Sabtu, 06 Juli 2013

Lukisan Bintang Senja


Malam ini langit begitu gelap nan pekat, tak ada satu pun cahaya yang mampu membuatku diam terpesona. Ribuan bintang yang biasanya menemani malam dengan segala keindahannya, dengan segala bentuknya yang memiliki makna tersirat, kini tak menampakkan wajahnya. Udara malam berhembus cepat, menyapa rambutku yang ikal. Aku menatap hamparan langit nan luas dengan tatapan kosong.
Namaku Dewa, aku memiliki saudara kembar yang bernama Dewo. Kami sangat berbeda. Mengapa begitu? Karena sejak lahir aku terlahir cacat. Lebih tepatnya lagi cacat mental. Entahlah, mengapa hanya aku yang terlahir cacat sedangkan saudara kembarku sama sekali tidak cacat. Akan tetapi aku bahagia memiliki saudara kembar seperti Dewo, dia begitu menyayangiku dengan tulus. Ia tak pernah malu memiliki saudara kembar sepertiku.
            “Dewa, kamu ngapain di sini sendirian?” Dewo menyapaku sambil mengelus rambut ikalku.
            Percuma, aku ingin menjawab pasti Dewo tidak akan mengerti apa yang aku katakan. Walaupun aku tahu kak Dewo dan ibu adalah orang yang paling mengerti dan memahamiku.
            “Kau tahu Dewa? Aku sangat bahagia dan bangga memiliki saudara kembar sepertimu. Aku tahu kau anak yang hebat, meski mereka menilaimu sebelah mata. Aku tahu kau telah memiliki puluhan karya lukisanmu. Dewa, maafkan aku yang terkadang tidak memahami sinyal yang kau tujukan untukku.” Dewa menatapku dengan tatapan penuh kasih sayang, ia mendekapku erat.
***
            Usiaku kini sudah lima belas tahun, namun aku masih seperti anak SD. Meskipun aku tahu aku tidaklah seperti Dewo yang tumbuh sebagai remaja yang sangat gagah dan tampan, kecerdasannya yang mampu membuat semua orang yang berada di dekatnya merasa bangga padanya. Aku bangga memiliki saudara kembar seperti dia. Dia yang dengan sabar mengajariku menulis dan membaca. Kini aku pun sudah bisa membaca dan menulis dengan baik, walau tidak sempurna, tapi aku bersyukur.
            Hari ini adalah hari yang dinantikan Dewo. Ia mengikuti lomba Sains, lebih tepatnya mengikuti lomba Biologi. Ketika Dewo mulai berbicara dan menjelaskan ilmu Biologi itu, semua orang terpana melihatnya. Bukan karena ketampanannya, akan tetapi karena dia yang begitu lihai menjelaskan serta memperagakan apa yang ada di depannya. Ia pun juara satu.
            “Wah Dewo, kamu hebat! Selamat ya, aku salut sama kamu.” Sheina memuji Dewo, perempuan itu sejak SMP memang suka dengan Dewo.
            “Selamat ya Dewo, anakmu hebat sekali Rosa. Dia memang anak yang cerdas, tapi tidak seperti Dewa yang hanya seperti patung.” Ibu Desi memuji Dewo sekaligus menjatuhkanku.
            “Tutup mulut Anda! Dia jauh lebih hebat dari saya, jangan pernah Anda berkata seperti itu.” Dewo membentak bu Desi, salah satu orang tua murid temannya Dewo.
            “Sudah Dewo, kamu tidak perlu emosi. Biarkan orang lain menghina atau memandang Dewa sebelah mata, tapi aku yakin suatu hari nanti Dewa akan menjadi orang hebat. Sama sepertimu.” Ibu menasihatiku.
            “Halah, anak kayak gitu aja diharapin banget. Anak bodoh, cacat, nggak berguna lagi, hidup lagi! Autis.” Kak Selvi berkata kasar di dekat telingaku.
