Assalamu'alaikum cantik, hari ini mimin mau share tentang hijab, jilbab dan khimar niiih.
Yuuuk simaak
#HijabMuslimah
Bismillahirrahmaanirrohiim.
Sebenarnya ada yg tau gak sih apa makna antara hijab dan jilbab? Hayo yg tau bisa dijawab, jangan pelit ilmu ntar kuburannya sempit
#HijabJilbabKhimar
#HijabMuslimah
Yuuk kita ramaikan kultweet dengan #HijabDanMuslimah . agar semakin banyak perempuan muslimah yg lebih cantik dgn jilbab syar'inya :)
Terakadang kita sebagai perempuan suka terkecoh apa makna jilbab, hijab dan khimar yang sesungguhnya.
Untuk itu hari ini kita akan ngebahas #JilbabHijabKhimar #HijabMuslimah
#Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, Allah SWT. dalam surat Al Ahzab ayat 59 memerintah kepada para shahabat Nabi Saw
Ada waktu mereka meminta suatu brg pd istri Nabi Saw utk memintanya dari balik hijab. Jadi, #Hijab berarti umum, bisa berupa tirai pembatas.
#Hijab biasa juga digunakan sebagai pembatas interaksi saat sedang syuro. Pernah lihat ada yg rapat dgn menggunakan #Hijab? ^_^
#Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. ^_^
Tentunya yang dimaksud dengan ‘penghalang’ adalah menghalangi pandangan dari yang tidak seharusnya dilihat (baca: aurat). #Hijab
Nah ada lagi nih tentang --> #Jilbab
#Jilbab. Hal ini tertuang dlm perintah Allah > Al-Ahzab ayat 59 "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke sluruh tubuh mereka..."
#Jilbab berarti selendang, atau pakaian lebar yang dipakai wanita untuk menutupi kepala, dada dan bagian belakang tubuhnya."
Dapat kita ambil kesimpulan bahwa #jilbab pada umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh :))
sebagaimana disimpulkan oleh Al Qurthuby: "Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh." Kecuali Wajah dan telapak tangan. #Jilbab :)
Adapun #jilbab dlm surat Al-Ahzab (33) : 59, sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah:)
Sudah terlihat jelas Shalihat, perbedaan antara #Hijab dan #Jilbab? Maka kembalikan pada kata asalnya dlm Al-Ahzab : 59. Berjilbablah^^
Kemudian #Khimar, ini yg biasa disebut dgn #Kerudung. Perintah Khimar terdapat dalam QS An-Nur ayat 31. Dicek dan baca yuk ;))
#Khimar atau kerudung adalah apa yang dapat menutupi kepala, leher dan dada tanpa menutupi muka (Al-Baghdadiy, 1991)
Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu:
"Khimar, nama lainnya adalah Al-Maqani', yaitu kain yang memiliki ujung-ujung yang dijulurkan ke dada wanita, untuk menutupi dadanya, hal ini dilakukan untuk menyelisihi syi'ar wanita jahiliyyah karena mereka tidak melakukan yang demikian, bahkan wanita jahiliyyah dahulu melewati para lelaki dalam keadaan terbuka dadanya, tidak tertutupi sesuatu, terkadang memperlihatkan lehernya dan ikatan-ikatan rambutnya, dan anting-anting yang ada di telinganya dan khumur adalah jama' dari khimar, artinya apa-apa yang digunakan untuk menutupi, maksudnya disini adalah yang digunakan untuk menutupi kepala, yang manusia menyebutnya Al-Maqani' (Tafsir Ibnu Katsir 10/218, cet. Muassah Qurthubah)
Lihat keterangan yang semakna di kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Al-Baghawy, Tafsir Al-Alusy, Fathul Qadir dll, ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31.
intinya bahwa pengertian khimar di dalam surat An-Nur ayat 31 adalah kain kerudung yang digunakan wanita untuk menutup kepala sehingga tertutup rambut, leher, anting-anting dan dada mereka.
" Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke juyub (celah-celah pakaian) mereka" (QS. 24:31)
" Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59).
