Tampilkan postingan dengan label Taujih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taujih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2013

Pengakuan Iblis

Pengakuan Iblis kepada Rasulullah saw. Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW. Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah : “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.” Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah.” Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu lebih tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakana dan dengarkan dengan baik.” Ibnu Abbas Ra. Berkata: “pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin..” Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT., sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?” Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.” “Siapa yang memaksamu?” Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata: “Allah SWT. Memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tntang caramu dalam menggoda manusia, jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.” “Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan di caci maki oleh musuhku. Tidak ada sesuatupun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.” Orang yang Paling Dibenci Iblis Rasulullah SAW. Lalu bertanya kepada Iblis : “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu da orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling ku benci.” “Siapa selanjutnya ?” “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.” “Lalu siapa lagi?” “Orang Aliim dan wara’(Loyal).” “Lalu siapa lagi?” “Orang yang selalu bersuci.” “Siapa lagi?” “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain.” “Apa tanda kesabarannya?” “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.” “Selanjutnya apa?” “Orang kaya yang bersyukur.” “Apa tanda kesyukurannya?” “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.” “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?” “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.” “Umar bin Khattab?” “Demi Allah, setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.” “Usman bin Affan ?” “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.” “Ali bin Abi Thalib?” “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya, tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT.) Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak sholat?” “Aku merasa panas dingin dan gemetar.” “Kenapa?” “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah akan mengangkatnya satu derajat.” “Jika seorang umatku berpuasa?” “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.” “Jika ia berhaji?” “Aku seperti orang gila.” “Jika ia membaca Al Qur’an?” “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.” “Jika ia bersedekah?” “Itu sama saja orang tersebut membelahku dengan gergaji.” “Mengapa bisa begitu?” “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.” “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?” “Suara kuda perang di jalan Allah” “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?” “Taubat orang yang bertaubat” “Apa yang dapat membakar hatimu?” “Istighfar di waktu siang dan malam.” “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?” “Sedekah diam-diam.” “Apa yang dapat menusuk matamu?” “Shalat fajar” “Apa yang dapat memukul kepalamu?” “Shalat berjamaah” “Apa yang paling mengganggumu?” “Majelis para Ulama” “Bagaimana cara makanmu?” “Dengan tangan kiri dan jariku.” “Dimanakah kau menaungi anak-anakmu di musim panas?” “Di bawah kuku manusia.” Manusia Yang Menjadi Teman Iblis Nabi lalu bertanya: “ Siapa temanmu wahai Iblis?” “Pemakan riba” “Siapa sahabatmu?” “Pezina” “Siapa teman tidurmu?” “Pemabuk” “Siapa tamu mu?” “Pencuri” “Siapa utusanmu?” “Tukang sihir” “Apa yang membuatmu gembira?” “Bersumpah dengan cerai” “Siapa kekasihmu?” “Orang yang meninggalkan sholat Jum’at.” “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?” “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.” Iblis Tidak Berdaya di hadapan Orang yang Ikhlas Rasulullah SAW. Lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.” Iblis segera menimpali : “Tidak, tidak.. tak aka nada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberiku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.” “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?” “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barangsiapa yang menyukai emas dan perak, ia bukanlah orang yang ikhlas.” “Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya.” “Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.” Iblis Dibantu oleh 70.000 anak-anaknya “Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak mempunyai 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebagian untuk mengganggu orang-orang tua, sebagian anak-anakku aku tugaskan kepada Zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada sholat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya anak yang suka menabur sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.” Syaithan juga berkata: “Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan menghiasi kukunya. “Mereka, anak-anakku selalu menyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak menyadarinya. Tahukah kamu Muhammad, bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.” Cara Iblis Menggoda “Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?” “Akulah makhluk pertama yang berdusta.” “Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.” “Tahukah kau Muhammad?” “Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasehatinya.” “Sumpah dusta adalah kegemaranku” “Ghibah (gossip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku.” “Kesaksian palsu kegembiraanku.” “Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barangsiapa membiasakan dengan kata-kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga kiamat, jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kata, CERAI.” “Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat diluar waktu, maka shalat itu di pukulkannya ke muka nya.” “Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun, aku bisikkan ke telinganya “lihat kiri dan kananmu”, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakana “shalatmu tidak sah”” “Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul. “ “Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas, ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.” “Jika ia berhasil mengalahkanku, dan shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.” “Kamu tahu bahwa melakukan hal itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah kedelai.” “Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk kedalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun taat padaku.” “Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya: “ Kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupanda sehat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu berubahbaru kau shalat.”” “Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.” “Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.” “Wahai Muhammad, apakah kau bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?” 10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT. “Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?” “10 macam.” “Apa saja?” ”Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.” Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak, dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.”(QS. Al Isra:64) “Harta yang tidak di zakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak di bacakan nama Allah. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka syaithan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang-orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.” Allah berfirman, “Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaithan.” (QS. Al Isra:27) “Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “Silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.” Iblis berkata, “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya membisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa satu orangpun!! Sebaimana dirimu, Muhammad, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafirpun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah di tulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah di tulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.” Rasulullah SAW. Lalu membacakan ayat: “Mereka terus berselisih kecuali orang-orang yang di rahmati oleh Allah SWT.” (QS. Hud:118-119) Juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku”(QS. Al Ahzab:38) Iblis lalu berkata: “Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah di tentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surge, dan telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong. “

Minggu, 08 Desember 2013

Rahasia Bersin


Subhanallah. ..
Ternyata pada saat" bersin" JANTUNG manusia berhenti berdetak NOL KOMA SEKIAN DETIK?
Baca“Alhamdulillah”usai Bersin,Ternyata Ada Kajian Ilmiahnya!!
>>ayoo merapaat..untuk kita bahas:)
Entah kenapa, kemaren terlintas dipikiranku.Kenapa sih,setelah bersin kita harus membaca Alhamdulillah??Kenapa tidak yang lainnya?Masya Allah, atau Astaghfirullah?Atau yang lainnya? Toh juga sama-sama baiknya. Hmm, usut punya usut, selain bersumber pada hadis Rasulullah SAW, ternyata setelah dikaji secara ilmiah, ada hubungannya. Lalu apakah hubungan Bersin dan Alhamdulillah, serta kajiannya dalam hal ilmiah?
>>Sebelumnya, aku jelasin dulu ya,asal-usul bersin(maksudnya penyebabnya..hhe):
Bersin adalah keluarnya udara dengan keras (kecepatannya sampe 250km/jam atau sekitar 70m/s ).Sekali bersin,ada 40.000 butir air (ludah) yang keluar.Makannya, klo bersin ditutup mulutnya, daripada ntar nyebar ke mana2.Tapi,sebenarnya,dengan bersin ini, menyebabkan hidung tetap bersih. Karena, bersin juga mengeluarkan benda2 asing di hidung.

Nah, itu sekilas tentang bersin. Trus, kenapa kita mesti membaca Alhamdulillah??? Jawabannya dah cukup jelas di sini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”.
(Shahih Bukhari, 6223)

Nah, masalah kita harus mengapa kita hrus mengucapkan Alhamdulillah,karena eh karenaaa..?!!
telah dibuktikan oleh beberapa mahasiswa dari sebuah universitas di Amerika yang membuat penelitian tentang bersin ini. Mereka ingin tau kenapa manusia bersyukur dan saling mendoakan pada saat bersin. Dari hasil penelitian, ternyata pada saat bersin jantung manusia berhenti berdetak NOL KOMA SEKIAN DETIK. Dan kita tau kalau jantung merupakan organ vital bagi manusia, maka dari itu hendaknya ketika kita bersin mengucap “Alhamdulillah”(segala puji bagi Allah) sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT. Sedangkan orang yang mendengarnya mendo’akan “yarhamukallooh” (semoga Allah merahmatimu), sedangkan orang yg bersin membalas doa’nya “yahdiikumullooh wayushlih baalakum” (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).