            “Tutup mulut kamu Selvi!” ibu menampar Selvi.
            “Justru kakak yang jauh lebih bodoh dari Dewa! Selama ini memang kakak sudah melakukan apa untuk ibu, untuk keluarga kita? Bukankah selama ini kakak hanya bisa menghamburkan uang untuk kepuasan dan nafsu kakak? Sadar kak, kakak tuh jauh lebih hina daripada Dewa!” bentak Dewo.
            “Cukup! Kalian tidak perlu bertengkar di sini!” ibu membentak Dewo dan kak Selvi. Suasana menjadi hening.
            Aku mengerti apa yang mereka bicarakan. Aku bisa merasakan, walau mungkin mereka berfikir aku sama sekali tidak mengerti. Aku ingin berlari secepat mungkin tapi aku tak bisa, seolah ada yang menahan kakiku untuk melangkahkan kaki dan berlari cepat. Aku ingin menangis, tapi untuk apa aku menangis? Aku ingin menjerit, tapi di tenggorakkanku seperti ada yang mengganjal.
***
            Sesampai di rumah ternyata ayah sudah menunggu kami. Lebih tepatnya lagi menunggu Dewo, menunggu berita yang menggembirakan. Lalu apa yang bisa aku banggakan? Entahlah, mungkin Allah sedang mempersiapkan rencana yang jauh lebih indah.
            “Gimana Dewo, kamu berhasil Nak?” tanya ayah penasaran.
            “Alhamdulillah Yah, juara satu.” Dewo tersenyum hangat.
            “Wah, selamat ya. Ayah yakin kamu pasti menag.” Ayah menepuk bahu Dewo.
            “Hai, Dewa! Apa yang bisa kamu berikan untuk Ayah? Kamu ini sama sekali tidak berguna di rumah ini, hanya bisa menyusahkan orang lain.” Ayah menatapku tajam..
            “Kenapa Ayah dan kak Selvi nggak pernah bisa nerima Dewa dengan baik? Kenapa kalian selalu saja menghina dan memandang sebelah mata? Akan aku buktikan kepada kalian, bahwa Dewa adalah anak yang hebat. Siapa pun yang menyakiti Dewa, maka aku yang akan melindunginya. Sekalipun itu keluargaku sendiri yang melakukan. Camkan itu!” Dewo membanting buku yang sedari tadi ia pegang, lantas bergegas menuju kamarnya.
            Aku melangkahkan kaki ke taman belakang. Aku rebahkan tubuhku di atas rerumputan yang lembut. Menyaksikan burung-burung camar yang mengepakkan sayapnya sambil menari indah. Menyaksikan warna jingga yang melukiskan senja. Aku bahagia setiap aku melihat ke luar sana. Menyaksikan senja serta menatap hamparan langit yang indah penuh pesona. Itulah caraku untuk melepaskan semua rasa sesak yang aku rasakan, juga untuk tetap bersyukur dengan yang Maha mencintai.
            “Dewo, ibu boleh masuk Nak?” ibu mengetuk pintu kamar Dewo.
            “Kenapa Bu?” tanya Dewo.
            Ibu langsung menghampiri Dewo dan menggenggam erat tangan Dewo.
            “Nak, ibu percaya apa yang tadi kamu ucapkan. Suatu hari nanti pasti Dewa bisa menjadi orang hebat. Kau tahu? Beberapa minggu yang lalu ibu menemukan lukisan yang sangat indah sekali, walau ibu tidak tahu apa maknanya.” Ibu menatap Dewo dengan tatapan mata yang bercahaya.
            “Aku sudah sering melihat lukisan Dewa, Bu. Sejak aku masih SD dia memang sangat suka melukis.” Dewo tersenyum manis.