So udah tau kan apa makna jilbab, khimar dan hijab?
Jadi kalau kamu ingin terlihat cantik tidak perlu berdandan dengan berlebihan apalagi sampai membuka auratmu, menampakkan perhiasanmu. Karena kau begitu mahal.
Cukup cantik dipandangan Allah, dan semoga aku, kau, kita semua bisa menjadi bidadari dunia dan syurga.
Sama-sama perbaiki diri yah :)
Wahai engkau yang lembut hatinya, engkau bagai bunga yg sedang merekah indah. Berwarna-warni, jilbabmu yg kan menghiasi kecantikanmu:)
Wallahu a'lam bishawab. Semoga kita bisa menjadi muslimah yang mampu menjaga aurat.
#HijabMuslimah
Rabu, 11 September 2013
Sabtu, 06 Juli 2013
Lukisan Bintang Senja
Malam ini langit begitu gelap nan pekat, tak ada satu pun cahaya yang mampu membuatku diam terpesona. Ribuan bintang yang biasanya menemani malam dengan segala keindahannya, dengan segala bentuknya yang memiliki makna tersirat, kini tak menampakkan wajahnya. Udara malam berhembus cepat, menyapa rambutku yang ikal. Aku menatap hamparan langit nan luas dengan tatapan kosong.
Namaku Dewa, aku memiliki saudara kembar
yang bernama Dewo. Kami sangat berbeda. Mengapa begitu? Karena sejak lahir aku
terlahir cacat. Lebih tepatnya lagi cacat mental. Entahlah, mengapa hanya aku
yang terlahir cacat sedangkan saudara kembarku sama sekali tidak cacat. Akan
tetapi aku bahagia memiliki saudara kembar seperti Dewo, dia begitu
menyayangiku dengan tulus. Ia tak pernah malu memiliki saudara kembar
sepertiku.
“Dewa,
kamu ngapain di sini sendirian?” Dewo menyapaku sambil mengelus rambut ikalku.
Percuma,
aku ingin menjawab pasti Dewo tidak akan mengerti apa yang aku katakan.
Walaupun aku tahu kak Dewo dan ibu adalah orang yang paling mengerti dan
memahamiku.
“Kau
tahu Dewa? Aku sangat bahagia dan bangga memiliki saudara kembar sepertimu. Aku
tahu kau anak yang hebat, meski mereka menilaimu sebelah mata. Aku tahu kau
telah memiliki puluhan karya lukisanmu. Dewa, maafkan aku yang terkadang tidak
memahami sinyal yang kau tujukan untukku.” Dewa menatapku dengan tatapan penuh
kasih sayang, ia mendekapku erat.
***
Usiaku
kini sudah lima belas tahun, namun aku masih seperti anak SD. Meskipun aku tahu
aku tidaklah seperti Dewo yang tumbuh sebagai remaja yang sangat gagah dan
tampan, kecerdasannya yang mampu membuat semua orang yang berada di dekatnya
merasa bangga padanya. Aku bangga memiliki saudara kembar seperti dia. Dia yang
dengan sabar mengajariku menulis dan membaca. Kini aku pun sudah bisa membaca
dan menulis dengan baik, walau tidak sempurna, tapi aku bersyukur.
Hari
ini adalah hari yang dinantikan Dewo. Ia mengikuti lomba Sains, lebih tepatnya
mengikuti lomba Biologi. Ketika Dewo mulai berbicara dan menjelaskan ilmu
Biologi itu, semua orang terpana melihatnya. Bukan karena ketampanannya, akan
tetapi karena dia yang begitu lihai menjelaskan serta memperagakan apa yang ada
di depannya. Ia pun juara satu.
“Wah
Dewo, kamu hebat! Selamat ya, aku salut sama kamu.” Sheina memuji Dewo,
perempuan itu sejak SMP memang suka dengan Dewo.
“Selamat
ya Dewo, anakmu hebat sekali Rosa. Dia memang anak yang cerdas, tapi tidak
seperti Dewa yang hanya seperti patung.” Ibu Desi memuji Dewo sekaligus
menjatuhkanku.
