Tampilkan postingan dengan label Toleransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toleransi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2016

Penjelasan Pihak Hotel Novita Jambi yang Diduga Lakukan Penistaan Agama

Lafaz Allah di Ornamen Natal \n
Lafaz Allah di Ornamen NatalIst


JAMBI, JITUNEWS.COM- Hotel Novita yang berlokasi di pusat Kota Jambi diduga melakukan penistaan agama. Hal itu diketahui, lantaran mengukirkan lafaz Allah di lantai yang bersanding dengan ornamen Natal.

Terkait dengan kejadian itu, GM Novita Hotel, Husairi, mengatakan bahwa dirinya tidak tahu ada ukiran tersebut. Menurutnya, ornamen tersebut dibuat sejak dua minggu yang lalu. 

"Kita tiap tahun sama buat seperti itu, siang tadi belum ada. Staf kita yang buat ornamennya. Kita akan periksa staf kita nanti," ujar Husairi, Jumat (23/12).
Gara-gara kejadian itu, tindakan tegas langsung diambil Walikota Jambi, Sy Fasha. Hotel tersebut ditutup untuk sementara. Penutupan itu dilakukan langsung Fasha dengan membawa selembar kertas karton yang bertuliskan "Maaf! Hotel Ini Dihentikan Operasinya!". 
Kertas itu pun langsung ditempel tepat di pintu masuk Hotel. Keputusan tersebut, jelas Fasha, diambil setelah rapat bersama unsur Forkopimda.
“Kami menyesalkan kejadian ini. Dan kami berjanji hal ini akan ditindaklanjuti. Percayakan kepada kami dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjutinya,” tegas Fasha, Jumat (23/12). 


@jitunews http://www.jitunews.com/read/49847/penjelasan-pihak-hotel-novita-jambi-yang-diduga-lakukan-penistaan-agama#ixzz4Trd9FZFb

Intoleran, Juri Karate Se-Jatim Larang Peserta Siswi Muslimah ini Berjilbab

dilarang-mengenakan-jilbab-gadis-cilik-ini-memilih-mundur-tidak-ikut-pertandingan-karateIslamedia – Nasib umat Islam di negeri ini, yang merupakan negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, kerap kali mendapat perlakuan diskriminatif. Entah sudah berapa kali kasus pelarangan jilbab terhadap muslimah terjadi di beberapa wilayah. Bahkan kini, pelarangan jilbab dialami oleh salah satu siswi SMP di Magetan. Aulia, siswi SMPIT Harapan Umat Magetan, batal mengikuti pertandingan karate se-Jatim karena juri melarang Aulia menggunakan jilbab. Kejadian tersebut diceritakan lengkap oleh Maimon Herawati di akun facebook pribadinya, Sabtu (24/12).
Mayoritaskah? Atau Minoritas? Jumat, 23 Desember 2016, Magetan. Aulia bersiap mengikuti perlombaan Karate se-Jatim di GOR Magetan. Siswi Smpit Harapan Umat Ngawi ini mengenakan sabuk biru. Bersama Aulia, ada beberapa siswa lain yang juga berjilbab. Menjelang pertandingan, juri memeriksa calon peserta. Saat itu, juri meminta peserta membuka jilbab. Aulia tercekat dan tercenung. Rekan peserta berjilbab lainnya membuka jilbab mereka. Aulia memilih meninggalkan lapangan. “Ya udah. Nggak bisa [bertanding].” Mengapa? “Kan dalam agama nggak boleh membuka aurat,” jelas gadis cilik ini saat saya telpon baru saja. Ada rasa sedih, itu pasti. Siang malam Aulia berlatih sekuat tenaga. Berangkat latihan pagi pagi sekali, lalu pulang menjelang dzuhur. Istirahat sejenak lalu pergi latihan lagi, dan baru kembali pulang jam setengah sembilan malam. Setiap hari. Guru Aulia, Pak Ustadz Janan Farisi yang menulis tentang Aulia ini, bercerita kalau pihak official sudah berusaha protes pada juri. Tapi, tidak berhasil. Aulia didiskualifikasi karena tidak mau membuka jilbabnya. Gadis cilik 13 tahun yang bercita-cita ingin menjadi dokter ini melantunkan doa dalam kesedihannya, semoga Allah ganti [pertandingan gagal karena mempertahankan jilbab ini] dengan yang lebih baik. Engkaulah petarung sesungguhnya, Nak. Dan engkau telah menjadi juara.

Fenomena apakah yang terjadi saat ini. Siapakah yang intoleran? Mengapa media lebih suka menyudutkan Islam?

Sumber : Islamedia.id