            “Iya ibu percaya Nak. Di mana Dewa sekarang? Dia nggak ada di kamarnya, ibu kira dia ada di sini.” Ibu menanyakan keberadaan Dewa.
            “Aku juga tidak tahu Bu, coba kita cari keluar. Siapa tahu dia ada di taman belakang, dia sangat suka tiduran di sana Bu.” Dewo mengajak ibu ke taman belakang.
            Sebelum ibu dan Dewo ke taman belakang ia menuju kamarku. Melihat semua lukisan yang kubuat juga tiga puisi yang kubuat. Aku sudah banyak melukiskan tentang sesuatu dan salah satu lukisan yang paling aku sukai ialah lukisan bintang senja, aku juga membuat puisi yang berjudul lukisan bintang senja. Lalu ibu membacakan puisiku yang berjudul lukisan bintang senja.
            Aku melihat warna jingga yang meghamburkan warnanya dengan segala keindahannya, jingga yang menggambarkan lembayung senja penuh kehangatan. Aku menatap hamparan langit luas penuh pesona, menyaksikan ribuan bintang bersinar terang menemani sang malam. Jika aku bisa mengambil bintang itu untuk menemani senja, maka akan kuambil bintang itu dengan tanganku sendiri. Bintang yang menemani senja dengan kehangatannya, sehingga mampu membuat yang memandangya penuh pesona, menatap penuh takjub dan bahagia. Dengan bintang senja semua akan terdiam, semua luka dan duka yang tersimpan dalam lubuk hati akan terhapus tanpa sisa.
            “De.. Dewo baca ini baik-baik.” Ibu memberikan kertas itu kepada Dewo.
            Mereka menangis setelah membaca puisi dan lukisan yang kubuat. Lalu segera menemuiku.
            “Dewo, ternyata kamu di sini.” Ibu dan Dewo mendekapku penuh kehangatan dan kasih sayang.
            “Sayang, kamu hebat. Semua lukisanmu sangatlah indah. Terutama lukisan ini.” Ibu menyodorkan lukisan yang kubuat.
            “Puisimu juga bagus Dewa, sungguh pandai kau dalam bermain kata.” Dewo memelukku erat.
***
            Keesokan harinya ibu dan Dewo mengirimkan lukisan dan puisi yang kubuat melalui media. Semua lukisanku diperlihatkan, dipajang dengan rapi. Semua mata memandang penuh takjub. Dan sehari setelah berlalu, media pun ramai. Bukan ramai karena berita selebritis, tapi karena lukisan yang kubuat. Mereka yang melihat memuji karyaku, dan ada turis yang melihat lukisan bintang senja. Ia tertarik dan ingin membelinya dengan harga yang sangat dahsyat. Juga dengan puisiku, mereka terharu membaca puisiku. Semua saluran televisi menayangkan berita itu. Dunia seolah menjadi milikku. Tapi dunia menjadi milikku seutuhnya ketika aku masih bisa berada di dekat ibu dan Dewo.
            “Kalian lihat kan Yah, Kak. Dewo itu hebat, dan hari ini aku bisa buktikan itu!” Dewa tersenyum bahagia.
            Begitulah kuasa-Nya. Aku tersenyum manis pada lembayung senja yang melukis sore. Aku tersenyum bahagia melihat dedaunan yang melambai-lambai. Aku menatap penuh pesona ketika sang malam ditemani ribuan bintang yang melambangkan senyum kepadaku. Aku merasakan hembusan udara yang begitu lembut dan segar lagi. Aku menyaksikan bunga-bunga indah merekah indah penuh warna lagi wangi semerbak. Aku melihat lukisan bintang senja di langit sana, di temani dengan burung-burung yang mengepakkan sayapnya dengan indah dan begitu lihainya.
***
The End