“Tutup
mulut Anda! Dia jauh lebih hebat dari saya, jangan pernah Anda berkata seperti
itu.” Dewo membentak bu Desi, salah satu orang tua murid temannya Dewo.
“Sudah
Dewo, kamu tidak perlu emosi. Biarkan orang lain menghina atau memandang Dewa
sebelah mata, tapi aku yakin suatu hari nanti Dewa akan menjadi orang hebat.
Sama sepertimu.” Ibu menasihatiku.
“Halah,
anak kayak gitu aja diharapin banget. Anak bodoh, cacat, nggak berguna lagi,
hidup lagi! Autis.” Kak Selvi berkata
kasar di dekat telingaku.
“Tutup
mulut kamu Selvi!” ibu menampar Selvi.
“Justru
kakak yang jauh lebih bodoh dari Dewa! Selama ini memang kakak sudah melakukan
apa untuk ibu, untuk keluarga kita? Bukankah selama ini kakak hanya bisa
menghamburkan uang untuk kepuasan dan nafsu kakak? Sadar kak, kakak tuh jauh
lebih hina daripada Dewa!” bentak Dewo.
“Cukup!
Kalian tidak perlu bertengkar di sini!” ibu membentak Dewo dan kak Selvi.
Suasana menjadi hening.
Aku
mengerti apa yang mereka bicarakan. Aku bisa merasakan, walau mungkin mereka
berfikir aku sama sekali tidak mengerti. Aku ingin berlari secepat mungkin tapi
aku tak bisa, seolah ada yang menahan kakiku untuk melangkahkan kaki dan
berlari cepat. Aku ingin menangis, tapi untuk apa aku menangis? Aku ingin
menjerit, tapi di tenggorakkanku seperti ada yang mengganjal.
***
Sesampai
di rumah ternyata ayah sudah menunggu kami. Lebih tepatnya lagi menunggu Dewo,
menunggu berita yang menggembirakan. Lalu apa yang bisa aku banggakan? Entahlah,
mungkin Allah sedang mempersiapkan rencana yang jauh lebih indah.
“Gimana
Dewo, kamu berhasil Nak?” tanya ayah penasaran.
“Alhamdulillah Yah, juara satu.” Dewo
tersenyum hangat.
“Wah,
selamat ya. Ayah yakin kamu pasti menag.” Ayah menepuk bahu Dewo.
“Hai,
Dewa! Apa yang bisa kamu berikan untuk Ayah? Kamu ini sama sekali tidak berguna
di rumah ini, hanya bisa menyusahkan orang lain.” Ayah menatapku tajam..
“Kenapa
Ayah dan kak Selvi nggak pernah bisa nerima Dewa dengan baik? Kenapa kalian
selalu saja menghina dan memandang sebelah mata? Akan aku buktikan kepada kalian,
bahwa Dewa adalah anak yang hebat. Siapa pun yang menyakiti Dewa, maka aku yang
akan melindunginya. Sekalipun itu keluargaku sendiri yang melakukan. Camkan itu!”
Dewo membanting buku yang sedari tadi ia pegang, lantas bergegas menuju
kamarnya.
Aku
melangkahkan kaki ke taman belakang. Aku rebahkan tubuhku di atas rerumputan
yang lembut. Menyaksikan burung-burung camar yang mengepakkan sayapnya sambil
menari indah. Menyaksikan warna jingga yang melukiskan senja. Aku bahagia
setiap aku melihat ke luar sana. Menyaksikan senja serta menatap hamparan
langit yang indah penuh pesona. Itulah caraku untuk melepaskan semua rasa sesak
yang aku rasakan, juga untuk tetap bersyukur dengan yang Maha mencintai.
“Dewo,
ibu boleh masuk Nak?” ibu mengetuk pintu kamar Dewo.
“Kenapa
Bu?” tanya Dewo.
Ibu
langsung menghampiri Dewo dan menggenggam erat tangan Dewo.
