Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 April 2014

( MASJID ) SARANA IBADAH DAN DAKWAH UNTUK MEMBANGUN HATI YANG BERTAQWA


Dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda :

سنن أبي داوود ٣٧٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخُزَاعِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسٍ وَقَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ

Sunan Abu Daud meriwayatkan , Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah Al Khuza’i telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas dan Qatadah dari Anas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan tiba Hari Kiamat sampai manusia bermegah-megahan dalam membangun Masjid.”

Berkaitan dengan hadis di atas dan untuk menguatkannya, Ibnu Abbas ra berkata, “ Sungguh, umat ini akan menghiasi masjid masjid sebagaimana orang orang Yahudi dan Nasrani menghiasi tempat tempat ibadah dan gereja gereja mereka.

Orang yang memerhatikan –masa sekarang- seluruh penjuru dunia Islam dan alat alat transportasi, akan melihat mereka berbangga bangga seperti ini, menghiasi masjid, dan sombong dalam mendirikan masjid.

Manusia membaca hadis ini dan mengetahuinya bahwa menghiasi masjid termasuk salah satu tanda kiamat. Namun, mereka tetap melakukannya, seolah olah mereka digiring untuk melaksanakan ketaatan dan pembenaran terhadap hadis Rasulullah SAW.

Ibnu Abbas menambahkan, dalam kitab Jami Ash Shaghir karangan As Suyuthi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Jika kalian mempercantik masjid masjid kalian dan menghiasi mushaf mushaf kalian, kehancuranlah atas kalian.”

Hal itu disebabkan Allah SWT melihat orang orang yang memakmurkan Masjid dengan hati dan iman mereka. Allah SWT menghendaki para hambaNya berhias dengan iman dan mempercantik diri dengan takwa, Itulah yang asli.

Jika masjid masjid telah dihiasi, yang tersisa hanyalah dinding dinding dan perhiasannya. Padahal, semua itu akan musnah ketika terjadi kiamat nanti, sedangkan hati dan iman tidak. Akan tetapi, semua ini memang sudah ketetapan Allah SWT. Keprihatinan kini banyak masjid megah namun diisi sedikit jamaah yang shalat.

Sejatinya kabar dari Rosulullah SAW ini menjadi bahan koreksi bersama bagi kita semua sebagai hamba Allah, untuk lebih memprioritaskan dalam membangun keimanan dan ketaqwaan, selain sisi membangun prasarana ibadah.

Belajar bagaimana memakmurkan masjid, merangkul segala kalangan umat Islam tanpa memandang status sosial untuk dijadikan sebuah komunitas dalam rangka memakmurkan masjid. Nurani yang menuju Allah hanya milik mereka yang bertaqwa dan semoga Allah memberikan hati yang bertaqwa kepada kita semua. Aamiin.


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

Kamis, 27 Maret 2014

kebaikan tetaplah kebaikan walau sedikit


kita seringkali tidak menghargai proses dan bersabarnya kurang | bahwa kebaikan meski sekecil apapun tetaplah harus didukung

seringkali pelaku kemaksiatan bukan tak mau bertaubat dari dosa | tapi putus asa oleh dakwah yang menghakimi dan tak berikan harapan

kita tak boleh menghalalkan yang haram pada pelakunya | namun bukan berarti tak boleh berlembut dalam menuntunnya

dakwah ini tentang berusaha dan hanya berharap pada Allah | tentang sampaikan dalil-dalil pencerahan agar sama berkah

dakwah itu mengumpulkan manusia lalu menyampaikan kebenaran | bukan tentang membubarkan manusia karena takut akan kebenaran

kebaikan tetaplah kebaikan walau sedikit | siapa tak menghargainya tak bisa mengajak pada kebaikan


sumber: Fanspage UstadzFelixSiauw

Rabu, 12 Maret 2014

Setiap Ikhwah Punya Passion Dalam Dakwah

Dikutip dari Fanspage Kartun Muslimah.

Aku tidak iri pada mereka dengan kendaraan mewah, namun aku iri terhadap mereka yang kakinya tak pernah lelah melangkah untuk dakwah.

Aku tidak iri dengan mereka yang berbalut pakaian mewah, namun aku iri terhadap mereka yang benar-benar menyempurnakan menutup aurat dan terus istiqomah.

Aku tak iri dengan mereka yang berbibir merah merekah, namun aku iri terhadap mereka yang bibir dan hatinya tak lepas dari dzikrullah.

Aku tak iri pada mereka yang berumah megah, namun aku iri terhadap mereka yang sederhana dan qonaah.

Aku tidak iri terhadap mereka yang kemolekan tubuhnya terpampang di halaman majalah, namun aku iri terhadap mereka yang berusaha menjaga diri dari fitnah.

Ya harusnya rasa iri atau ghibtah ini menjadi penyemangat diri untuk semakin kuat melangkah.

Melangkah dalam menggapai ridha Allah bukan ikhwah.

Saudaraku marilah bersama-sama berjuang dalam istiqomah. Setiap ikhwah punya passion dalam berdakwah. Bismillah, in syaa Allah. Hamasah