Senin, 27 Mei 2013

#AnakRohisBerprestasi




Selamat kepada kakak-kakak ROHIS SMA Negeri 58 Jakarta yang masuk di PTN via SNMPTN 

- Kak Ifan Faizal (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan - ITB)
- Kak Sidik Pamungkas (Kimia-UI)
- Kak Prajodi Daris Andaru (Arkeologi Indonesia - UI)
- Kak Lilis Uswatun Hasanah (Pendidikan Matematika - UNJ)
- Kak Dwi Nur Fitriani (Akuntansi - UNJ)
- Kak Faqih (Pendidikan Bahasa Inggris - UNJ)
- Kak Yusi Rakhmah Wati (Pendidikan Bahasa Jepang - UNJ)
- Kak Agus Tyawarman (Ilmu Agama Islam - UNJ)
- Kak Febriana Saputri (Pendidikan Sosiologi - UNJ)
- Kak Chairul Rizky (Pendidikan Sosiologi - UNJ)
- Kak Nugraheni Larasati (Pendidikan Guru Sekolah Dasar - UNJ)
- Kak Vina Tri Noviaty (Ilmu Hukum - UIN Jakarta)


#AnakRohisBerprestasi 

Rabu, 22 Mei 2013

Perang Khandaq - Kultweet @af1_


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh JApa kabar sobat? Semoga dalam selalu dalam curahan rahmat & karunia Allah SWT.. aamiin..

Pada kesempatan kali ini admin akan me-repost kultweet dari akun twitter @af1_ tentang Perang Khandaq yang insya Allah bermanfaat untuk sobat semua...
Check This Out...

1. Perang Khandaq ini merupakan #ujian dakwah Rasulullah yang cukup berat. 10.000 pasukan dari berbagai suku datang menyerang Madinah.
2. #Ujian bukan hanya itu, ada juga Yahudi Madinah yg siap menikam dari belakang. Ditambah lagi para munafiqin yg hanya berpangku tangan. 3. Perang Khandaq sendiri bermula dari konspirasi Yahudi melobi penguasa2 Makkah & kabilah2 lainnya. #Ujian
4. Yahudi Madinah ini menjanjikan menyerahkan kebun2 mereka pada kabilah2 yg ikut berperang melawan kaum Muslimin. #ujian
5. Dari sini, adakah kita melihat bahwa zaman kembali berulang? #ujian dakwah dalam dimensi lain, terjadi kembali. 6. Konspirasi Yahudi yg menggalang lawan2 Politik Rasulullah, baik didalam maupun luar Madinah. Bersatu menghabisi kaum Muslimin. #ujian
7. Dalam kondisi #ujian demikian berat, dimusim dingin yg menyengat, Rasulullah merapatkan barisan. Menggelar Syura untuk menghadapi lawan. 8. Strategi yg dipilih out of the box; membuat parit pertahanan seputar Madinah. Ini belum pernah dilakukan sebelumnya didunia Arab. #Ujian

9. Pencetusnya adalah seorang sahabat asal Persia; Salman al-Farisy. Baginya, strategi ini biasa. Tp tidak bagi org Arab. #Ujian

10.Darisini ada sebuah hikmah, seorang sahabat junior dari budaya asing; ternyata menyimpan potensi strategi luar biasa. #Ujian

11.Strategi out of the box yg tidak pernah terfikir oleh lawan sebelumnya dalam menghadapi #Ujian.

12.Demikianlah kaum Muslimin, hikmah adalah milik mereka yg harus diambil, darimanapun asalnya. #Ujian

13.Saat menghadapi #Ujian berat ini, Rasulullah & para sahabat menggali parit dalam keadaan lapar. Apakah Rasulullah menghentikan aksinya?

14.Beliau berkeras melanjutkan pekerjaan walau para sahabat lelah & lapar. Bersama mereka, Rasul sbg pemimpin juga merasa lapar. #ujian

15.Bahkan para sahabat menemukan Rasulullah mengganjal perutnya dengan batu. Mereka lalu tdk enak meminta uzur pd beliau. #Ujian

16.Demikianlah, dalam terpaan #ujian berat; kerja harus tetap dilakukan tanpa uzur tanpa henti. Bahkan walau basic need tidak tersedia.