“Nak,
ibu percaya apa yang tadi kamu ucapkan. Suatu hari nanti pasti Dewa bisa
menjadi orang hebat. Kau tahu? Beberapa minggu yang lalu ibu menemukan lukisan yang
sangat indah sekali, walau ibu tidak tahu apa maknanya.” Ibu menatap Dewo
dengan tatapan mata yang bercahaya.
“Aku
sudah sering melihat lukisan Dewa, Bu. Sejak aku masih SD dia memang sangat
suka melukis.” Dewo tersenyum manis.
“Iya
ibu percaya Nak. Di mana Dewa sekarang? Dia nggak ada di kamarnya, ibu kira dia
ada di sini.” Ibu menanyakan keberadaan Dewa.
“Aku
juga tidak tahu Bu, coba kita cari keluar. Siapa tahu dia ada di taman
belakang, dia sangat suka tiduran di sana Bu.” Dewo mengajak ibu ke taman
belakang.
Sebelum
ibu dan Dewo ke taman belakang ia menuju kamarku. Melihat semua lukisan yang
kubuat juga tiga puisi yang kubuat. Aku sudah banyak melukiskan tentang sesuatu
dan salah satu lukisan yang paling aku sukai ialah lukisan bintang senja, aku
juga membuat puisi yang berjudul lukisan bintang senja. Lalu ibu membacakan
puisiku yang berjudul lukisan bintang senja.
Aku
melihat warna jingga yang meghamburkan warnanya dengan segala keindahannya,
jingga yang menggambarkan lembayung senja penuh kehangatan. Aku menatap
hamparan langit luas penuh pesona, menyaksikan ribuan bintang bersinar terang
menemani sang malam. Jika aku bisa mengambil bintang itu untuk menemani senja,
maka akan kuambil bintang itu dengan tanganku sendiri. Bintang yang menemani senja
dengan kehangatannya, sehingga mampu membuat yang memandangya penuh pesona,
menatap penuh takjub dan bahagia. Dengan bintang senja semua akan terdiam,
semua luka dan duka yang tersimpan dalam lubuk hati akan terhapus tanpa sisa.
“De..
Dewo baca ini baik-baik.” Ibu memberikan kertas itu kepada Dewo.
Mereka
menangis setelah membaca puisi dan lukisan yang kubuat. Lalu segera menemuiku.
“Dewo,
ternyata kamu di sini.” Ibu dan Dewo mendekapku penuh kehangatan dan kasih
sayang.
“Sayang,
kamu hebat. Semua lukisanmu sangatlah indah. Terutama lukisan ini.” Ibu
menyodorkan lukisan yang kubuat.
“Puisimu
juga bagus Dewa, sungguh pandai kau dalam bermain kata.” Dewo memelukku erat.
***
Keesokan
harinya ibu dan Dewo mengirimkan lukisan dan puisi yang kubuat melalui media.
Semua lukisanku diperlihatkan, dipajang dengan rapi. Semua mata memandang penuh
takjub. Dan sehari setelah berlalu, media pun ramai. Bukan ramai karena berita
selebritis, tapi karena lukisan yang kubuat. Mereka yang melihat memuji
karyaku, dan ada turis yang melihat lukisan bintang senja. Ia tertarik dan
ingin membelinya dengan harga yang sangat dahsyat. Juga dengan puisiku, mereka
terharu membaca puisiku. Semua saluran televisi menayangkan berita itu. Dunia
seolah menjadi milikku. Tapi dunia menjadi milikku seutuhnya ketika aku masih
bisa berada di dekat ibu dan Dewo.
“Kalian
lihat kan Yah, Kak. Dewo itu hebat, dan hari ini aku bisa buktikan itu!” Dewa
tersenyum bahagia.
Begitulah
kuasa-Nya. Aku tersenyum manis pada lembayung senja yang melukis sore. Aku
tersenyum bahagia melihat dedaunan yang melambai-lambai. Aku menatap penuh
pesona ketika sang malam ditemani ribuan bintang yang melambangkan senyum
kepadaku. Aku merasakan hembusan udara yang begitu lembut dan segar lagi. Aku
menyaksikan bunga-bunga indah merekah indah penuh warna lagi wangi semerbak. Aku
melihat lukisan bintang senja di langit sana, di temani dengan burung-burung
yang mengepakkan sayapnya dengan indah dan begitu lihainya.