Kamis, 05 Desember 2013

Berbaik Sangka

Nabi NUH belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal & ditertawai kaumnya.

Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.

Nabi MUSA belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Nabi MUHAMMAD SAW pun belum Tahu kalau Madinah adalah Kota Tersebarnya Ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah.

Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada perintah Allah dan tanpa berhenti Berharap yang Terbaik. Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, Allah telah menyiapkan SURPRISE saat kita menunaikan perintahNYA.

Pertolongan Allah
datang di detik2 Terakhir
dari Usaha Hamba-Nya. Kalaupun Hasil Yang kita
Usahakan masih Jauh dari Harapan , Usah kita berkecil hati. Tetap HUZNUDZON apapun yg terjadi..

Selamat berbaik sangka pada Allah hari ini.

Selasa, 03 Desember 2013

Menolak Pekan Kondom Nasional - ust Felix Siauw

01. hari ini 1 Desember diperingati sebagai Hari
AIDS Sedunia | untuk memperingatkan manusia
soalan penyakit yang masih belum ada obatnya

02. anehnya Kemenkes bersama KPAN (Komisi
Penanggulangan AIDS Nasional) serta DKT
Indonesia | malah punya program "Pekan
Kondom Nasional"

03. mereka (Kemenkes, KPAN, DKT) pikir bahwa
membagi-bagi kondom gratis pada "kelompok
resiko tinggi penularan AIDS" bisa menyetop
AIDS

04. karena itulah 1-7 Desember ini mereka
akan membagi kondom gratis | pada pekerja
seks dan pelanggannya, generasi muda, kaum
gay dan waria

05. logika Kemenkes dan Komisi
Penanggulangan AIDS | "anda boleh seks
bebas, asal pake kondom" | ini sesat dan
menyesatkan

06. padahal penyebaran AIDS terbesar jelas-
jelas melalui hubungan seks bebas | lha kok
malah mempromosikan seks
bebas? # TolakFreeSex

07. bukannya malah memperbaiki perilaku nista
maksiat yang menyebabkan penularan AIDS |
malah mensponsorinya dengan memberi
kondom gratis?

08. padahal nyata-nyata penelitian semuanya
memberikan data bahwa kondom tidak
membantu pencegahan AIDS?
09. "Protect yourself, Protect Your Partner" itu
temanya | hubungan seks bukan sama istri
nggak masalah asal pake kondom |
subhanallah!

10. jelas-jelas dalam Islam melarang mendekati
zina | eh malah disponsori untuk berzina |
jelas-jelas melawan Allah dan Rasul?

11. lalu bagaimana remaja yang disasar oleh
"Pekan Kondom Nasional" ini? | mereka bakal
mikir "berarti ngeseks aman ya kalo pake
kondom?"

12. PKN (Pekan Kondom Nasional) ini jelas
perlu ditolak dan dihentikan | secara solusi
medis salah dan secara Islam menyesatkan

13. dan kita tahu yang menggagas program
anti-AIDS seperti "pakailah kondom" dan
"jangan gonta-ganti pasangan" | adalah dunia
barat

14. AS sendiri selalu konsisten mengadakan
"National Condom Week" pada 1-14 Februari |
langkah inilah yang ditiru Kemenkes

15. Kemenkes dan KPAN harusnya sadar bahwa
AS dan negara barat justru tak sanggup
membendung AIDS dengan program seperti itu |
gagal total

16. lalu apa keuntungan dari program bagi
kondom gratis ini? | pada ummat ya tidak ada,
selain keuntungan promosi gratis perusahaan
kondom

17. 2008 saja Komisi Perlindungan Anak
Indonesia sudah merilis data anak SMP 62.7%
kehilangan keperawanan | Kemenkes hanya
memperparah

18. awal AIDS adalah pergaulan bebas |
sekarang Kemenkes dan KPAN malah menyuruh
orang bergaul bebas #TolakFreeSex

19. ini contoh bahwa negara yang tidak
berlandaskan Islam selalu membebek barat |
dengan cara-cara liberal yang menyesatkan
ummat

20. menyelesaikan masalah dengan masalah
yang lebih besar | menutupi maksiat dengan
maksiat yang lebih nyata #TolakFreeSex

21. dalam Islam sederhana saja | hubungan
seks itu terlarang kecuali pada suami-istri |
simpel-mengena-solutif

22. maka harusnya negara bukan membagi
kondom gratis | harusnya malah melarang
dengan tegas perilaku seks bebas itu

23. lha tidak disponsori saja maksiat sudah
akan mencari jalannya sendiri kok | ini malah
negara ikut-ikutan maksiat? subhanallah

24. beginilah bila aturan Islam bukan menjadi
asas dan dasar negara | negaranya pasti akan
jauh dari berkah dan ridha Allah

25. namun tetap kewajiban kita berdakwah dan
menyampaikan kebenaran | jangan menyerah
dan lakukan apa yang kita mampu

26. #TolakFreeSex dan segala bentuknya
termasuk "Pekan Kondom Nasional" Kemenkes |
AIDS dicegah bukan dengan bagi kondom gratis

27. uang rakyat jangan mau dipakai untuk
Kemenkes buat beli kondom dan dibagi gratis
untuk kemaksiatan | istighfar..

28. gabung dengan aksi-aksi penolakan "Pekan
Kondom Nasional" | bagi semua opini
#TolakFreeSex sebagai bentuk kepedulian kita

29. share the words, care other people |
sampaikan bahwa "Pekan Kondom Nasional" ini
ialah ide menyesatkan | jangan sampai ummat
tertipu

30. dan sampaikan solusi Islam pada
semuanya agar mereka merindukan penerapan
Islam dalam semua lini | agar berkah negara ini
dan ummatnya

