Rabu, 11 Agustus 2010

Ubahlah Bencimu Menjadi Cinta


Berteman dengan siapapun buat kita adalah sesuatu yang menggembirakan. Banyak mutiara hikmah yang berserakan dimanapun justru yang muncul dari orang-orang yang sederhana. Salah satunya penjual sate ayam. Awalnya saya mengenalnya dibulan suci ramadhan beberapa tahun yang lalu. Orang Madura ini baik dan ramah. Itulah yang membuat dagangan satenya menjadi ramai. Pada suatu hari dia bertutur bahwa pada saat bulan tertentu seperti bulan ramadhan dirinya bisa kuwalahan melayani pembeli. Sampai dia mengajak sanak saudaranya ikut membantunya berjualan, termasuk bapaknya sendiri. Katanya, pada satu sore para sudah banyak pembeli yang mengantri. Bapak dan saudara-saudara sibuk melayani sementara dirinya pulang untuk mengambil lontong dan sate ayam dirumah.

Sekembali ke warung dan pembeli sudah mulai berkurang. Adzan maghrib berkumandang. Sang bapak menghampiri dirinya dan mengatakan kalau kotak uang penjualan hari ini telah hilang diambil orang. Sebagai gantinya bapaknya bersedia bekerja selama ramadhan tidak usah digaji. Hari telah berlalu, seminggu kemudian. Abis jelang adzan maghrib ada seorang pemuda pesan sate ayam beserta lontong. Bapaknya langsung melayaninya. Orang itu dilayani dengan istimewa, membuat anaknya menjadi heran, kenapa bapak memperlakukan dia sangat istimewa. Mulai dari membakarkan sate, menyiapkan lontongnya, teh hangatnya dengan sangat ramahnya.

“Bapak, siapakah dia? Kenapa bapak melayani dengan sangat istimewa?’

Apa dia pejabat kelurahan?” Katanya penuh keheranan.

“Bukan. Dia adalah yang mengambil kotak uangmu tempo hari.” Jawab bapaknya.

‘Mendengar jawaban bapak seperti itu rasanya darah saya mendidih. Pengen rasanya saya luapkan amarah saya pada orang itu.’ tutur Sang Penjual sate.

‘Tapi bapak saya mencegahnya dengan mengatakan. ‘Jangan kamu luapkan amarahmu. Dia adalah guru sejatimu sebab dari dialah, dirimu bisa belajar mengubah bencimu menjadi Cinta.’ lanjutnyanya, matanya nampak berkaca-kaca, bebarapa kali tangannya mengusap air mata yang yang jatuh dipipinya untuk memahami makna hidup yang diajarkan oleh ayahnya tentang mengubah benci menjadi cinta. Subhanallah..

Allah telah berfirman : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui” (QS. Al Baqarah : 216)


source: http://motivationplannet.wordpress.com/2010/03/04/849/#more-849

Dulu saya kuli bangunan, akhi... (Kisah Inspirasi 2)


Namanya mungkin sudah tidak asing bagi beberapa orang, khususnya yang pernah bersinergi bersama beliau dalam acara-acara motivasi trainingnya. “Dosen” muda berbakat, begitu sebuah selebaran menyebut dirinya. Pribadi yang penuh optimisme dan semangat... demikian saya mengenal sosoknya.

“Mas... ceritakan sedikit tentang masa lalu antum sebelum kuliah, hingga kini menjadi salah seorang motivator ulung...” demikian saya bertanya padanya suatu hari.

Sejenak ia berusaha mengingat-ingat sambil mencoba mencari kata yang tepat untuk memulai.

“Perjalanan saya untuk memperoleh pendidikan yang layak setelah lulus SMA... betul-betul penuh perjuangan. Jika siswayang lain selepas SMA segera melanjutkan kuliah... saya harus bekerja dahulu. Dan jangan bayangkan pekerjaan yang saya lakukan adalah sebuah pekerjaan yang mudah, akh...”

Saya manggut-manggut menunggu ceritanya.

“...saya bekerja sebagai seorang kuli bangunan selama hampir 2 tahun di Jakarta. Antum tentu tahu bagaimana tampang para pekerja kasar itu bukan?! Hidupnya bergantung pada order ada tidaknya proyek pembangunan, jika sedang tidak ada order... kami duduk di pinggiran jalan dengan alat pertukangan berada di depan kami sambil berharap hari itu ada kontraktor yang membutuhkan tenaga kerja dengan upah murah...” ia bertutur dengan semangat.