***
The End
Senin, 27 Mei 2013
#AnakRohisBerprestasi
Selamat kepada kakak-kakak ROHIS SMA Negeri 58 Jakarta yang
masuk di PTN via SNMPTN
- Kak Ifan
Faizal (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan - ITB)
- Kak Sidik
Pamungkas (Kimia-UI)
- Kak Prajodi Daris Andaru (Arkeologi Indonesia - UI)
- Kak Lilis
Uswatun Hasanah (Pendidikan Matematika - UNJ)
- Kak Dwi
Nur Fitriani (Akuntansi - UNJ)
- Kak Faqih (Pendidikan
Bahasa Inggris - UNJ)
- Kak Yusi
Rakhmah Wati (Pendidikan Bahasa Jepang - UNJ)
- Kak Agus
Tyawarman (Ilmu Agama Islam - UNJ)
- Kak Febriana Saputri (Pendidikan
Sosiologi - UNJ)
- Kak Chairul
Rizky (Pendidikan Sosiologi - UNJ)
- Kak Nugraheni Larasati (Pendidikan
Guru Sekolah Dasar - UNJ)
- Kak Vina Tri Noviaty (Ilmu Hukum - UIN Jakarta)
#AnakRohisBerprestasi
Rabu, 22 Mei 2013
Perang Khandaq - Kultweet @af1_
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh JApa kabar
sobat? Semoga dalam selalu dalam curahan rahmat & karunia Allah SWT..
aamiin..
Pada kesempatan kali ini admin akan me-repost kultweet dari akun twitter @af1_ tentang Perang Khandaq yang insya Allah bermanfaat untuk sobat semua...
Check This Out...
1. Perang Khandaq ini merupakan #ujian dakwah Rasulullah yang cukup berat. 10.000 pasukan dari berbagai suku datang menyerang Madinah.
2. #Ujian
bukan hanya itu, ada juga Yahudi Madinah yg siap menikam dari belakang.
Ditambah lagi para munafiqin yg hanya berpangku tangan. 3. Perang Khandaq
sendiri bermula dari konspirasi Yahudi melobi penguasa2 Makkah &
kabilah2 lainnya. #Ujian
4. Yahudi Madinah ini menjanjikan menyerahkan kebun2 mereka
pada kabilah2 yg ikut berperang melawan kaum Muslimin. #ujian
5. Dari sini, adakah kita melihat bahwa zaman kembali
berulang? #ujian
dakwah dalam dimensi lain, terjadi kembali. 6. Konspirasi Yahudi yg menggalang
lawan2 Politik Rasulullah, baik didalam maupun luar Madinah. Bersatu menghabisi
kaum Muslimin. #ujian
7. Dalam kondisi #ujian demikian
berat, dimusim dingin yg menyengat, Rasulullah merapatkan barisan. Menggelar
Syura untuk menghadapi lawan. 8. Strategi yg dipilih out of the box; membuat
parit pertahanan seputar Madinah. Ini belum pernah dilakukan sebelumnya didunia
Arab. #Ujian
9. Pencetusnya adalah seorang sahabat asal Persia; Salman al-Farisy. Baginya, strategi ini biasa. Tp tidak bagi org Arab. #Ujian
10.Darisini ada sebuah hikmah, seorang sahabat junior dari budaya asing; ternyata menyimpan potensi strategi luar biasa. #Ujian
12.Demikianlah kaum Muslimin, hikmah adalah milik mereka yg harus diambil, darimanapun asalnya. #Ujian
13.Saat menghadapi #Ujian berat ini, Rasulullah & para sahabat menggali parit dalam keadaan lapar. Apakah Rasulullah menghentikan aksinya?
14.Beliau berkeras melanjutkan pekerjaan walau para sahabat lelah & lapar. Bersama mereka, Rasul sbg pemimpin juga merasa lapar. #ujian
15.Bahkan para sahabat menemukan Rasulullah mengganjal perutnya dengan batu. Mereka lalu tdk enak meminta uzur pd beliau. #Ujian
16.Demikianlah, dalam terpaan #ujian berat; kerja harus tetap dilakukan tanpa uzur tanpa henti. Bahkan walau basic need tidak tersedia.