Rabu, 11 September 2013

Antara Hijab, Jilbab dan Khimar

Assalamu'alaikum cantik, hari ini mimin mau share tentang hijab, jilbab dan khimar niiih. Yuuuk simaak #HijabMuslimah Bismillahirrahmaanirrohiim. Sebenarnya ada yg tau gak sih apa makna antara hijab dan jilbab? Hayo yg tau bisa dijawab, jangan pelit ilmu ntar kuburannya sempit #HijabJilbabKhimar #HijabMuslimah
Yuuk kita ramaikan kultweet dengan #HijabDanMuslimah . agar semakin banyak perempuan muslimah yg lebih cantik dgn jilbab syar'inya :) Terakadang kita sebagai perempuan suka terkecoh apa makna jilbab, hijab dan khimar yang sesungguhnya. Untuk itu hari ini kita akan ngebahas #JilbabHijabKhimar #HijabMuslimah #Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, Allah SWT. dalam surat Al Ahzab ayat 59 memerintah kepada para shahabat Nabi Saw Ada waktu mereka meminta suatu brg pd istri Nabi Saw utk memintanya dari balik hijab. Jadi, #Hijab berarti umum, bisa berupa tirai pembatas. #Hijab biasa juga digunakan sebagai pembatas interaksi saat sedang syuro. Pernah lihat ada yg rapat dgn menggunakan #Hijab? ^_^ #Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. ^_^ Tentunya yang dimaksud dengan ‘penghalang’ adalah menghalangi pandangan dari yang tidak seharusnya dilihat (baca: aurat). #Hijab Nah ada lagi nih tentang --> #Jilbab #Jilbab. Hal ini tertuang dlm perintah Allah > Al-Ahzab ayat 59 "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke sluruh tubuh mereka..." #Jilbab berarti selendang, atau pakaian lebar yang dipakai wanita untuk menutupi kepala, dada dan bagian belakang tubuhnya." Dapat kita ambil kesimpulan bahwa #jilbab pada umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh :)) sebagaimana disimpulkan oleh Al Qurthuby: "Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh." Kecuali Wajah dan telapak tangan. #Jilbab :) Adapun #jilbab dlm surat Al-Ahzab (33) : 59, sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah:) Sudah terlihat jelas Shalihat, perbedaan antara #Hijab dan #Jilbab? Maka kembalikan pada kata asalnya dlm Al-Ahzab : 59. Berjilbablah^^ Kemudian #Khimar, ini yg biasa disebut dgn #Kerudung. Perintah Khimar terdapat dalam QS An-Nur ayat 31. Dicek dan baca yuk ;)) #Khimar atau kerudung adalah apa yang dapat menutupi kepala, leher dan dada tanpa menutupi muka (Al-Baghdadiy, 1991) Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu: "Khimar, nama lainnya adalah Al-Maqani', yaitu kain yang memiliki ujung-ujung yang dijulurkan ke dada wanita, untuk menutupi dadanya, hal ini dilakukan untuk menyelisihi syi'ar wanita jahiliyyah karena mereka tidak melakukan yang demikian, bahkan wanita jahiliyyah dahulu melewati para lelaki dalam keadaan terbuka dadanya, tidak tertutupi sesuatu, terkadang memperlihatkan lehernya dan ikatan-ikatan rambutnya, dan anting-anting yang ada di telinganya dan khumur adalah jama' dari khimar, artinya apa-apa yang digunakan untuk menutupi, maksudnya disini adalah yang digunakan untuk menutupi kepala, yang manusia menyebutnya Al-Maqani' (Tafsir Ibnu Katsir 10/218, cet. Muassah Qurthubah) Lihat keterangan yang semakna di kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Al-Baghawy, Tafsir Al-Alusy, Fathul Qadir dll, ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31. intinya bahwa pengertian khimar di dalam surat An-Nur ayat 31 adalah kain kerudung yang digunakan wanita untuk menutup kepala sehingga tertutup rambut, leher, anting-anting dan dada mereka. " Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke juyub (celah-celah pakaian) mereka" (QS. 24:31) " Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59). So udah tau kan apa makna jilbab, khimar dan hijab? Jadi kalau kamu ingin terlihat cantik tidak perlu berdandan dengan berlebihan apalagi sampai membuka auratmu, menampakkan perhiasanmu. Karena kau begitu mahal. Cukup cantik dipandangan Allah, dan semoga aku, kau, kita semua bisa menjadi bidadari dunia dan syurga. Sama-sama perbaiki diri yah :) Wahai engkau yang lembut hatinya, engkau bagai bunga yg sedang merekah indah. Berwarna-warni, jilbabmu yg kan menghiasi kecantikanmu:) Wallahu a'lam bishawab. Semoga kita bisa menjadi muslimah yang mampu menjaga aurat. #HijabMuslimah

Rabu, 15 Mei 2013

Ma'rifatullah - Kultwit @APAI_58



Assalamu 'alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

Gimana kabarnya hari ini sobat? Kali ini admin ngepost tentang Ma'rifatullah yang di dikumpulkan dari akun @APAI_58 yang baru saja kultwit. Selamat membaca, semoga bermanfaat... :)

  1. Adakah yang tahu apa itu #Marifatullah?
  2. #Marifatullahyaitu mengenal Allah lewat tanda-tanda kebesaran-Nya ayat-ayat cinta-Nya (al-qur'an)
  3. Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya, mengapa ia diciptakan (QS. 51: 56). #Marifatullah
  4. "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. 51: 56) #Marifatullah
  5. Sementara orang yang tidak mengenal Allah akan menjalani hidupnya untuk dunia saja. #Marifatullah
  6. "..Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang.Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka" (QS 47 : 12). #Marifatullah
  7. Saudara, sahabat sesama muslim. #Marifatullah ilmu yang tertinggi yang harus dipahami manusia..
  8. "Dan apakah orang yang sudah mati[502] kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu ... #Ma'rifatullah
  9. ..dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita.. #Ma'rifatullah
  10. ..yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu.. #Marifatullah
  11. ..memandang baik apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al Anam : 122) #Marifatullah
  12. Siapa yang mau tau hal-hal apa saja yang dapat menghalangi #Marifatullah ? *Retweet*
  13. Pertama yaitu, KESOMBONGAN. org yg sombong tdk mau mengenal sesamanya, bgtu pula terhadap Rabbnya ,yang enggan berhubungan dengan-Nya. #Marifatullah
  14. ZALIM. menyebabkan Allah mengunci hati manusia, pdhl lwt hati inilah Allah mmberikan hidayah-Nya. sdgkn awal hidayah Allah mgnl hakikatNya. #Marifatullah
  15. "Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan.. #Marifatullah
  16. .. ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri." QS 39: 51. #Marifatullah
  17. DUSTA. Org dusta, yg tdk sm antara hati, ucapan,perbuatan'a. bgtu jg manusia yg berdusta kpd Allah. hati'a mgkui Allah tp hw nafsu mgjk dosa". #Marifatullah
  18. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia.. #Marifatullah
  19. ..dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu.. #Marifatullah
  20. ..membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka.. #Marifatullah
  21. ... ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. " QS 7:176. #Marifatullah
  22. LALAI. orang yg slalu lalai dengan segala perintah-Nya. jika ia mendengar seruan-Nya maka ia tidak langsung memenuhi panggilan-Nya. #Marifatullah
  23. QS Al Anbiya : 1. #Marifatullah
  24. Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). #Marifatullah
  25. "Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya.. #Marifatullah
  26. ..sedang mereka bermain-main,.." QS Al Anbiya : 2. #Marifatullah
  27. "(lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka... #Marifatullah
  28. .."Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu padahal kamu menyaksikannya?" .. #Marifatullah
  29. QS Al Anbiya : 3. #Marifatullah
  30. Ragu-ragu-> bibit bibit kekafiran kpd Allah yg harus dibersihkan dr hati. sbb kekafiran mybbkn Allah mengunci hati, menutup mata dan telinga. #Marifatullah
  31. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. #Marifatullah
  32. "Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[20], dan penglihatan mereka ditutup"QS Al baqarah : 6-7 #Marifatullah
  33. naah setelah mengenal Allah kita akan merasakan sesuatu yang sangat dahsyat. Apa itu? #Marifatullah
  34. Peningkatan iman dan takwa, merasakan ketenangan, berkah hidup kita, kehidupan jauh lbh baik, ridho Allah dan syurga.. Insya Allah. #Marifatullah
  35. " Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan.. #Marifatullah
  36. ..kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan.. #Marifatullah
  37. .. pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." QS An Nahl : 97 #Marifatullah
  38. Wallahu a'lam bishowab. Semoga kultweet malam ini bermanfaat bagi kita semua. #Marifatullah



Senin, 13 Mei 2013

SEPULUH SEBAB PENGHAPUS DOSA


Nash-nash al-Qur`an dan Sunnah telah menunjukkan bahwa hukuman dosa (siksa) dapat dihapuskan dari seorang hamba dengan sepuluh sebab berikut ini:

1. Taubat Nasuha
.

Yaitu taubat yang sebenar-benarnya taubat, maka ia (taubat nasuha) dapat meleburkan dosa sebelumnya. Dan Allah Subhanahu Wata'ala Maha menerima taubat hamba-hambaNya yang mau bertaubat kepadaNya.

Dan orang yang bertaubat dari segala dosa bagaikan orang yang tidak memiliki dosa. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. asy-Syura: 25).

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-A’raf: 153).

2. Beristighfar.

Yaitu memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Sesungguhnya Allah akan mengampuni hamba-hambaNya yang meminta ampunan (beristighfar) kepadaNya. Allah Subhanahu Wata'alaberfirman, artinya, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nisa`: 110).