17.Namun para pejuang dakwah akan terus semangat berjuang, manakala melihat pemimpin mereka juga berjuang sama susahnya dg mereka. #ujian

18.Hingga akhirnya lawan itu tiba, inilah #Ujian selanjutnya. Ujian pertama adlh saat isyu & ancaman menerpa, mereka membuat parit dlm susah

19.Apakah nyali mereka ciut saat melihat 10,000 pasukan bersiap menghabisi mereka yg sedang kelaparan & kelelahan? #ujian

20.Mereka yg belum lama menerima kekalahan dlm Perang Uhud; kini hrs menghadapi lawan berlipat ganda; dlm keadaan lelah & lapar. #Ujian

21.Apakah mereka jeri? Tidak. Tegas mereka bertekad, yg kemudian ALLAH abadikan dalam QS Ahzab (surah ke-33) ayat ke-22. #Ujian

22."Dan tatkala orang-orang mu'min melihat golongan2 yg bersekutu itu, mereka berkata : Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kpd kt.."

23.. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan" (QS 33:22) #ujian

24.#Ujian dalam menegakkan kebenaran adalah sunnatullah yg selalu terjadi. Inilah yg diyakini para sahabat Rasulullah saat itu.

25.Semakin besar #ujian mereka terima, semakin besar pula keimanan kepada ALLAH & Rasul-NYA. Semakin dalam pula kepasrahan diri mereka.

26.Iman & ketundukan yg semakin terbina, dalam satu jama'ah dakwah; bersiap menghadapi #ujian besar : lawan2 mengangkang dihadapan mereka.

27.Inilah yg harus tertanam dalam jiwa setiap mujahid dakwah. Keimanan & ketundukan; yg melandasi ketegaran jiwa menghadapi #Ujian.

28.Jangan seperti para munafiq yg mundur kebelakang akibat tak kuat menghadapi fitnah. Mereka lari & duduk2 hanya menonton. #Ujian

29.Bahkan dalam Perang lainnya (Tabuk); para munafiq ini mencela kerja kaum Muslimin & melakukan ajakan2 untuk desersi. #ujian

30."Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit & menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat" (QS 9:82) #ujian

31.Inilah kaum Muslimin yg berserah pada ALLAH semata. Tak larut dalam cercaan kaum munafiq, fokus dlm menghadapi #ujian.

32.Dalam kondisi deadlock; lawan tak bisa masuk Madinah & kaum Muslimin tak bisa keluar parit; berbagai bantuan ALLAH datang. #ujian

33.Bantuan ALLAH berupa angin kencang & para malaikat yg memporak porandakan perkemahan musuh. Ini hasil munajat Rasulullah. #ujian

34."..lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.." (QS 33:9)

35.Angin & malaikat; tentara2 ALLAH yang tidak masuk dalam hitungan strategi & syura; ALLAH hadirkan sbg buah dari munajat & kerja keras.

36.Sebuah pertolongan yg tidak disangka-sangka; dpt memberikan efek luar biasa bagi musuh. Mereka tertahan & makin lemah moralnya. #Ujian

37.Dalam kondisi demikian, Rasulullah mengirimkan beberapa sahabatnya sbg intelejen; mengamati & memporakporandakan barisan musuh. #Ujian

38.Operasi intelejen ini berhasil. Musuh dapat diperdaya dg isyu yg dikembangkan kaum Muslimin. Mereka mundur satu persatu. #Ujian.

39.Agresi besar pasukan Sekutu ini menyebabkan 6 orang sahabat gugur sbg syuhada. Di kubu lawan, 12 orang mati. #Ujian.