17.Namun para pejuang dakwah akan terus semangat berjuang, manakala melihat pemimpin mereka juga berjuang sama susahnya dg mereka. #ujian
18.Hingga akhirnya lawan itu tiba, inilah #Ujian selanjutnya. Ujian pertama adlh saat isyu & ancaman menerpa, mereka membuat parit dlm susah
19.Apakah nyali mereka ciut saat melihat 10,000 pasukan bersiap menghabisi mereka yg sedang kelaparan & kelelahan? #ujian
20.Mereka yg belum lama menerima kekalahan dlm Perang Uhud; kini hrs menghadapi lawan berlipat ganda; dlm keadaan lelah & lapar. #Ujian
21.Apakah mereka jeri? Tidak. Tegas mereka bertekad, yg kemudian ALLAH abadikan dalam QS Ahzab (surah ke-33) ayat ke-22. #Ujian
22."Dan tatkala orang-orang mu'min melihat golongan2 yg bersekutu itu, mereka berkata : Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kpd kt.."
23.. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan" (QS 33:22) #ujian
24.#Ujian dalam menegakkan kebenaran adalah sunnatullah yg selalu terjadi. Inilah yg diyakini para sahabat Rasulullah saat itu.
25.Semakin besar #ujian mereka terima, semakin besar pula keimanan kepada ALLAH & Rasul-NYA. Semakin dalam pula kepasrahan diri mereka.
26.Iman & ketundukan yg semakin terbina, dalam satu jama'ah dakwah; bersiap menghadapi #ujian besar : lawan2 mengangkang dihadapan mereka.
27.Inilah yg harus tertanam dalam jiwa setiap mujahid dakwah. Keimanan & ketundukan; yg melandasi ketegaran jiwa menghadapi #Ujian.
28.Jangan seperti para munafiq yg mundur kebelakang akibat tak kuat menghadapi fitnah. Mereka lari & duduk2 hanya menonton. #Ujian
29.Bahkan dalam Perang lainnya (Tabuk); para munafiq ini mencela kerja kaum Muslimin & melakukan ajakan2 untuk desersi. #ujian
30."Maka biarkanlah mereka tertawa sedikit & menangis yang banyak, sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka perbuat" (QS 9:82) #ujian
31.Inilah kaum Muslimin yg berserah pada ALLAH semata. Tak larut dalam cercaan kaum munafiq, fokus dlm menghadapi #ujian.
32.Dalam kondisi deadlock; lawan tak bisa masuk Madinah & kaum Muslimin tak bisa keluar parit; berbagai bantuan ALLAH datang. #ujian
33.Bantuan ALLAH berupa angin kencang & para malaikat yg memporak porandakan perkemahan musuh. Ini hasil munajat Rasulullah. #ujian
34."..lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.." (QS 33:9)
35.Angin & malaikat; tentara2 ALLAH yang tidak masuk dalam hitungan strategi & syura; ALLAH hadirkan sbg buah dari munajat & kerja keras.
36.Sebuah pertolongan yg tidak disangka-sangka; dpt memberikan efek luar biasa bagi musuh. Mereka tertahan & makin lemah moralnya. #Ujian
37.Dalam kondisi demikian, Rasulullah mengirimkan beberapa sahabatnya sbg intelejen; mengamati & memporakporandakan barisan musuh. #Ujian
38.Operasi intelejen ini berhasil. Musuh dapat diperdaya dg isyu yg dikembangkan kaum Muslimin. Mereka mundur satu persatu. #Ujian.
39.Agresi besar pasukan Sekutu ini menyebabkan 6 orang sahabat gugur sbg syuhada. Di kubu lawan, 12 orang mati. #Ujian.