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Dan Tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. al-Anfal: 33).

Begitu juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, artinya, “Wahai anak cucu Adam (manusia) seandainya dosa-dosamu setinggi awan di langit, lalu kamu meminta ampun kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosamu.” (HR. at-Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman dalam hadits qudsi, artinya, “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian melakukan kesalahan (dosa) di waktu malam dan siang hari, sedangkan Aku lah yang dapat mengampuni semua dosa, maka mohon ampunlah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni dosa kalian.” (HR. Muslim).

3. Kebaikan-kebaikan menghapuskan dosa-dosa.

Seperti shalat, shadaqah, puasa, haji, membaca al-Qur`an, berdzikir kepada Allah, berdo’a, beristighfar, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silatur rahim, dan lain-lain. AllahSubhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Huud: 114).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Shalat-shalat yang lima waktu, jum’at ke jum’at, ramadhan ke ramadhan dapat meleburkan dosa diantara keduanya apabila dosa-dosa besar dijauhkan.” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda, “Dan ikutilah perbuatan buruk/ kejahatan dengan perbuatan yang baik, niscaya dia menghapuskannya.” (HR. at-Tirmidzi dan dia menghasankannya).

Sesungguhnya satu kebaikan dilipat gandakan balasannya sampai sepuluh kali lipat, adapun keburukan akan dibalas yang serupa dengannya. Maka celakalah bagi orang yang berguguran (kalah) satu persatu dari sepuluh sebab tersebut.

4. Doa orang-orang yang beriman.

Maksudnya mereka memohon ampunan (kepada Allah, pen.) untuk orang yang beriman (lainnya) baik ketika hidup maupun setelah mati dan khususnya pada saat ketidak beradaannya (tanpa sepengetahuan orang yang didoakan, pen.) dan begitu juga doanya atas saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak hadir (tanpa sepengetahuannya, pen.) adalah mustajab, di samping kepalanya terdapat malaikat, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat yang diutus berkata, ‘Amin, dan bagimu sepertinya (seperti orang yang didoakan, pen.).” (HR. Muslim).

5. Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan/ diniatkan untuk si mayyit .

Seperti shadaqah; puasa; haji; membebaskan budak; dan yang lainnya. Para ulama berpendapat, “Amal shalih apa pun (yang dapat mendekatkan diri kepada Allah) yang dia kerjakan dan dia peruntukkan pahalanya untuk seorang muslim baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, maka hal itu bermanfaat baginya.” Dan yang lebih utama adalah mencukupkan dalam hal tersebut pada apa yang dijelaskan/ ditetapkan oleh nash-nash (al-Qur`an dan Sunnah).

6. Syafa’at Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya.

Maksudnya adalah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan selain beliau akan memberikan syafa’at kepada orang-orang yang berbuat dosa pada hari Kiamat dengan izin Allah Subhanahu Wata'alasebagaimana hal tersebut ditetapkan di dalam hadits-hadits shahih.

7. Musibah-musibah.

Dengannya lah Allah Subhanahu Wata'ala menghapuskan dosa-dosa atau kesalahan-kesalahan (yang dilakukan oleh hamba-hambaNya, pent.) di dunia sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ash-Shahihain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam;bersabda, “Tidaklah orang yang beriman ditimpa penyakit yang terus menerus dan tidak pula rasa cemas, rasa sedih, rasa susah dan rasa sakit, sampai-sampai duri yang menusuk kecuali Allah menghapuskan dengannya dari dosa-dosa/ kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

8. Apa yang didapatkan oleh seorang hamba ketika di dalam kubur.

Yakni berupa fitnah, himpitan liang kubur, kengerian, maka ini semua di antara yang dapat menghapuskan dosa-dosa.

9. Rasa takut, kesusahan serta kengerian terhadap kedahsyatan hari kiamat.

10. Rahmat Allah Subhanahu Wata'ala

Sesungguhnya karena rahmat Allah Subhanahu Wata'ala, semua hamba mendapatkan maaf dan ampunanNya tanpa sebab, maka Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sebagaimana Dia berfirman, artinya, “Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.” (QS. an-Nisa`: 48 dan 116).

Dan Dia lah yang Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya melebihi sayangnya seorang ibu kepada anak-anaknya dan sungguh rahmat Allah Subhanahu Wata'ala meliputi segala sesuatu.(Abu Nabiel).

Sumber: Diterjemahkan dari kitab, “An-Nuqath al-’Asyru adz-Dzahabiyah”, karya: Syaikh Abdur Rahman bin Ali ad-Dausary.Diposting oleh : Abdurrahman Al-Maluky

http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&id=599

Sabtu, 02 Juni 2012

“Memulai Hari Tanpa GALAU !”


Assalamualaikum Wr Wb. Sahabat, ada yang pernah mendengar kata “galau”? Pastinya kita udah sering mendengar kata galau di lingkungan kita, coba sahabat ingat-ingat. Atau sahabat sekarang bisa buka FB, kemungkinan kata galau akan muncul menghiasi beranda FB kita. Nah kali ini ROHIS 58 akan memberi tau bagaimana caranya supaya gak galau lagi. Yuk dibaca baik-baik..

Pagi begitu indah untuk dilewati begitu saja, semangat memulai hari akan menjadi ukuran seberapa manfaatnya hari ini bagi kita. Memulai dengan hal-hal yang positif tentunya akan selalu dan berakhir dengan hasil yang positif pula. Asy Syahid Hasan Al-Banna pernah berkata “Malammu begitu berharga, maka jangan kamu murahkan dia dengan kelalaian”. Tentu dengan menghidupkan malam-malam kita dengan mendekati diri kepada Allah.

Kicauan burung mengajari kita cara memulai hari, dengan kicauan merdunya pertanda mereka memulai hari dengan syukur dan memuji kebesaran Allah swt. Antara kita dan Burung, tapi bukan masalah mana yang lebih hebat untuk terbang, ini juga bukan urusan tentang siapa yang lebih pintar, juga bukan siapa yang lebih sempurna. Tetapi, siapa yang lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan Sang Pencipta kepada dua makhluk ini.

“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” (QS. Annur: 41)

Bersyukur dan bersyukur, memulai hari dengan memuji kebesaran Allah, insya Allah hari-hari kita akan dipenuhi kebahagiaan dan ketenangan. Jauh dari yang namanya kegalauan. Galau itu hadir tatkala kita sudah lupa cara berterima kasih atas apa yang kita terima saat ini. Kita lupa ada yang Maha di atas segalanya, sehingga dengan mudah terbawa suasana dan sangat disayangkan kalau sampai ada yang menyalahkan suasana, menggerutu dan timbul keputusasaan.

“Karena Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.” (Benjamin Franklin)

Sehingga sedikit kali waktu bahagia yang kita miliki, selalu melihat kebahagiaan itu berada di atas kepala orang lain. Secara tidak sadar bahwa kebahagiaan juga berhak kita miliki dan itu ada, tapi belum terlihat oleh kita. Ayo mulai hari kita dengan:

1. Shalat subuh
Cara kita memulai hari dengan bersyukur, menyembah dan meminta kepada pemilik alam semesta, yang menggerakkan seluruh hati manusia. Sehingga kemudharatan tidak akan menimpa kita kecuali dengan izinNya, dan kesuksesan tidak akan kita raih kecuali dengan izinNya. Apapun kemauan kita, ayo kita minta sama pemilik Alam ini dan barengi usaha dan tawakal kita. Insya Allah tidak akan sia-sia. Selamat mencoba.

2. Dzikir subuh
Mensyukuri waktu subuh kita, karena di subuh ini masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati sisa-sia hidup kita. Alangkah baik nya kalau kita memiliki buku panduan dzikir subuh, dan bisa dibeli di toko buku terdekat yaitu Alma’tsurat Dzikir pagi dan sore. Selamat mencoba.

