasiswa dari salah satu instansi yang peduli akan pendidikan mahasiswa Indonesia, dan kemudian berkesempatan mengikuti berbagai aktivitas menakjubkan selama itu... Bahkan 3 tahun kemudian saya dipercaya oleh teman-teman untuk memimpin Himpunan Mahasiswa di jurusan saya... hehehe...”
Wow... seorang kuli yang akhirnya menjadi mahasiswa... mantab sekali.

“Dan akhirnya saya bisa lulus dari IPB dengan baik...” ujarnya tersenyum...
Wah... dua tahun jadi kuli... masuk IPB bareng, namun lulusnya lebih cepat daripada saya... subhanallah...

“...namun akhi... perjuangan saya untuk luluspun ada ujiannya. Allah akan selalu memberikan ujian sesuai dengan kadar kekuatan kita untuk menghadapinya... Ketika tingkat akhir... saya sempat cuti 1 semester karena tidak mampu membayar uang SPP. Namun saya tidak memberitahukan pada siapapun kondisi itu... saya tetap ke kampus sehingga teman-teman saya tidak menaruh curiga bahwa saat itu saya memiliki masalah yang kompleks...”

Saya tertegun...

“...selama masa itu saya kembali bekerja... bukan lagi dengan tenaga kasar... namun saya berusaha untuk membuka jalan rezeki dari cara yang lebih cerdas... saya mulai menawarkan training motivasi ke sekolah-sekolah. Awalnya memang sulit... namun lambat laun... alhamdulillah saya mulai bisa membuka jalan itu... mengumpulkan uang dan kembali aktif kuliah di kampus untuk menyelesaikan studi saya...”

Subhanallah... tak henti-hentinya saya bertasbih. Sempat cuti 1 semester... namun masih bisa duluan lulus dari saya... wah-wah... subhanallah...

“...akhirnya saya bergabung di ABCo Training Center sebagai trainer di sana. Dan jadilah saya yang seperti ini... kesana kemari berbagi inspirasi dan motivasi, akh... Dulu saya mati-matian bekerja sebagai kuli bangunan... kini insya Allah... Alhamdulillah... saya bisa mulai mandiri. Mengirim uang ke orang tua saya di desa, membiayai adik saya... atau terkadang saya pulang ke kampung saya untuk berbagi inspirasi motivasi bersama anak-anak di sana... Saya tidak pernah malu dengan semua yang saya usahakan... karena semua itu menjadikan saya seperti yang antum lihat sekarang...” senyumnya mengembang hangat...

Wow... Allahu Akbar... sering saya tertegun dan merenungkan kisah “sederhana” yang ia sampaikan pada saya waktu itu. Seorang kuli yang mampu menginspirasi orang lain dengan luar biasa... subhanallah. Jika seorang mantan kuli bangunan saja bisa... maka pertanyaan bagi kita selanjutnya adalah...

“Apakahkita bisa melakukan yang lebih baik dengan kondisi kita jauh lebih beruntung daripadanya?”

Alhamdulillah... saya selalu bersyukur dapat bertemu dengan orang-orang sederhana namun begitu menginspirasi kisah hidupnya... terinspirasi dari banyak orang dan semoga menginpirasi lebih banyak orang lainnya...

Apapun impian Anda... milikilah! Dan jangan pernah lelah untuk mewujudkannya! Seperti sebuah sms dari seorang al akh yang kebetulan sampai saat tulisan ini saya buat...

“...kelelahan kita adalah kumpulan energi-energi untuk melintasi kelelahan-kelelahan berikutnya. Hingga kita tiada pernah lelah lagi... bahkan lelah itu telah lelah dengan sendirinya untuk mengejar kita... semangat akhi...”

(Jazakumullah kepada akh Aris Setyawan, TEP-IPB 41 atas kisah hidupnya yang menginspirasi tulisan ini)

Diceritakan kembali dengan bahasa yang “berbeda”... (Insya Allah perbaikan masih dibutuhkan)

To be continued...