41.Pertama, Rasulullah meningkatkan moral para sahabat dg memanggil nama mereka satu persatu. Rasul jg rela lapar bersama mereka. #Ujian
42.Kedua, Rasulullah menaikkan optimisme para sahabat bahwa dunia sebentar lagi akan jatuh ketangan mereka. Persia & Roma akan mrk kalahkan
43.Bayangkan hal ini dilakukan saat musim dingin sambil menggali parit; sebuah strategi yg belum pernah mereka uji sebelumnya. #Ujian
44.Moral sahabat justru meninggi, bahkan makin meninggi saat musuh datang. Inilah karena hikmah ketiga; keimanan Mujahid yg terjaga. #ujian
45.Tentara biasa mungkin akan kabur jika harus menghadapi lawan yg banyak, dimusim dingin, dlm lapar dgn strategi yg baru ujicoba. #ujian
46.Tapi tidak bagi para mujahid dakwah. Keimanan pd ALLAH & ketaatan pd pemimpin meneguhkan kakinya untuk terus berjuang menghadapi #ujian.
47.Keempat, kerelaan untuk berkorban. Sebagaimana Rasul & para sahabat meninggalkan rumah2 mereka tanpa bekal cukup menghadapi #ujian.
48.Kelima; urgensi syura dalam menentukan strategi. Termasuk menjalankan adab-adabnya. Tidak ada gerutu saat syura sdh diputuskan. #Ujian
49.Apapun hasil syura, laksanakan dg sepenuh jiwa, walaupun diluar pendapatnya. Itulah jiwa2 Mujahid sejati, bukan penikam saudara sendiri
50.Ketaatan akan hasil syura akan memberi soliditas dalam barisan. Keengganan melaksanakannya akan membuat barisan tercerai berai. #ujian
51.Termasuk saat hasil syura ternyata ditentukan oleh pendapat seorang junior yg datang dari budaya luar. Suatu yg tak lazim. #ujian
52.Namun kesepakatan sudah ditentukan; maka 6 hari (dlm riwayat lain 10 hari), Rasul & sahabat terus menggali parit. Tanpa gerutu. #Ujian
53.Keenam; fleksibilitas & open mind dalam menerima strategi2 baru. Dunia terus berubah, begitu pula #ujian-nya. Mujahid hrs terus inovasi
54.Ketujuh; memecah belah musuh sbg strategi menghadapi #ujian. Mereka datang dr berbagai elemen dg agenda kepentingan masing2.
55.Saat kita mampu membenturkan agenda2 mereka satu sama lain; maka musuh akan tercerai berai dg sendirinya. #Ujian
56.Wallahu a'lam bish-shawwab .. Semoga bermanfaat.
Ini peta Perang Khandaq:

Senin, 20 Mei 2013
Semesta Alam Bersorak-Sorai
Semua
mata terbelalak, mendengar ayat-ayat cinta-Nya yang didendangkan dengan suara
merdu penuh khidmat. Embun di pagi buta masih menebarkan bau basahnya,
gemiricik air mengalir dengan melodi indah nan bermakna. Sajadah panjang telah
tergeletak bermaksud untuk menghadap kepada Sang Illahi, bersujud dengan
khusyuk. Memuji dan memuja asma-Nya yang indah tiada terkira, tak terdiksikan
oleh goresan pena.
Pagi berganti siang, tetapi mereka
tetap menyusuri jalan panjang. Siang ini matahari begitu menyengat, menyayat
tubuh. Mereka ibu dan anak yang bekerja saat fajar mulai tiba sampai matahari
kembali ke tempat peraduannya. Sinar matahari kali ini masih terpancar hingga pukul setengah empat sore
matahari seolah matahari tak pernah mau tergelincir.
“Bu, ibu masih kuat? Kita istirahat
sejenak, aku lelah. Ibu pasti juga lelah kan?” Gagah duduk di bawah pohon rindang,
meluruskan kakinya sambil memijat ibunya.
“Terima kasih Nak, maaf ibu tak
pernah bisa membelikan sesuatu yang kau inginkan. Sejak lama ibu ingin sekali
berqurban, selama ini kita hanya bisa mengantri dengan wajah memelas, berharap
bisa memakan sepotong daging qurban. Sudah hampir tiga tahun kita mengumpulkan
uang, ibu tahu Nak mungkin selama ini ibu terlalu egois karena memiliki hasrat
untuk berqurban dua kambing.” Ibu Neneng membelai lembut rambut anak
perempuannya, ia merasa sangat egois karena selama ini ambisinya sangat kuat
untuk berqurban.