3. Tilawah Al-Qur’an
Lantunan Kalamullah akan membuat ketenangan tersendiri bagi Batin kita, selain lipatan pahala dari huruf demi huruf yang kita baca. Selamat mencoba.

4. Ceria dan Senyum
Setelah ketiga hal di atas terpenuhi, maka keceriaan dan kebahagiaan akan sendirinya hadir menemani hari-hari kita.
Maka dengan empat hal di atas kita akan selalu siap menghadapi panas dinginnya hari ini, desas-desus, lika-liku kehidupan, dengan kata lain kegalauan akan minder dengan sendirinya dan akan meninggalkan kita dari Galau-Galau tak menentu. Selamat mencoba dan dijamin Berhasil, seandainya belum terbukti mengusir kegalauan hari-hari Anda maka cek kembali niat Anda.

“Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.” (Bediuzzaman Said Nursi)

Nah itulah cara2 bagaimana supaya kita gak galau lagi..mudah kan caranya ? Ayo mari kita selalu mencoba ! 2012 masih GALAU apa kata dunia ???


Karena menggalau itu hanya membuang – buang waktu !


Apalagi kalo kata pemilik akun twitter si @poconggg “jika kamu galau bershowerlah” itu cuma ngabisin waktu doang buat ngegalau sambil bershower apalagi nanti malah masuk angin :p


Mari kita mulai berprinsip :
Say No To
“GALAU = GAUL”
Say Yes To
“GAK GALAU = GAUL”



Senin, 21 Mei 2012

orang yang selalu di doakan oleh malaikat


1.. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan
dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang
tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya.
Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si
fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2.. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,
bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no.469)

3.. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud
(dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi dawud I/130)

4.. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf).
Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5.. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca AlFatihah.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

6.. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'"
(Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7.. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit)

sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8.. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)

9.. Orang-orang yang berinfak.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'"
(Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10.. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11.. Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh"
(Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12.. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"(dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)


sumber: https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150255511048311

Jin, Syetan dan Iblis



Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarokatuh

(kok judulnya aneh?) ya,memang judul ini diambil karena memang banyak dari teman-teman kita yang masih bertanya : "eh gue bingung nih.Jin,setan sama iblis itu sama ga sih?apa mereka 3 bersaudara?"

kenapa kita harus mengetahui tentang mereka semua?karena banyak hikmah yang kita dapat setelah mengetahui mereka sebenarnya.

(asal jangan ada yang tersinggung ya kalo merasa disebut di notes ini,hehehe)

Jin
Di dalam Al-Quran Al-Kariem, Allah SWT menyebut beberapa kali kata jin. Bahkan ada satu surat yang secara khusus membahas tentang jin dan dinamakan dengan surat Al-Jin. Bila disimpulkan secara sekilas, maka ada hal-hal yang bisa ketahui dari Al-Quran Al-Kariem tentang siapakah sosok jin itu.

a. Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api.
Allah SWT menyebutkan bahwa jin itu diciptakan dari api yang sangat panas, juga disebutkan terbuat dari nyala api.
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum dari api yang sangat panas.(QS.Al-Hijr: 27)
Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.(QS.Ar-Rahman: 15 )

b. Jin ada yang muslim dan ada yang tidak

Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini
Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (QS Al-Jin:11 )

Contoh jin muslim adalah jin yang menjadi tentara nabi Sulaiman as. Sebagaimana diterangkan di dalam Al-Quran:
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum dari api yang sangat panas. (QS An-Naml: 17 )

Dan Kami angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (QS Saba': 12 )

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang seperti kolam dan periuk yang tetap. Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur. Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS Saba': 13)


Setan
Sedangkan Syaitan itu menurut Al-Quran Al-Kariem adalah makhluq yang kerjanya mengajak kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong.


a. Mengajak kepada Perbuatan Keji
Perhatikan firman Allah SWT berikut ini:
Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah: 169)

b. Syetan adalah Musuh Manusia Allah SWT telah menegaskan bahwa syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al-Baqarah: 208)

c. Memberi Janji dan Angan-angan Kosong
Syaitan itu kerjanya memberi janji dan angan-angan kosong kepada manusia
Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (QS An-Nisa: 120 )

d. Manusia pun ada yang Syaitan Juga
Namun Syaitan itu tidak terbatas pada jenis makhluk halus/jin saja, melainkan manusia pun bisa dikategorikan sebagai syaitan. Dan Al-Quran Al-Kariem pun juga menyebut-nyebut tentang manusia yang menjadi syaitan itu.

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS Al-Anam: 112)

Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS An-Naas: 1-6 )


Iblis
Sedangkan Iblis adalah makhluq durhaka yang jeisnya adalah jin, bukan jenis manusia. Al-Quran Al-Kariem secara tegas menyebutkan bahwa Iblis itu adalah dari jenis jin.

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim. (QS Al-Kahfi: 50)

Jadi bisa disebutkan bahwa Iblis itu adalah seorang oknum yang berjenis jin. Dialah dahulu jin yang paling dekat dengan Allah SWT, lalu berubah menjadi ingkar lantaran tidak mau diperintahkan untuk bersujud kepada Adam, manusia pertama.

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS Al-Baqarah: 34)
Motivasi yang menghalangi si Iblis itu untuk sujud kepada Adam tidak lain adalah rasa kesombongan dan tinggi hati. Dia merasa dirinya jauh lebih baik dari Adam. Allah berfirman:

"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis, "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS Al-Araf: 12 )

Ciri yang paling utama dari Iblis adalah dia tidak mati-mati sampai hari kiamat. Dan penangguhan usianya itu memang telah diberikan oleh Allah SWT

Iblis menjawab, "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan." Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS Al-Araf: 14-15 )

Iblis berkata, "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan." Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya." (QS Shaad: 79-81 )

Jadi iblis adalah nama seorang jin yang hidup di masa penciptaan Adam as. dan tidak mati-mati sampai hari ini. Iblis adalah kakek moyang syetan yang juga punya keturunan, namun keturunannya itu tidak mendapatkan jaminan untuk hidup sampai kiamat. Dan sebagai bangsa jin, ada di antara keturunannya itu yang mati. Meski barangkali usianya berbeda dengan rata-rata manusia. Tetapi tetap akan mati juga. Kecuali kakek moyang mereka yaitu Iblis.

sumber: https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150283448973311

IKhwan Ganteng


Alangkah indahnya Islam. Kedudukan manusia dinilai dari ketaqwaannya, bukan dari gendernya. Ini adalah strata terbuka sehingga siapa saja berpeluang untuk memasuki strata taqwa.

Ikhwan dan akhwat adalah dua makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbeda. Ikhwan, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan rasionalitasnya karena ia adalah pemimpin bagi kaum hawa. Akhwat, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan sensitivitas perasaannya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anaknya.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 9: 71)

Di lapangan, ikhwan dan akhwat harus menjaga hijab satu sama lain, namun tentu bukan berarti harus memutuskan hubungan, karena dalam da’wah, ikhwan dan akhwat adalah seperti satu bangunan yang kokoh, yang sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.

Belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru di berbagai LDK kampus tentang sedikit ‘konfrontasi’ ikhwan dengan akhwat. Tepatnya, tentang kurang cepat tanggapnya da’wah para ikhwan yang notabene adalah partner da’wah dari akhwat.

Patut menjadi catatan, mengapa ADK akhwat selalu lebih banyak dari ADK ikhwan. Walau belum ada penelitian, tetapi bila melihat data kader, pun data massa dimana jumlah akhwat selalu dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan ikhwan, maka dapat diindikasikan bahwa ghirah, militansi dan keagresifan berda’wah akhwat, lebih unggul. Meski memang hidayah itu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun tentu kita tak dapat mengabaikan proses ikhtiar.