Saya membayangkan bagaimana jika saya yang berada di posisinya saat itu. Melihat teman-teman SMA saya yang langsung kuliah, sementara saya harus bekerja kasar untuk membiayai hidup dan masa depan... masya Allah... belum lagi tekanan mental yang harus saya hadapi...

“... setelah 2 tahunan saya bekerja akh, dan selama itu pula saya menabung... saya akhirnya mencoba untuk ikut SPMB, karena tanpa pendidikan saya gak akan jadi apa-apa. Bayangkan akhi... selama 2 tahunan saya hanya berkutat dengan adukan semen, debu, dan keringat... tentu beban berat bagi saya jika selama 2 tahunan itu saya tak pernah menyentuh pelajaran lagi... dan kemudian dihadapkan dengan yang namanya SPMB... hehehe” ia tertawa renyah mengingat masa-masa itu.

“...namun Allah itu luar biasa akhi. Ia tahu apa yang hamba-Nya perjuangkan. Alhamdulillah... saya diterima di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik negeri ini... IPB akh... bersamaan dengan antum yang waktu itu setelah lulus SMA langsung masuk ke IPB... tahun 2004...”
Subhanallah... berarti ia lebih senior dua tahun dibanding saya jika dilihat dari kelulusan SMA-nya. Wah perjuangan hebat.

“...Alhamdulillah selama kuliah pula saya mendapatkan beasiswa dari salah satu instansi yang peduli akan pendidikan mahasiswa Indonesia, dan kemudian berkesempatan mengikuti berbagai aktivitas menakjubkan selama itu... Bahkan 3 tahun kemudian saya dipercaya oleh teman-teman untuk memimpin Himpunan Mahasiswa di jurusan saya... hehehe...”
Wow... seorang kuli yang akhirnya menjadi mahasiswa... mantab sekali.

“Dan akhirnya saya bisa lulus dari IPB dengan baik...” ujarnya tersenyum...
Wah... dua tahun jadi kuli... masuk IPB bareng, namun lulusnya lebih cepat daripada saya... subhanallah...

“...namun akhi... perjuangan saya untuk luluspun ada ujiannya. Allah akan selalu memberikan ujian sesuai dengan kadar kekuatan kita untuk menghadapinya... Ketika tingkat akhir... saya sempat cuti 1 semester karena tidak mampu membayar uang SPP. Namun saya tidak memberitahukan pada siapapun kondisi itu... saya tetap ke kampus sehingga teman-teman saya tidak menaruh curiga bahwa saat itu saya memiliki masalah yang kompleks...”

Saya tertegun...

“...selama masa itu saya kembali bekerja... bukan lagi dengan tenaga kasar... namun saya berusaha untuk membuka jalan rezeki dari cara yang lebih cerdas... saya mulai menawarkan training motivasi ke sekolah-sekolah. Awalnya memang sulit... namun lambat laun... alhamdulillah saya mulai bisa membuka jalan itu... mengumpulkan uang dan kembali aktif kuliah di kampus untuk menyelesaikan studi saya...”

Subhanallah... tak henti-hentinya saya bertasbih. Sempat cuti 1 semester... namun masih bisa duluan lulus dari saya... wah-wah... subhanallah...

“...akhirnya saya bergabung di ABCo Training Center sebagai trainer di sana. Dan jadilah saya yang seperti ini... kesana kemari berbagi inspirasi dan motivasi, akh... Dulu saya mati-matian bekerja sebagai kuli bangunan... kini insya Allah... Alhamdulillah... saya bisa mulai mandiri. Mengirim uang ke orang tua saya di desa, membiayai adik saya... atau terkadang saya pulang ke kampung saya untuk berbagi inspirasi motivasi bersama anak-anak di sana... Saya tidak pernah malu dengan semua yang saya usahakan... karena semua itu menjadikan saya seperti yang antum lihat sekarang...” senyumnya mengembang hangat...

Wow... Allahu Akbar... sering saya tertegun dan merenungkan kisah “sederhana” yang ia sampaikan pada saya waktu itu. Seorang kuli yang mampu menginspirasi orang lain dengan luar biasa... subhanallah. Jika seorang mantan kuli bangunan saja bisa... maka pertanyaan bagi kita selanjutnya adalah...