40.Hikmah apa yg bisa kita petik dalam kisah Perang Khandaq ini? #Ujian

41.Pertama, Rasulullah meningkatkan moral para sahabat dg memanggil nama mereka satu persatu. Rasul jg rela lapar bersama mereka. #Ujian

42.Kedua, Rasulullah menaikkan optimisme para sahabat bahwa dunia sebentar lagi akan jatuh ketangan mereka. Persia & Roma akan mrk kalahkan

43.Bayangkan hal ini dilakukan saat musim dingin sambil menggali parit; sebuah strategi yg belum pernah mereka uji sebelumnya. #Ujian

44.Moral sahabat justru meninggi, bahkan makin meninggi saat musuh datang. Inilah karena hikmah ketiga; keimanan Mujahid yg terjaga. #ujian

45.Tentara biasa mungkin akan kabur jika harus menghadapi lawan yg banyak, dimusim dingin, dlm lapar dgn strategi yg baru ujicoba. #ujian

46.Tapi tidak bagi para mujahid dakwah. Keimanan pd ALLAH & ketaatan pd pemimpin meneguhkan kakinya untuk terus berjuang menghadapi #ujian.

47.Keempat, kerelaan untuk berkorban. Sebagaimana Rasul & para sahabat meninggalkan rumah2 mereka tanpa bekal cukup menghadapi #ujian.

48.Kelima; urgensi syura dalam menentukan strategi. Termasuk menjalankan adab-adabnya. Tidak ada gerutu saat syura sdh diputuskan. #Ujian

49.Apapun hasil syura, laksanakan dg sepenuh jiwa, walaupun diluar pendapatnya. Itulah jiwa2 Mujahid sejati, bukan penikam saudara sendiri

50.Ketaatan akan hasil syura akan memberi soliditas dalam barisan. Keengganan melaksanakannya akan membuat barisan tercerai berai. #ujian

51.Termasuk saat hasil syura ternyata ditentukan oleh pendapat seorang junior yg datang dari budaya luar. Suatu yg tak lazim. #ujian

52.Namun kesepakatan sudah ditentukan; maka 6 hari (dlm riwayat lain 10 hari), Rasul & sahabat terus menggali parit. Tanpa gerutu. #Ujian

53.Keenam; fleksibilitas & open mind dalam menerima strategi2 baru. Dunia terus berubah, begitu pula #ujian-nya. Mujahid hrs terus inovasi

54.Ketujuh; memecah belah musuh sbg strategi menghadapi #ujian. Mereka datang dr berbagai elemen dg agenda kepentingan masing2.

55.Saat kita mampu membenturkan agenda2 mereka satu sama lain; maka musuh akan tercerai berai dg sendirinya. #Ujian

56.Wallahu a'lam bish-shawwab .. Semoga bermanfaat.

Ini peta Perang Khandaq:



Senin, 20 Mei 2013

Semesta Alam Bersorak-Sorai



Semua mata terbelalak, mendengar ayat-ayat cinta-Nya yang didendangkan dengan suara merdu penuh khidmat. Embun di pagi buta masih menebarkan bau basahnya, gemiricik air mengalir dengan melodi indah nan bermakna. Sajadah panjang telah tergeletak bermaksud untuk menghadap kepada Sang Illahi, bersujud dengan khusyuk. Memuji dan memuja asma-Nya yang indah tiada terkira, tak terdiksikan oleh goresan pena.
            Pagi berganti siang, tetapi mereka tetap menyusuri jalan panjang. Siang ini matahari begitu menyengat, menyayat tubuh. Mereka ibu dan anak yang bekerja saat fajar mulai tiba sampai matahari kembali ke tempat peraduannya. Sinar matahari kali ini masih  terpancar hingga pukul setengah empat sore matahari seolah matahari tak pernah mau tergelincir.
            “Bu, ibu masih kuat? Kita istirahat sejenak, aku lelah. Ibu pasti juga lelah kan?” Gagah duduk di bawah pohon rindang, meluruskan kakinya sambil memijat ibunya.
            “Terima kasih Nak, maaf ibu tak pernah bisa membelikan sesuatu yang kau inginkan. Sejak lama ibu ingin sekali berqurban, selama ini kita hanya bisa mengantri dengan wajah memelas, berharap bisa memakan sepotong daging qurban. Sudah hampir tiga tahun kita mengumpulkan uang, ibu tahu Nak mungkin selama ini ibu terlalu egois karena memiliki hasrat untuk berqurban dua kambing.” Ibu Neneng membelai lembut rambut anak perempuannya, ia merasa sangat egois karena selama ini ambisinya sangat kuat untuk berqurban.
            “Tak apa Bu, aku bersyukur karena dengan harta kita yang sangat pas-pasan ibu masih memikirkan untuk sedekah. Meski pun mereka selalu menertawai ambisi ibu, tapi ibu tak pernah sedikit pun putus asa. Itulah yang aku syukuri, memiliki ibu yang berhati mulia.” Gagah memeluk ibunya dengan dekapan hangat.
***
            Setelah hampir tiga belas jam bekerja, alias memulung. Memunguti gelas-gelas aqua, plastik atau apapun itu yang biasa didaur ulang. Ya, mereka hanyalah seorang pemulung. Akan tetapi mereka selalu tetap bersyukur atas karunia Sang Illahi. Masih mau memikirkan orang lain dan menolong sesama. Mereka tak pernah peduli jika ada yang meremehkannya, jika ada yang menghinanya atau apapun itu.
            “Dari mana aja Bu hari gini baru pulang, nyari harta karun buat beli kambing pas nanti qurban?” Ibu Dina bermaksud untuk menyindir bu Neneng.
            “Haha, Bu Neneng nih kalo mimpi kebangetan ya. Mimpi mau berqurban, dua kambing lagi. Buat sehari-hari aja susah ini udah kayak banyak duit aja. Bangun Bu dari mimpi buruknya!” Ibu Eci menghina bu Neneng. Ini bukan pertama kalinya mereka menyindir atau menghina bu Neneng. Tetapi bu Neneng hanya senyum saja tidak mempedulikan mereka.
            “Saya memang hanya seorang pemulung, tapi saya yakin Allah akan memberikan jalan menuju impian itu. Dan kalian hanya mampu melihat dengan wajah terheran.” Dalam benak bu Neneng.
***
            Setelah tiga tahun bu Neneng dan Gagah anaknya berhasil mengumpulkan uang sebesar lima juta, begitulah kuasa-Nya, begitulah kebesaran-Nya, Dia takkan pernah membiarkan hamba-Nya kecewa selagi hamba-Nya terus berusaha dan menjalankan perintah-Nya. Semua tetangga bu Neneng tercengang, sungguh sangat tidak percaya. Namun itulah kenyataannya, ketika mereka hanya bisa mencemooh dan menghina, tanpa melihat seberapa besar usaha yang mereka lakukan. Sampai peluh yang selalu membasahi tubuhnya, bahkan air mata pun mengalir deras di setiap untaian doanya.
            Hari ini langit begitu biru bagai laut biru penuh pesona dengan segala arus ombaknya. Awan pun cerah membentuk lukisan abstrak namun penuh makna. Sawah hijau membentang indah bak permadani taman surga. Angin sepoi-sepoi berhembus lembut, membelai kalbu. Gema takbir menggema di alam raya, menyambut hari raya Idul Adha. Langit menjadi saksi perjuangan dan perngorbanan seorang perempuan berhati mulia. Daun-daun melambai indah, seolah ingin menyapa dan mengucapkan selamat. Burung-burung gereja menari-nari indah dengan formasi penuh makna seolah menyambut kebahagiaan hakiki. Bunga-bunga merekah indah penuh warna seolah berada dalam taman cinta penuh dengan warna-warninya kehidupan yang memberi warna. Semua menyambut dengan tulus dan penuh kasih saying. Semua yang ada di langit dan di bumi menjadi saksi atas perjuangan seorang perempuan yang tak pernah mengeluh, yang memiliki hati yang begitu murni bagai cinta dan kasih sayang-Nya. Seluruh semesta alam bersorak-sorai penuh khidmat, bersorak-sorai bahagia, bersorak-sorai sujud syukur.