Akhwat Militan, Perkasa dan Mandiri? Sejak kapankah adanya istilah Akhwat militan, perkasa dan mandiri ini? Berdasarkan dialog-dialog yang penulis telaah di lapangan, dan di beberapa LDK, ternyata hampir semua akhwat memiliki permasalahan yang sama, yaitu tentang kurang cepat tanggapnya ikhwan dalam menghadapi tribulasi da’wah. Bahkan ada sebuah rohis yang memang secara turun temurun, kader-kader akhwatnya terbiasa mandiri dan militan. Mengapa? Karena sebagian besar ikhwan dianggap kurang bisa diandalkan.

Dan ada pula sebuah masjid kampus di Indonesia yang hampir semua agenda da’wahnya digerakkan oleh para akhwat. Entah hilang kemanakah para ikhwan.
Akibat seringnya menghadapi ikhwan semacam ini, yang mungkin karena sangat gemasnya, penulis pernah mendengar doa seorang akhwat, “Ya Allah…, semoga nanti kalau punya suami, jangan yang seperti itu… (tidak cepat tanggap–red),” ujarnya sedih. Nah!

Ikhwan GANTENG

Lantas bagaimanakah seharusnya ikhwan selaku partner da’wah akhwat? Setidaknya ada tujuh point yang patut kita jadikan catatan dan tanamkan dalam kaderisasi pembinaan ADK, yaitu GANTENG (Gesit, Atensi, No reason, Tanggap, Empati, Nahkoda, Gentle). Beberapa kisah tentang ikhwan yang tidak GANTENG, akan dipaparkan pula di bawah ini.

(G) Gesit dalam da’wah
Da’wah selalu berubah dan membutuhkan kegesitan atau gerak cepat dari para aktivisnya. Ada sebuah kisah tentang poin ini. Dua orang akhwat menyampaikan pesan kepada si fulan agar memanggil ikhwan B dari masjid untuk rapat mendesak. Sudah bisa ditebak…, tunggu punya tunggu…, ikhwan B tak kunjung keluar dari masjid. Para akhwat menjadi gemas dan menyampaikan pesan lagi agar si fulan memanggil ikhwan C saja. Mengapa? Karena ikhwan C ini memang dikenal gesit dalam berda’wah. Benar saja, tak sampai 30 detik, ikhwan C segera keluar dari masjid dan menemui para akhwat. Mobilitas yang tinggi.

(A) Atensi pada jundi
Perhatian di sini adalah perhatian ukhuwah secara umum. Contoh kisah bahwa ikhwan kurang dalam atensi adalah ketika ada rombongan ikhwan dan akhwat sedang melakukan perjalanan bersama dengan berjalan kaki. Para ikhwan berjalan di depan dengan tanpa melihat keadaan akhwat sedikitpun, hingga mereka menghilang di tikungan jalan. Para akhwat kelimpungan. ., nih ikhwan pada kemana? “Duh.., ikhwan ngga’ liat-liat ke belakang apa ya?” Ternyata para ikhwan berjalan jauh di depan, meninggalkan para akhwat yang sudah kelelahan.

(N) No reason, demi menolong
Kerap kali, para akhwat meminta bantuan ikhwan karena ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh akhwat. Tidak banyak beralasan dalam menolong adalah poin ketiga yang harus dimiliki oleh aktivis. Contoh kisah kurangnya sifat menolong adalah saat ada acara buka puasa bersama anak yatim. Panitia sibuk mempersiapkannya. Untuk divisi akhwat, membantu antar departemen dan antar sie adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan. Para akhwat ini kemudian meminta tolong seorang ikhwan untuk memasang spanduk. “Afwan ya…, amanah ane di panitia kan cuma mindahin karpet ini…,” jawab sang ikhwan sambil berlalu begitu saja karena menganggap tugas itu bukanlah amanahnya.

(T) Tanggap dengan masalah
Permasalahan da’wah di lapangan semakin kompleks, sehingga membutuhkan aktivis yang tanggap dan bisa membaca situasi. Sebuah kisah, adanya muslimah yang akan murtad akibat kristenisasi di sebuah kampus. Aktivis akhwat yang mengetahui hal ini, menceritakannya pada seorang ikhwan yang ternyata adalah qiyadahnya. Sang ikhwan ini dengan tanggap segera merespon dan menghubungi ikhwan yang lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan pemurtadan.

Kisah di atas, tentu contoh ikhwan yang tanggap. Lain halnya dengan kisah ini. Di sebuah perjalanan, para akhwat memiliki hajat untuk mengunjungi sebuah lokasi. Mereka kemudian menyampaikannya kepada ikhwan yang notabene adalah sang qiyadah. Sambil mengangguk-angguk, sang ikhwan menjawab, “Mmmm….” “Lho… terus gimana? Kok cuma “mmmmm”…” tanya para akhwat bingung. Sama sekali tidak ada reaksi dari sang ikhwan. “Aduh… gimana sih….” Para akhwat menjadi senewen.

(E) Empati
Merasakan apa yang dirasakan oleh jundi. Kegelisahan para akhwat ini seringkali tercermin dari wajah, dan lebih jelas lagi adalah dari kata-kata. Maka sebaiknya para ikhwan ini mampu menangkap kegelisahan jundi-jundinya dan segera memberikan solusi.

Contoh kisah tentang kurang empatinya ikhwan adalah dalam sebuah perjalanan luar kota dengan menaiki bis. Saat telah tiba di tempat, ikhwan-akhwat yang berjumlah lima belas orang ini segera turun dari bis. Dan bis itu melaju kembali. Para akhwat sesaat saling berpandangan karena baru menyadari bahwa mereka kekurangan satu personel akhwat, alias, tertinggal di bis! Sontak saja para akhwat ini dengan panik, berlari dan mengejar bis. Tetapi tidak demikian halnya dengan ikhwan, mereka hanya berdiri di tempat dan dengan tenang berkata, “Nanti juga balik lagi akhwatnya.”

(N) Nahkoda yang handal
Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ia adalah nahkoda kapal. Lantas bagaimanakah bila sang nahkoda tak bergerak? Alkisah, tentang baru terbentuknya kepengurusan rohis. Tunggu punya tunggu…, hari berganti hari, minggu berganti minggu, ternyata para ikhwan yang notanebe adalah para ketua departemen, tak kunjung menghubungi akhwat. Akhirnya, karena sudah “gatal” ingin segera gerak cepat beraksi dalam da’wah, para akhwat berinisiatif untuk “menggedor” ikhwan, menghubungi dan menanyakan kapan akan diadakan rapat rutin koordinasi.

(G) Gentle
Bersikap jantan atau gentle, sudah seharusnya dimiliki oleh kaum Adam, apatah lagi aktivis. Tentu sebagai Jundullah (Tentara Allah) keberaniannya adalah di atas rata-rata manusia pada umumnya. Namun tidak tercermin demikian pada kisah ini. Sebuah kisah perjalanan rihlah. Rombongan ikhwan dan akhwat ada dalam satu bis. Ikhwan di depan dan akhwat di belakang. Beberapa akhwat sudah setengah mengantuk dalam perjalanan. Tiba-tiba bis berhenti dan mengeluarkan asap. Para ikhwan segera berhamburan keluar dari bis. Tinggallah para akhwat di dalam bis yang kelimpungan. “Ada apa nih?” tanya para akhwat. Saat para akhwat menyadari adanya asap, barulah mereka ikut berhamburan keluar. “Kok ikhwan ninggalin gitu aja…” ujar seorang akhwat dengan kecewa.


sumber: https://www.facebook.com/note.php?note_id=10150339961083311

Jumat, 18 Mei 2012

Itsar

Oleh Sholeh Ibnu Munawwir

Seseorang datang bertamu kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, namun ketika Rasul bertanya kepada istri-istrinya, tak seorangpun di antara mereka yang mempunyai simpanan makanan untuk menjamu tamu tersebut. Akhirnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menawarkan kepada para shahabatnya, beliau bersabda, "Barangsiapa di antara kalian yang mau menjamu tamu ini, maka Allah akan merahmatinya." Berdirilah seorang sahabat dari kalangan Anshar, seraya berkata, "Saya akan menjamunya wahai Rasulullah."