“Tak apa Bu, aku bersyukur karena
dengan harta kita yang sangat pas-pasan ibu masih memikirkan untuk sedekah.
Meski pun mereka selalu menertawai ambisi ibu, tapi ibu tak pernah sedikit pun
putus asa. Itulah yang aku syukuri, memiliki ibu yang berhati mulia.” Gagah
memeluk ibunya dengan dekapan hangat.
***
Setelah hampir tiga belas jam
bekerja, alias memulung. Memunguti gelas-gelas aqua, plastik atau apapun itu
yang biasa didaur ulang. Ya, mereka hanyalah seorang pemulung. Akan tetapi mereka selalu tetap bersyukur atas
karunia Sang Illahi. Masih mau memikirkan orang lain dan menolong sesama.
Mereka tak pernah peduli jika ada yang meremehkannya, jika ada yang menghinanya
atau apapun itu.
“Dari
mana aja Bu hari gini baru pulang, nyari harta karun buat beli kambing pas
nanti qurban?” Ibu Dina bermaksud untuk menyindir bu Neneng.
“Haha,
Bu Neneng nih kalo mimpi kebangetan ya. Mimpi mau berqurban, dua kambing lagi.
Buat sehari-hari aja susah ini udah kayak banyak duit aja. Bangun Bu dari mimpi
buruknya!” Ibu Eci menghina bu Neneng. Ini bukan pertama kalinya mereka
menyindir atau menghina bu Neneng. Tetapi bu Neneng hanya senyum saja tidak
mempedulikan mereka.
“Saya
memang hanya seorang pemulung, tapi saya yakin Allah akan memberikan jalan
menuju impian itu. Dan kalian hanya mampu melihat dengan wajah terheran.” Dalam
benak bu Neneng.
***
Setelah
tiga tahun bu Neneng dan Gagah anaknya berhasil mengumpulkan uang sebesar lima
juta, begitulah kuasa-Nya, begitulah kebesaran-Nya, Dia takkan pernah
membiarkan hamba-Nya kecewa selagi hamba-Nya terus berusaha dan menjalankan
perintah-Nya. Semua tetangga bu Neneng tercengang, sungguh sangat tidak
percaya. Namun itulah kenyataannya, ketika mereka hanya bisa mencemooh dan
menghina, tanpa melihat seberapa besar usaha yang mereka lakukan. Sampai peluh
yang selalu membasahi tubuhnya, bahkan air mata pun mengalir deras di setiap
untaian doanya.
Hari ini
langit begitu biru bagai laut biru penuh pesona dengan segala arus ombaknya.
Awan pun cerah membentuk lukisan abstrak namun penuh makna. Sawah hijau
membentang indah bak permadani taman surga. Angin sepoi-sepoi berhembus lembut,
membelai kalbu. Gema takbir menggema di alam raya, menyambut hari raya Idul
Adha. Langit menjadi saksi perjuangan dan perngorbanan seorang perempuan
berhati mulia. Daun-daun melambai indah, seolah ingin menyapa dan mengucapkan
selamat. Burung-burung gereja menari-nari indah dengan formasi penuh makna
seolah menyambut kebahagiaan hakiki. Bunga-bunga merekah indah penuh warna
seolah berada dalam taman cinta penuh dengan warna-warninya kehidupan yang
memberi warna. Semua menyambut dengan tulus dan penuh kasih saying. Semua yang
ada di langit dan di bumi menjadi saksi atas perjuangan seorang perempuan yang
tak pernah mengeluh, yang memiliki hati yang begitu murni bagai cinta dan kasih
sayang-Nya. Seluruh semesta alam bersorak-sorai penuh khidmat, bersorak-sorai bahagia,
bersorak-sorai sujud syukur.
***
Langganan:
Postingan (Atom)