***
The End 

by: Ika Nurmawati 

Rabu, 15 Mei 2013

Ma'rifatullah - Kultwit @APAI_58



Assalamu 'alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

Gimana kabarnya hari ini sobat? Kali ini admin ngepost tentang Ma'rifatullah yang di dikumpulkan dari akun @APAI_58 yang baru saja kultwit. Selamat membaca, semoga bermanfaat... :)

  1. Adakah yang tahu apa itu #Marifatullah?
  2. #Marifatullahyaitu mengenal Allah lewat tanda-tanda kebesaran-Nya ayat-ayat cinta-Nya (al-qur'an)
  3. Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya, mengapa ia diciptakan (QS. 51: 56). #Marifatullah
  4. "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. 51: 56) #Marifatullah
  5. Sementara orang yang tidak mengenal Allah akan menjalani hidupnya untuk dunia saja. #Marifatullah
  6. "..Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang.Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka" (QS 47 : 12). #Marifatullah
  7. Saudara, sahabat sesama muslim. #Marifatullah ilmu yang tertinggi yang harus dipahami manusia..
  8. "Dan apakah orang yang sudah mati[502] kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu ... #Ma'rifatullah
  9. ..dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita.. #Ma'rifatullah
  10. ..yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu.. #Marifatullah
  11. ..memandang baik apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al Anam : 122) #Marifatullah
  12. Siapa yang mau tau hal-hal apa saja yang dapat menghalangi #Marifatullah ? *Retweet*
  13. Pertama yaitu, KESOMBONGAN. org yg sombong tdk mau mengenal sesamanya, bgtu pula terhadap Rabbnya ,yang enggan berhubungan dengan-Nya. #Marifatullah
  14. ZALIM. menyebabkan Allah mengunci hati manusia, pdhl lwt hati inilah Allah mmberikan hidayah-Nya. sdgkn awal hidayah Allah mgnl hakikatNya. #Marifatullah
  15. "Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan.. #Marifatullah
  16. .. ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri." QS 39: 51. #Marifatullah
  17. DUSTA. Org dusta, yg tdk sm antara hati, ucapan,perbuatan'a. bgtu jg manusia yg berdusta kpd Allah. hati'a mgkui Allah tp hw nafsu mgjk dosa". #Marifatullah
  18. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia.. #Marifatullah
  19. ..dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu.. #Marifatullah
  20. ..membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka.. #Marifatullah
  21. ... ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. " QS 7:176. #Marifatullah
  22. LALAI. orang yg slalu lalai dengan segala perintah-Nya. jika ia mendengar seruan-Nya maka ia tidak langsung memenuhi panggilan-Nya. #Marifatullah
  23. QS Al Anbiya : 1. #Marifatullah
  24. Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). #Marifatullah
  25. "Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya.. #Marifatullah
  26. ..sedang mereka bermain-main,.." QS Al Anbiya : 2. #Marifatullah
  27. "(lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka... #Marifatullah
  28. .."Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu padahal kamu menyaksikannya?" .. #Marifatullah
  29. QS Al Anbiya : 3. #Marifatullah
  30. Ragu-ragu-> bibit bibit kekafiran kpd Allah yg harus dibersihkan dr hati. sbb kekafiran mybbkn Allah mengunci hati, menutup mata dan telinga. #Marifatullah
  31. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. #Marifatullah
  32. "Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[20], dan penglihatan mereka ditutup"QS Al baqarah : 6-7 #Marifatullah
  33. naah setelah mengenal Allah kita akan merasakan sesuatu yang sangat dahsyat. Apa itu? #Marifatullah
  34. Peningkatan iman dan takwa, merasakan ketenangan, berkah hidup kita, kehidupan jauh lbh baik, ridho Allah dan syurga.. Insya Allah. #Marifatullah
  35. " Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan.. #Marifatullah
  36. ..kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan.. #Marifatullah
  37. .. pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." QS An Nahl : 97 #Marifatullah
  38. Wallahu a'lam bishowab. Semoga kultweet malam ini bermanfaat bagi kita semua. #Marifatullah