Akhirnya, diajaknyalah tamu tersebut pulang ke rumahnya. Sesampai di rumah, sahabat Anshar ini bertanya kepada istrinya, “Wahai istriku, apakah engkau masih memiliki sesuatu (makanan)?” Sang istri pun menjawab, “Tidak, selain sedikit persediaan (makanan) untuk anak-anak kita.” Maka spontan ia berkata kepada istrinya, “Rayulah anak-anak agar mereka bermain-main, sehingga lupa akan rasa lapar, lalu matikanlah lampu pada waktu makan, dan berpura-puralah bahwa kita juga sedang makan, pada saat tamu kita makan.”

Maka, pada waktu makan malam, dimatikanlah lampu di rumah tersebut, dan dihidangkannya makanan yang semestinya untuk anak-anak mereka, lalu mereka berpura-pura menyantap hidangan bersama sang tamu yang sedang menikmati makan malamnya.

Hingga pada pagi hari, ketika shahabat Anshar ini menghadap kepada Rasulullah, beliau berkata, "Allah heran dengan tingkah kalian berdua terhadap tamu kalian tadi malam," Lalu turunlah surat al-Hasyr ayat 9, berkaitan dengan kisah sahabat Anshar ini.

Mengutamakan Kebutuhan Saudaranya

Sungguh, kisah di atas bukanlah dongeng yang biasa diceritakan untuk anak-anak menjelang tidur, atau cerita-cerita fiksi yang ada di film dan sinetron di televisi. Kisah yang sangat menggugah dan mengagumkan di atas adalah teladan nyata yang dipertontonkan oleh salah satu generasi terbaik yang dimiliki oleh dunia, sebagaimana termaktub di dalam hadits Bukhari Muslim. Kisah yang sulit ditemukan padanannya, terlebih pada zaman modern ini yang mana manusia sudah terjangkiti penyakit egois dan individualis (Ananiyah). “Jangankan untuk berbagi kepada orang lain, untuk diri sendiri saja masih kurang,” begitu kita sering berdalih.

Padahal persediaan makanan dan bekal lain yang ada di rumah kita, bukan hanya cukup untuk satu hari atau satu minggu, namun persediaan untuk beberapa bulan ke depan pun sudah kita punyai, tetapi tak timbul sedikitpun rasa belas kasih dan keinginan berbagi kepada orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan. Sementara sudah sama-sama kita hafal sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa kita belum beriman jika kita dalam keadaan kenyang (atau kekenyangan?), dan kita acuh dan abai terhadap orang-orang di sekitar kita yang bermalam dalam keadaan perut kosong karena tak mempunyai sedikitpun makanan di rumahnya.

Betapa shahabat Anshar ini begitu ikhlas dan hanya mencari ridha Allah dan Rasul-Nya, dengan mengutamakan agar kebutuhan saudaranya (bahkan orang yang baru dikenalnya) terpenuhi dengan mengabaikan dirinya dan keluarganya, Allah menurunkan ayat, “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (Q.S Al-Hasyr : 9)

Itulah itsar, mendahulukan dan mengutamakan kepentingan dan kebutuhan orang lain dari diri sendiri, sedang diri sendiri juga dalam keadaan yang sangat membutuhkan. Sebuah akhlak mulia yang diukir dengan tinta emas dalam sejarah bagi pelaku-pelakunya, menembus ke langit hingga Allah Swt heran dan takjub.

Lebih Memilih Dunia

Sesungguhnya itsar bukanlah sesuatu yang utopia dan tidak mungkin kita hiaskan pada diri kita sebagai akhlak dan sifat kita, namun terkadang nafsu akan dunia sangat dominan bercokol di hati dan fikiran kita. Pertimbangan dan perhitungan untung rugi yang bersifat materi dan keduniaan sering kali membuat kita merasa berat jika kita ingin memberikan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan yang pada saat yang sama kita juga membutuhkan.

Hitunglah betapa seringnya kita memberikan isyarat dengan tangan kita kepada orang yang meminta-minta, sebagai tanda kalau kita tak hendak memberi, betapa seringnya kita menerima tamu di rumah kita sebagai beban yang merepotkan, padahal Rasulullah sudah mengingatkan kita barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tamunya. Atau betapa seringnya tetangga sebelah rumah kita hanya mencium harum dan sedapnya aroma makanan yang kita masak, tanpa pernah terfikir di benak kita untuk berbagi dengan mereka.

Kita tahu bahwa seberat dzarrah pun kebaikan, pasti Allah akan memberikan ganjaran dan pahalanya di akhirat nanti, namun perasaan kurang yakin dan egoisme yang ada di dada kita senantiasa menghalangi kita untuk berbuat baik, sehingga kita lebih mementingkan kebahagiaan di dunia dan mengabaikan kebahagiaan yang abadi di akhirat. Angan dan khayal kita tentang dunia senantiasa membumbung tinggi, sehingga lalai mempersiapkan kehidupan di akhirat dengan amal-amal shalih.

Bagi para pemujanya, dunia adalah segala-galanya. Yang mereka cari dan usahakan adalah kebahagiaan dunia an sich, dengan melupakan Allah dan akhirat. Sehingga saat kematian menjemputnya, kebahagiaanya terhenti sampai di situ, yang tinggal hanyalah sesal dan sengsara. Allah Swt berfirman tentang orang-orang ini, “Tetapi kalian lebih memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Q.S al-A’la : 16-17)

Itsar yang sering kita anggap sebagai sesuatu yang sulit dan berat kita lakukan, telah diabadikan dalam sejarah dengan tinta emas oleh para shahabat Rasul dengan sangat mengagumkan. Bukan hanya sebatas lapar dan haus yang mereka tanggung demi saudaranya, namun nyawa mereka persembahkan untuk Allah Swt, demi itsar terhadap saudaranya, sebagai teladan dan hikmah untuk kita. Insya Allah.

Dalam perang Yarmuk, dari Abdullah bin Mush'ab Az Zubaidi dan Hubaib bin Abi Tsabit, keduanya menceritakan, "Telah syahid al-Harits bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amr. Mereka ketika itu akan diberi minum, sedangkan mereka dalam keadaan kritis, namun kesemuanya saling menolak. Ketika salah satu dari mereka akan diberi minum dia berkata, "Berikan dahulu kepada si fulan, demikian seterusnya sehingga semuanya meninggal dan mereka belum sempat meminum air itu.

Dalam riwayat lain perawi menceritakan, "Ikrimah meminta air minum, kemudian ia melihat Suhail sedang memandangnya, maka Ikrimah berkata, "Berikan air itu kepadanya." Dan ketika itu Suhail juga melihat al-Harits sedang melihatnya, maka iapun berkata, "Berikan air itu kepadanya (al Harits). Namun belum sampai air itu kepada al Harits, ternyata ketiganya telah meninggal tanpa sempat merasakan air tersebut (setetespun).

Wallahu A’lam.
sumber : http://www.eramuslim.com/oase-iman/sholeh-ibnu-munawwir-itsar.htm

Minggu, 22 April 2012

Dakwah Mah Dakwah Aja!