“Apakahkita bisa melakukan yang lebih baik dengan kondisi kita jauh lebih beruntung daripadanya?”

Alhamdulillah... saya selalu bersyukur dapat bertemu dengan orang-orang sederhana namun begitu menginspirasi kisah hidupnya... terinspirasi dari banyak orang dan semoga menginpirasi lebih banyak orang lainnya...

Apapun impian Anda... milikilah! Dan jangan pernah lelah untuk mewujudkannya! Seperti sebuah sms dari seorang al akh yang kebetulan sampai saat tulisan ini saya buat...

“...kelelahan kita adalah kumpulan energi-energi untuk melintasi kelelahan-kelelahan berikutnya. Hingga kita tiada pernah lelah lagi... bahkan lelah itu telah lelah dengan sendirinya untuk mengejar kita... semangat akhi...”

(Jazakumullah kepada akh Aris Setyawan, TEP-IPB 41 atas kisah hidupnya yang menginspirasi tulisan ini)

Diceritakan kembali dengan bahasa yang “berbeda”... (Insya Allah perbaikan masih dibutuhkan)

To be continued...

Jumat, 25 Juni 2010

AMAZING,,! :D

1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765

123456 x 8 + 6 = 987654

1234567 x 8 + 7 = 9876543

12345678 x 8 + 8 = 98765432

123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11

12 x 9 + 3 = 111

123 x 9 + 4 = 1111

1234 x 9 + 5 = 11111

12345 x 9 + 6 = 111111

123456 x 9 + 7 = 1111111

1234567 x 9 + 8 = 11111111

12345678 x 9 + 9 = 111111111

123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88

98 x 9 + 6 = 888

987 x 9 + 5 = 8888

9876 x 9 + 4 = 88888

98765 x 9 + 3 = 888888

987654 x 9 + 2 = 8888888

9876543 x 9 + 1 = 88888888

98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilliant kan?

dan lihat ini:

1 x 1 = 1

11 x 11 = 121

111 x 111 = 12321

1111 x 1111 = 1234321

11111 x 11111 = 123454321

111111 x 111111 = 12345654321

1111111 x 1111111 = 1234567654321

11111111 x 11111111 = 123456787654321

111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Sekarang liat ini..

101%

Liat dengan seksama point ini :

Berapa hasil 100%?

Apa yang dimaksud dengan berikan lebih dari 100%?

Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

Saya kasih semua kondisi dimana seseorang pengen GIVE OVER 100%.

How about ACHIEVING 101%?

What equals 100% in life?

Here's a little mathematical formula that might help

Answer these questions:

JIka :

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

sebanding dengan:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.

Maka :

H-A-R-D-W-O- R- K

8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%

Dan:

K-N-O-W-L-E-D-G-E

11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%

Tapi:

A-T-T-I-T-U- D-E

1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%

Kemudian. liat, bagaimana mencintai Allah (love of God) akan memberikan nilai :

L-O-V-E-O-F- G-O-D

12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%

Kesimpulannya didalam matematika:

While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will

get you there, It's the Love of God that will put you over the top!

It's up to you if you share this with your friends & loved ones just

the way I did..

Kamis, 13 Mei 2010

palestine

Blood like water,
bodies such as garbage,
night as day,
glow of the rocket, like fireworks in the evening.

A child throws a stone.
a girl loses interest,
spit on a soldier's mother loser,
a father loses his head.

Picture of a country,
subjugated the country.
picture of greed loser nation,
description of the signs of the end of the world.

Palestine,
we know you're not going to fall,
Palestine.
we know you will never quit.
Palestine.
We know there is victory in your tears.

We're sorry palestine,
we can only add to your burdens,
we do not help you,
we're still a loser,
but we promise this time will lift your name with the sacrifice,
will be lifted by one religion,
ISLAMIC rahmatan LILALAMIN

dep syiar sman58 jkt

Minggu, 09 Mei 2010

Cerita motivasi kisah "wortel" "telur" dan "kopi"

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

  • Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.
  • Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
  • Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”


Sumber: http://ekojuli.wordpress.com/2009/04/16/cerita-motivasi-kisah-wortel-telur-dan-kopi/