 Dakwah mah dakwah aja! Gak usah lihat-lihat yang lain udah kerja atau belum. Nanti malah jadinya ngedumel karena dakwah sendirian. Santai aja, bro! Husnudzon… boleh jadi yang lain masih ada kerjaan dakwah yang lain. Kerjain aja dulu kalo emang masih bisa dikerjain. Ya gak?
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah mikir nanti jadi repot atau banyak waktu yang kebuang. Nanti malah bikin stress sendiri karena gak bisa bagi waktu. Kalau kata temen ane begini, “ikhlas adalah jawaban yang tepat.”
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah bangga sama prestasi pribadi. Padahal baru juga berbuat sedikit, eh udah merasa lebih baik dari orang lain lagi. Wah, parah dah tuh!
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah mikir ini harus gimana, nanti larinya ke mana, dan kapan anu-anunya. Jalani aja dulu. Lakukan yang bisa dilakukan sembari pelajari apa-apa yang belum dipahami.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah ngerasa kenapa rekan-rekannya sedikit atau 4L (Lu Lagi Lu Lagi). Karena boleh jadi yang dipilih oleh Allah adalah yang sedikit itu. Kalo bahasa langitnya, “ada kita ataupun tidak, dakwah ini akan tetap berjalan!”
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah mikirin hasilnya tar sukses apa kagak atau kapan nanti berhasil. Serahin aja hasilnya sama Allah. Yang penting usaha dulu. Masa depan kan siapa yang tahu.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah buru-buru. Santai aja, bro! Enjoy… Kalo buru-buru, entar jadinya setengah mateng. Semua hasil yang baik butuh proses yang mantap, bro! Let it flow aja.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah muluk-muluk pengen ini pengen itu kalau emang keadaan gak memungkinkan. Semangat boleh tapi harus realistis, bro. Kerjain aja dulu yang bisa dikerjain. Boleh jadi dengan itu akan jadi langkah awal untuk hasil dakwah yang lebih besar lagi nantinya.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah aneh-aneh. Pengen jadi dua kepribadianlah. Pengen terkesan misteriuslah. Pengen sok kerenlah. Ah, lagu lama tuh! Yang ikhwan pengen keren. Yang akhwat pengen imut. Atau di dunia nyata wibawa, eh di dunia maya tak berbudaya. Haduh… Pesennya, kembalilah ke jalan yang benar.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah plin-plan. Bentar dakwah bentar maksiat. Apa kata akhirat?
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah nunggu jadi orang suci dulu baru mau dakwah. Di dunia ini emang gak ada orang yang sempurna. Nah, kalau udah tahu kalau gak ada orang suci, buruan dakwah! Jangan tar-sok (entar besok-besok) melulu. Tar keburu mati lagi. Berabe dah…
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah pusing mikir ini-itu tugas siapa. Emang penting bagi-bagi tugas. Tapi ibarat lagi mancing. Temen kita sedang ke toilet saat kail pancingnya digigit ikan, masa iya kita biarin aja. Bantuin dong ya. Tarik kailnya, ambil ikannya, kasih tahu dah sama temen kalau tadi udah dapat ikan. Intinya, yang penting koordinasi, bro!
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah takut sama masalah-masalah yang dihadapi. Justru karena ada masalahlah hidup itu terasa semakin hidup. Ada masalah, artinya Allah masih sayang sama kita karena masih mau kasih ujian dan perhatian. Dengan masalah, seseorang akan semakin matang adanya.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah minder karena kekurangan diri. Kekurangan bukan untuk dipikirkan, tetapi diusahakan penanggulangannya agar jangan sampai mengganggu produktivitas dalam berdakwah.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah iri dengan keberhasilan orang lain. Setiap medan itu macem-macem tingkatan kesulitannya. Tergantung bagaimana kita menghadapinya. Pengen sukses juga? Yaudah, usaha! Jangan ngedumel terus…
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah tuh menilai hati atau niat seseorang. Kalau ada keburukan atau kekurangan pada orang lain, kasih nasihat aja untuk jadi lebih baik. Gak usah menilai kualitas hatinya. Biar masalah niat dan hati itu urusannya dia sama Allah. Tugas kita bukan untuk menilai hati atau niat, tetapi amar ma’ruf nahi mungkar.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah mikir nanti kita dapat profit (keuntungan) apa nantinya. Justru harusnya kita mikir, profit apa yang bisa saya berikan kepada orang banyak. Semangat, bro! Kalau kata temen ane, “keep hamasah!”
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah mikir sampai kapan. Mulai aja belum udah mikirin kapan selesai. Capeek, deh!
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah takut rugi atas apa yang udah dikorbanin. Karena itu semua tidak gratis, semua nanti diganti sama Yang Maha Kaya, yaitu Allah SWT. Masih kuatir bakal bangkrut? Mending muhasabah dulu deh…
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah takut dibilang sok alim nantinya. Ya masih mending dibilang sok alim, daripada dibilang sok kafir, sok fasik, atau sok jahat.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah pusingin perselisihan antar golongan yang ada. Mereka yang ribut, kenapa kita mesti ikut-ikut?
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah malu-malu. Orang-orang jahat aja kalau maksiat aja bangga, masak kita yang mau berbuat baik harus malu. Para missionaris yang bikin banyak orang murtad aja percaya diri banget pas lagi berkhotbah, masak kita yang mau bikin orang jadi muallaf kudu malu-malu. Pede aja lagi.
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah disisipin sama tebengan niat-niat yang lain, kaya pengen dapat jodoh, dapat uang, dan lain sebagainya. Karena kata Pak Ustadz, “niatkanlah semuanya untuk menggapai ridha Allah SWT.”
Dakwah mah dakwah aja! Gak usah ditunda-tunda. Cepetan! Tunggu apa lagi? Kok masih baca tulisan ini? :D
Dakwah mah dakwah aja! Gitu aja kok repot…

Minggu, 25 April 2010


Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peranan dan tugas apa pun yang dia pikul akan selalu membawa manfaat dan maslahat(kebaikan) bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw.,Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Untuk menjadikan kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera sangat memerlukann manusia-manusia seperti itu. Dalam keadaan apa sekalipun, dia akan membuat yang terbaik; apa pun peranan dan tugas yang diberikannya, dia akan menjadi manusia dan keadaan di sekelilingnya menjadi bahagia dan sejahtera.

Maka, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah.

Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin, contohnya seperti ini:

Hinggap di tempat yang bersih dan menghirup apa hanya yang bersih saja.
Lebah hanya hinggap di tempat-tempat terpilih sahaja. Lebah sangat jauh berbeza dengan lalat. Lalat sangat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih yang mengandungi bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Mengeluarkan yang bersih.
Siapa yang tidak tahu madu lebah. Semuanya tahu bahawa madu mempunyai khasiat yang banyak untuk kesihatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah sangat kaya dengan kebaikan,sedangkan dari organ tubuh pada binatang lain, mereka hanya mengeluarkan sesuatu yang menjijikan.

Begitu juga seorang mukmin, kita haruslah menjadi manusia yang produktif dengan kebaikan. Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan (khair), supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimatrukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wabudu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

Tidak pernah merusakkan.
Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merosak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan kerosakan dalam apa-apa hal sekalipun: baik secara fizikal mahupun tidak.. Bahkan dia melakukan pembaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu.

Bekerja keras
Lebah adalah pekerja yang bekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saatmenetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras?

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)

Kerja keras dan semangat pantang berundur itu lebih-lebih lagi dituntut lagi dalam menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang ramai manusia yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusiakecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya rugi dalam menegakkan keadilan.

Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan
Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu
Lebah tidak pernah memulakan serangan. Ia akan menyerang hanya manakala apabila terasa diganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankankehormatanumat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.

Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl.

Allahu a’lam